Liputan6.com, Jakarta - Kue Pasung, sebuah warisan kuliner tradisional Indonesia, menawarkan perpaduan rasa manis dan gurih yang legit, dilengkapi tekstur lembut serta kenyal. Jajanan ini mudah dikenali dari bentuknya yang unik menyerupai kerucut atau contong, dibungkus rapi dengan daun pisang. Resep yang dirancang khusus ini memungkinkan siapa pun, termasuk pemula, untuk menciptakan Kue Pasung yang sempurna tanpa kesulitan berarti, menjamin hasil yang lembut, gurih, dan legit.
Dikenal luas di pasar-pasar tradisional, khususnya di wilayah Banten, Kue Pasung mendapatkan namanya dari bahasa Sunda, 'pasung', yang berarti 'tertutup' atau 'terikat'. Penamaan ini merujuk pada cara kue dibungkus dan direbus menggunakan daun pisang yang menyelimuti seluruh bagian kue. Meskipun memiliki kemiripan dengan kue pasung dari Bali, perbedaan utamanya terletak pada bahan pembungkus; Bali menggunakan daun bambu, sementara Banten setia dengan daun pisang.
Filosofi 'anti gagal' dalam resep ini berpusat pada pemilihan bahan yang tepat, takaran yang akurat, serta teknik pencampuran dan pengukusan yang cermat. Dengan panduan langkah demi langkah yang detail dan tips praktis, risiko kegagalan dapat diminimalisir secara signifikan, memastikan setiap upaya menghasilkan Kue Pasung yang sempurna dan memuaskan. Lantas bagaimana resep Kue Pasung yang lembut dan gurih, anti gagal meski baru pertama kali membuat? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (4/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Mengenal Jajanan Tradisional Kue Pasung yang Penuh Makna
Secara historis, Kue Pasung bukan sekadar camilan, melainkan bagian integral dari berbagai acara istimewa. Di Serang, Pandeglang, Lebak, dan Cilegon, jajanan ini sering disajikan dalam perayaan penting seperti pernikahan, khitanan, dan hari raya keagamaan. Kehadirannya melengkapi suasana sakral dan kebersamaan.
Kue ini juga memiliki makna simbolis yang mendalam di beberapa daerah. Di Kepulauan Seribu, Kue Pasung disajikan pada hari ketiga setelah kematian seseorang. Penyajian ini melambangkan pelepasan ikatan manusia dari kehidupan duniawi, sebuah tradisi yang kaya akan filosofi.
Racikan Bahan Pilihan untuk Rasa dan Tekstur Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456428/original/076220000_1766885631-IMG-20251227-WA0007_1_.jpg)
Perbesar
Kualitas dan takaran bahan menjadi penentu utama dalam menciptakan Kue Pasung yang lembut, gurih, dan anti gagal. Tepung beras, sebagai bahan dasar utama, berperan penting dalam memberikan tekstur lembut pada kue. Sementara itu, tepung tapioka ditambahkan untuk memberikan tekstur kenyal yang khas.
Gula merah atau gula aren sebanyak 175 gram tidak hanya memberikan rasa manis legit, tetapi juga warna cokelat alami yang menggugah selera. Santan kelapa, dengan takaran 400-550 ml, adalah kunci untuk mencapai rasa gurih yang kaya dan tekstur yang lebih lembut. Penambahan seperempat hingga setengah sendok teh garam berfungsi menyeimbangkan rasa manis dan memperkuat cita rasa gurih.
Untuk sentuhan aroma alami, 2-3 lembar daun pandan dapat disimpul dan dimasukkan ke dalam adonan. Daun pisang, selain berfungsi sebagai pembungkus, juga menyumbangkan aroma wangi yang khas saat proses pengukusan. Sebagai bahan opsional, sejumput air kapur sirih dapat ditambahkan untuk menghasilkan adonan yang lebih kenyal dan padat, sekaligus membantu menjaga keawetan kue. Namun, penggunaannya harus sangat terbatas karena sifatnya yang basa kuat dapat menyebabkan rasa pahit jika berlebihan.
Teknik Pencampuran Adonan dan Pembungkus Daun Pisang yang Presisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662055/original/096870900_1778307106-unnamed__1_.jpg)
Perbesar
Tahap persiapan awal adonan dimulai dengan melelehkan gula merah. Gula merah dicampur dengan santan, garam, dan daun pandan (jika digunakan) dalam panci. Campuran ini kemudian dipanaskan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga gula merah larut sepenuhnya dan santan mendidih. Setelah larut, daun pandan diangkat, dan larutan gula merah disaring untuk menghilangkan kotoran, lalu dibiarkan hingga dingin atau hangat kuku. Penting untuk memastikan larutan tidak terlalu panas saat dicampur dengan tepung agar tepung tidak menggumpal.
Proses pencampuran adonan kering dan cair dilakukan dengan mencampurkan tepung beras dan tepung tapioka dalam wadah terpisah. Larutan gula merah yang sudah dingin kemudian dituang secara bertahap ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk. Pengadukan dilakukan hingga semua bahan tercampur rata dan tidak ada gumpalan, menghasilkan adonan yang encer dan halus. Jika diperlukan, adonan dapat disaring kembali untuk memastikan tekstur yang benar-benar mulus, yang merupakan kunci untuk kue yang lembut.
Untuk pembungkus, daun pisang segar dan tidak terlalu tua dipilih agar tidak mudah sobek. Daun pisang dilenturkan dengan cara dipanaskan sebentar di atas api kecil, dijemur, atau dilap dengan kain basah hangat. Proses ini membuat daun lebih lentur dan mudah dibentuk tanpa retak. Daun pisang kemudian dibentuk menyerupai kerucut atau contong, dengan bagian bawah yang rapat untuk mencegah adonan bocor. Ujungnya disematkan menggunakan tusuk bambu atau staples agar bentuknya kokoh.
Proses Pengukusan Sempurna dan Kreasi Rasa Kue Pasung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9114800/original/067218200_1783065465-lemet_di_kukusan.jpeg)
Perbesar
Setelah adonan siap dan daun pisang dibentuk, adonan Kue Pasung dituang ke dalam cetakan daun pisang hingga sekitar tiga perempat penuh. Pengisian tidak boleh terlalu penuh karena kue akan sedikit mengembang saat dikukus. Beberapa resep bahkan menyarankan variasi pengisian, seperti mengukus adonan putih hingga mengeras sebelum menambahkan adonan gula merah.
Proses pengukusan dimulai dengan memanaskan kukusan hingga air mendidih dan uapnya banyak. Kue Pasung yang sudah diisi kemudian disusun ke dalam kukusan dengan jarak antar kue agar uap panas dapat bersirkulasi optimal. Kue dikukus selama 20-25 menit hingga matang sempurna, atau sekitar 30-35 menit untuk Kue Pasung putih. Setelah matang, Kue Pasung diangkat dan dibiarkan dingin sebelum disajikan, karena mendinginkan kue akan membuat teksturnya lebih padat dan mudah dilepaskan dari daun pisang.
Kue Pasung paling nikmat disajikan dalam keadaan dingin atau suhu ruang, menjadikannya camilan yang sempurna untuk teman minum teh atau kopi. Selain penyajian tradisional, terdapat berbagai variasi yang dapat dicoba. Beberapa resep Kue Pasung khas Banten menambahkan irisan kecil buah nangka atau kelapa parut untuk memperkaya rasa dan aroma. Adapula varian Kue Pasung putih yang menggunakan bahan dasar tepung beras, air, santan, garam, dan bawang merah, menghasilkan cita rasa asin yang unik. Variasi lain adalah Apem Pasung, yang menggabungkan adonan Kue Pasung dengan adonan apem, seringkali menggunakan ragi instan dan tape singkong untuk tekstur yang lebih empuk dan sedikit asam khas apem. Untuk tampilan yang lebih menarik, adonan juga dapat dibagi dan diberi pewarna makanan seperti merah atau hijau.
Untuk penyimpanan, Kue Pasung sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara pada suhu ruang dan dapat bertahan hingga 1-2 hari. Jika ingin disimpan lebih lama, kue dapat diletakkan di dalam lemari es. Sebelum disajikan kembali, disarankan untuk mengukus sebentar agar teksturnya kembali lembut.
Bahan dan Cara Membuat Kue Pasung Anti Gagal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4678089/original/023596900_1701948396-monika-grabkowska-neu4T59mTcY-unsplash.jpg)
Perbesar
Bahan-Bahan:
Bahan Adonan:
- 125-150 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 175 gram gula merah (gula aren), sisir halus
- 400-550 ml santan kelapa (dari 1 butir kelapa atau santan instan + air)
- ¼ - ½ sendok teh garam
- 2-3 lembar daun pandan, simpulkan (opsional)
- Sejumput air kapur sirih (opsional, ambil bagian beningnya saja)
Bahan Pembungkus:
- Daun pisang secukupnya, pilih yang segar dan lentur
- Tusuk bambu atau staples kecil untuk menyemat
Cara Membuat:
Siapkan Larutan Gula Merah:
- Campurkan gula merah sisir, santan, garam, dan daun pandan (jika menggunakan) dalam panci.
- Masak di atas api kecil sambil terus diaduk hingga gula larut dan santan mendidih.
- Angkat daun pandan, saring larutan gula merah, dan biarkan hingga dingin atau hangat kuku.
Buat Adonan Kue:
- Dalam wadah besar, campurkan tepung beras dan tepung tapioka.
- Tuangkan larutan gula merah yang sudah dingin secara bertahap ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk menggunakan whisk hingga rata dan tidak ada gumpalan.
- Jika menggunakan air kapur sirih, tambahkan pada tahap ini dan aduk rata.
- Saring adonan untuk memastikan teksturnya benar-benar halus.
Siapkan Pembungkus Daun Pisang:
- Lenturkan daun pisang dengan cara dipanaskan sebentar di atas api kecil atau dijemur.
- Bentuk daun pisang menjadi kerucut (contong/takir) dan sematkan ujungnya dengan tusuk bambu atau staples agar kokoh.
Isi dan Kukus Kue:
- Panaskan kukusan hingga air mendidih dan uapnya banyak.
- Tuang adonan Kue Pasung ke dalam setiap cetakan daun pisang hingga sekitar ¾ penuh.
- Susun Kue Pasung di dalam kukusan yang sudah panas.
- Kukus selama 20-25 menit hingga matang sempurna.
Penyelesaian:
- Angkat Kue Pasung dari kukusan dan biarkan dingin sepenuhnya sebelum disajikan.
- Kue Pasung siap dinikmati.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Kue Pasung
1. Apa itu Kue Pasung?
Kue Pasung adalah jajanan tradisional khas Indonesia yang memiliki tekstur lembut, kenyal, dan rasa manis gurih. Bentuknya unik menyerupai kerucut atau contong, dibungkus dengan daun pisang. Nama 'pasung' berasal dari bahasa Sunda yang berarti 'tertutup' atau 'terikat', merujuk pada cara kue ini dibungkus.
2. Mengapa resep ini disebut 'anti gagal'?
Resep ini disebut 'anti gagal' karena dirancang khusus untuk pemula, dengan panduan detail mengenai pemilihan bahan yang tepat, takaran yang akurat, serta teknik pencampuran dan pengukusan yang benar. Hal ini meminimalkan risiko kegagalan dan membantu menghasilkan Kue Pasung yang sempurna.
3. Bahan utama apa saja yang diperlukan untuk membuat Kue Pasung?
Bahan utama untuk Kue Pasung meliputi tepung beras, tepung tapioka, gula merah (gula aren), santan kelapa, garam, daun pandan (opsional), dan daun pisang sebagai pembungkus. Air kapur sirih juga dapat ditambahkan sebagai bahan opsional untuk tekstur lebih kenyal dan awet.
4. Berapa lama waktu pengukusan Kue Pasung?
Kue Pasung dikukus selama 20-25 menit hingga matang sempurna. Untuk varian Kue Pasung putih, waktu pengukusan bisa mencapai 30-35 menit. Pastikan kukusan sudah panas dan beruap banyak sebelum kue dimasukkan.
5. Bagaimana cara menyimpan Kue Pasung agar tetap awet?
Kue Pasung sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara pada suhu ruang dan dapat bertahan hingga 1-2 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, kue dapat disimpan di dalam lemari es. Sebelum disajikan kembali, disarankan untuk mengukus sebentar agar teksturnya kembali lembut.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9168198/original/066233500_1783089522-SnapInsta.to_734313848_18633682507028089_7527950792798969751_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2985353/original/021038200_1575367777-jose-ignacio-pompe-s-Z-h0fEiBM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8938823/original/081353300_1782964952-KJTaCGdZzG7DTY6OYFYlIESzddN2kLkCREy9RXiu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/687930/original/Jelajah-Kuliner-Kemang-140607-b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9242334/original/062167200_1783134723-Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9248614/original/052585700_1783142366-Taylor_Swift.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9241488/original/093457100_1783133706-unnamed__28_.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538901/original/000694900_1774582895-AP26086004297933.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9241720/original/031423800_1783133913-goodeats-yqr-McP48IRa7Mo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5209909/original/096595700_1746450876-asian-girl-washes-face_1150-11264__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8940503/original/019320400_1782965620-O1vMZOQdWMiRameqVaWddjl5yBlzRNlUIEfiBg9s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3126269/original/040561000_1589306317-lemang-bambu-foto-resep-utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182905/original/085305400_1744111601-charming-young-woman-massive-earrings-bright-sweater-chats-phone-while-sitting-cafe-cup-coffee_197531-16890.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9119872/original/044639100_1783067846-ramen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9126818/original/020940100_1783070972-1312028029697465975.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8940466/original/034354000_1782965612-FWeIttzeVk3ZU281qUuymRUQd0thZd2YqbzXunnC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9085475/original/071240800_1783033174-Menekraf.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6464039/original/040417000_1779326608-SnapInsta.to_702232222_18607968847028417_617202786085571456_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9112874/original/052185800_1783064576-ChatGPT_Image_Jul_3__2026__02_41_42_PM.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535189/original/057591700_1773942599-Depositphotos_271642688_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526523/original/079569800_1773124602-181773-2__Dok._Destination_New_South_Wales___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530503/original/013584800_1773455795-Tepung_Terigu_Matang_Disangrai.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533047/original/026098100_1773720855-ginjal__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527653/original/046595100_1773209806-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_11.24.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527628/original/088045100_1773208952-taruna_idul_fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521606/original/011968200_1772694581-unnamed_-_2026-03-05T135903.240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517728/original/058219800_1772438128-ruam_campak_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523071/original/048232900_1772787980-Deluxe_plus_Model.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760147/original/069717400_1709453620-000_34KK8VE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4799575/original/075150300_1712765385-Screenshot__658_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529807/original/042591200_1773381736-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529202/original/015343700_1773311512-3.Penyerahan_Donasi_oleh_Panasonic_Gobel_Group_ke_Palang_Merah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524468/original/043796900_1772950171-unnamed-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535182/original/016607700_1773941635-Depositphotos_771715034_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500560/original/005975500_1770870262-Gemini_Generated_Image_7s2mqt7s2mqt7s2m.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166073/original/084669500_1663746850-Liverpool_-_Ilustrasi_Logo_Liverpool_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533083/original/008363000_1773722541-1_bpom.jpg)