JXB 2026 Resmi Dibuka, Brand Kecantikan Lokal Mendominasi

17 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya resmi membuka Jakarta X Beauty (JXB) 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juli 2026. Ajang tersebut bertujuan memperkuat ekosistem industri kecantikan nasional dan mendorong brand lokal menembus pasar global.

Tahun ini, JXB yang diselenggarakan sejak 2011 menggelar pameran yang ke-11 kalinya. Sebanyak 400 brand berpartisipasi dalam gelaran tahun ini dengan 70 persen di antaranya merupakan brand lokal. Menurut Riefky, 23 brand yang berpartisipasi di antaranya belum pernah hadir di event itu sebelumnya. 

"Ini merupakan bentuk komitmen penyelenggara untuk terus mengangkat brand lokal Indonesia,” ujar Menteri Ekraf dalam keterangan tertulis dikutip Lifestyle Liputan6.com, Jumat (3/7/2026).

Menteri Ekraf menilai JXB menjadi bukti bahwa industri kecantikan menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, riset, desain, hingga penguatan identitas merek. Melalui ajang ini, brand lokal tidak hanya memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga membangun jejaring bisnis dan memperluas peluang menembus pasar internasional.

"Harapannya, local hero bisa go national dan local champion bisa go global. Antusiasme yang ditunjukkan melalui target sekitar 120 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraan juga menunjukkan bahwa industri kecantikan Indonesia terus berkembang. Hari ini kita bisa mengklaim Jakarta X Beauty bukan lagi hanya event beauty terbesar di Indonesia, tetapi juga terbesar di dunia," imbuh Riefky.

JXB 2026 Digelar 4 Hari

CEO Trans Digital Lifestyle Group & Female Daily Network, Putri Tanjung, mengatakan JXB 2026 menghadirkan berbagai inovasi melalui kehadiran brand-brand baru, special treatment, serta beragam aktivitas interaktif selama empat hari penyelenggaraan.

"Jakarta X Beauty kini menjadi the biggest beauty event in the world. Kami berharap Jakarta X Beauty 2026 dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk mendukung brand lokal Indonesia," ujar Putri.

Selama empat hari penyelenggaraan, JXB menghadirkan pameran produk kecantikan, peluncuran produk, beauty talk, workshop, sesi edukasi, hingga berbagai pengalaman interaktif yang mempertemukan pelaku industri, kreator, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi untuk memperkuat industri kecantikan Indonesia.

Sementara itu, lebih dari 80 jenama unjuk gigi di acara Masa Singapore 2026, ajang pameran bakat kreatif terbaik Indonesia di bidang fesyen, seni, musik, desain, hingga kuliner. Ada dua lokasi kegiatan, yakni Takashimaya Shopping Center dan Gardens by the Bay, Singapura.

Daftar Brand Lokal Indonesia yang Berpameran di Singapura

Berlangsung dari 2 Juli hingga 10 Agustus 2026, TimeOut menyebut Masa Singapore 2026 sebagai 'salah satu pameran budaya kontemporer Indonesia terbesar yang pernah diadakan di Singapura'. Dikutip Selasa, 30 Juni 2026, rangkaian acara dimulai di Takashimaya Shopping Center, kawasan Orchard Road, pada 2--5 Juli 2026.

Bazar itu menghadirkan label beken Indonesia, dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Dari bidang fesyen diwakili antara lain Buttonscarves, Calla, Nusaè, Hijack, Cita Tenun Indonesia, dan Toba Tenun. Sementara, seni dan budaya diwakili di antaranya oleh Whiteboard Journal, Darbotz, Mizuma Gallery dan Museum of Toys. Berikutnya, mewakili kuliner dan kriya, di antaranya ada Acaraki, Suasana Kopi, Rumah Koffie, Santai Furniture, MAIKA dan institusi kuliner Indonesia Sederhana.

"Ini adalah perpaduan yang hebat antara nama-nama yang sudah mapan, studio independen, dan para kreator lokal, menurut kami," tulis Time Out.

Dari Instalasi hingga Seni Pertunjukan

Masa Singapura 2026 bakal dilanjutkan pada 4 Juli hingga 10 Agustus 2026 di Gardens by the Bay. Flower Dome akan berubah menjadi 'Orchid Extravaganza: Rhythm of the Rainforest', dengan lebih dari 7.000 anggrek mekar di samping replika arsitektur ikonis dan landmark budaya Indonesia, seperti gerbang gapura ala Bali, rumah tradisional Batak dan Sumbawa, serta sembilan patung anyaman yang dibuat 27 perajin Bali dengan teknik tenun berusia berabad-abad.

Festival itu juga menggelar Masa Sound, serangkaian pertunjukan musik live yang akan menempati Glassdome pada 12 Juli 2026. Acara itu menampilkan penyanyi-penulis lagu Singapura Lullaboy bersama artis-artis Indonesia seperti Marbles, Matter Mos, dan Pengayoman.

Di tempat lain di sekitar kota, akan ada pameran galeri, festival ilustrasi, diskusi seniman, pertunjukan fotografi, penandatanganan buku, pop-up perhotelan, dan pengambilalihan SoundBar oleh Subo Family, sebuah bar musik Indonesia. Terkait penyelenggaraan itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mendukung penuh.

"MASA merepresentasikan babak baru kreativitas Indonesia di panggung dunia. Dengan kekayaan budaya dan semangat gotong royong, kita bergerak dari talenta individu menuju dampak kolektif. Singapura menjadi pintu gerbang, dan dengan dukungan berbagai pihak, kita siap membawa inspirasi lokal menjadi gerakan global," ujar Irene, Sabtu, 27 Juni 2026, dikutip dari siaran pers Kementerian Ekonomi Kreatif, Selasa (30/6/2026).

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |