Pesan Menekraf untuk Lulusan Baru yang Ingin Sukses di Industri Kreatif

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengajak para lulusan baru Institut STIAMI menjadi motor penggerak ekonomi kreatif melalui inovasi dan kewirausahaan. Dalam orasi ilmiah pada Wisuda Institut STIAMI ke-49 di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026, ia menegaskan bahwa generasi muda berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing nasional, dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

"Ekonomi kreatif pada dasarnya adalah tentang anak muda dan gagasan. Sebagai digital native yang kreatif, visioner, dan adaptif, generasi Z dan Milenial memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan gagasan inovatif yang melampaui batas budaya maupun negara," katanya melalui siaran pers pada Lifestyle Liputan6.com, Kamis.

"Karena itu," ia menyambung. "Di tengah era disrupsi digital ini, para wisudawan ditantang untuk mengoptimalkan potensi tersebut agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru."

Teuku Riefky menjelaskan, ekonomi kreatif berkembang dengan mengandalkan ide, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Menurut dia, karakter tersebut menjadi modal utama bagi lulusan baru untuk menghadapi dinamika industri yang terus berubah akibat perkembangan teknologi digital.

Maka itu, ia mendorong para wisudawan agar mampu mengubah pengetahuan yang diperoleh selama kuliah menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru.

Ia juga menilai momentum bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2045 harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif. Dengan lebih dari 53 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif, pemerintah melihat sektor tersebut berpotensi menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja.

Kemampuan Generasi Z dan Milenial

Juga, menjadi solusi dalam mengurangi tingkat pengangguran, khususnya pada kelompok usia 15 hingga 39 tahun. Potensi itu semakin besar karena kebutuhan industri kreatif dinilai sejalan dengan karakter generasi muda saat ini.

Generasi Z dan Milenial dikenal memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, serta memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai aktivitas. Kondisi tersebut tercermin dari komposisi tenaga kerja pegiat ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 yang didominasi generasi Milenial dan Gen Z dengan porsi mencapai 63 persen.

Di kesempatan tersebut, Menekraf menyampaikan tiga pesan utama pada para lulusan sebagai bekal menghadapi persaingan di masa depan. Ia meminta para wisudawan terus meningkatkan kemampuan agar mampu mengikuti perkembangan yang berlangsung cepat.

Selain itu, mereka juga didorong berani menciptakan peluang usaha sehingga tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan yang tersedia. Di samping itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan membangun karakter yang kuat sebagai fondasi dalam menjalankan karier maupun bisnis.

Agen Perubahan

"Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang menghubungkan ilmu dari kampus ke masyarakat, industri, hingga pasar global," tegas Teuku Riefky.

Untuk mendukung lahirnya lebih banyak pelaku industri kreatif, pemerintah menjalankan delapan kebijakan strategis melalui Asta Ekraf. Kebijakan tersebut mencakup penguatan data, penyempurnaan regulasi, pengembangan talenta, pembangunan infrastruktur, perlindungan kekayaan intelektual, perluasan akses pembiayaan, pengembangan pasar, serta kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) juga menyiapkan Program Flagship Ekraf 2027 sebagai langkah memperkuat ekosistem industri kreatif nasional. Program tersebut meliputi aktivasi desa kreatif, pengembangan creative hub, Creative by Indonesia, bantuan sarana produksi kreatif, penguatan kelembagaan, serta diplomasi ekonomi kreatif.

Berbagai program itu diharapkan mampu memperluas ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan ide kreatif menjadi produk dan usaha yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

Menangkap Peluang di Sektor Ekonomi Kreatif

Rektor Institut STIAMI, Sylvia Murni, menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, arahan yang disampaikan Menekraf menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memanfaatkan peluang yang terus berkembang di sektor tersebut.

"Kami bangga dan mendukung penuh arahan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, dan kami berharap para wisudawan ke-49 mampu menangkap peluang di sektor kreatif ini untuk menjadi akselerator SDM yang unggul, serta berintegritas," ujar Sylvia.

Dengan dukungan kebijakan, penguatan ekosistem, serta kesiapan sumber daya manusia, sektor ekonomi kreatif diharapkan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |