SalamAir Buka Penerbangan Rute Muscat - Medan, Promosikan Danau Toba untuk Turis TimTeng

16 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Satu lagi maskapai internasional membuka layanan penerbangan langsung ke Indonesia. SalamAir resmi membuka rute Muscat-Medan yang diharapkan memperkuat konektivitas Indonesia dengan Oman sekaligus membuka akses lebih luas bagi wisatawan Timur Tengah (TimTeng) menuju Sumatera Utara (Sumut).

Penerbangan perdana maskapai asal Oman itu berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertolak dari Muscat dan mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumut. Mengutip siaran pers Kementerian Pariwisata, Minggu (5/7/2026), Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan kehadiran rute langsung Muscat - Medan menjadi momentum penting untuk memperkuat konektivitas internasional.

"Rute langsung ini tidak hanya memperkuat konektivitas Indonesia dengan Oman, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi wisatawan Timur Tengah untuk menjelajahi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya Sumatra Utara dengan Danau Toba sebagai salah satu destinasi prioritas," kata Menpar. 

Menurut Menpar, kehadiran SalamAir menjadi sinyal positif bagi penguatan pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Rute Muscat–Medan dinilai strategis karena Muscat memiliki posisi sebagai hub yang menghubungkan Indonesia dengan sejumlah kota di kawasan Teluk dan Timur Tengah, terutama dari Oman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, serta berbagai pasar potensial lainnya di kawasan tersebut.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menjelaskan pasar Timur Tengah merupakan salah satu pasar penting bagi pariwisata Indonesia, terutama pada segmen wisata keluarga, pariwisata ramah Muslim, perjalanan mewah, kebugaran, wisata berbasis alam, serta perjalanan minat khusus.

Potensi Sumut Tarik Turis TimTeng

Made juga menyatakan bahwa wisatawan dari kawasan TimTeng juga dikenal berminat terhadap destinasi alam, aktivitas belanja, kekayaan kuliner, serta layanan akomodasi berkualitas.

"Pembukaan rute ini sejalan dengan upaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memperkuat aksesibilitas, meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan, serta mendorong pemerataan kunjungan ke destinasi di luar Bali. Sumatra Utara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pintu masuk wisatawan Timur Tengah, baik untuk perjalanan wisata, keluarga, maupun konektivitas lanjutan ke destinasi lain di Indonesia," kata Made.

Selain memperkuat arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, rute langsung tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku industri pariwisata di Sumut, termasuk hotel, restoran, biro perjalanan wisata, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, serta pengelola destinasi.

Kemenpar mendorong kehadiran rute baru tersebut dapat dioptimalkan melalui penyusunan paket wisata yang relevan dengan karakteristik wisatawan TimTeng, peningkatan kesiapan dan kualitas layanan, serta penguatan kolaborasi promosi bersama maskapai penerbangan, pemerintah daerah, dan industri pariwisata.

Ambisi Indonesia di Global Muslim Travel Index

Sebelumnya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Vinsensius Jemadu, menyatakan Indonesia berambisi menjadi destinasi wisata ramah muslim nomor 1 di Global Muslim Travel Index (GMTI) 2027. Hal itu setelah ranking Indonesia pada tahun ini naik tiga peringkat, berada di posisi 2 bersama Turkiye dan Arab Saudi.

"Ibu Menteri (Menpar Widiyanti Putri Wardhana) punya komitmen, kalau bisa tahun depan kita nomor 1 lah karena kita pernah menjadi nomor 1," kata Vinsensius di Jakarta, di sela Indonesia Islamic Expo (IIE), Jumat, 26 Juni 2026.

Berdasarkan catatan, Indonesia pertama kali menempati peringkat 1 GMTI pada 2019. Rekor itu dilanjutkan pada 2023 dan 2024, sebelum akhirnya turun ke peringkat 4 papda 2025. Saat ini, posisi puncak diduduki Malaysia yang merupakan saingan berat Indonesia.

"Memang ada pengaruh terhadap aktivitas kita atau gencarnya kita melakukan promosi. Kita lihat bahwa dalam beberapa tahun terakhir juga memang ada efisiensi, penghematan di mana-mana, dan situasi ekonomi secara global, maupun secara nasional juga kurang baik, sehingga itulah yang membuat kita juga agak-agak turun," ujar Vinsensius soal kinerja Indonesia di GMTI tahun lalu.

MICE hingga Destinasi Ramah Muslim

Pada tahun ini, pemerintah kembali menggencarkan beragam kegiatan dan promosi destinasi ramah muslim kepada turis mancanegara. Salah satunya dengan mendukung gelaran expo yang merupakan bagian dari MICE. Vinsensius menyebut bahwa MICE adalah satu produk pariwisata berkualitas yang ditandai dengan tingkat pengeluaran yang besar.

"Bahkan bisa dibilang 3--4 kali lipat dari spending-nya leisure," ujarnya.

Selain lewat event, strategi lain untuk mewujudkan ambisi jadi destinasi ramah muslim nomor 1 pada 2027 adalah dengan terus mengembangkan destinasi yang ramah muslim. Pemerintah memetakan sejauh ini sekitar 11--13 provinsi yang dianggap cocok untuk memenuhi kriteria tersebut, di antaranya Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (Lombok), Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan.

"Kita lihat bahwa sudah banyak sekali kegiatan yang sifatnya internasiional terkait dengan ramah muslim seperti di Sumatera Barat. Padang itu gencar sekali mempromosikan destinasinya sebagai destinasi MICE, bahkan juga destinasi untuk turis-turis ramah muslim," kata Vinsen.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |