Jerawat Mengintai karena Pakai Masker, Ini Cara Mencegah Maskne

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Masker menjadi salah satu perlindungan penting dari paparan virus pernapasan. Namun, pemakaian dalam waktu lama juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Area wajah yang tertutup masker bisa menjadi lebih lembap dan rentan mengalami jerawat, kulit kering, pengelupasan, ruam, dan rasa gatal.

Masalah jerawat yang muncul akibat penggunaan masker dikenal sebagai maskne, istilah yang merupakan gabungan dari kata mask dan acne, melansir CBS News, Rabu (9/9/2026). Kondisi tersebut terjadi ketika panas dan kelembapan terperangkap di area wajah yang tertutup masker.

Gesekan antara bahan masker dan kulit juga dapat memperparah iritasi, terutama ketika masker terkena minyak, keringat, dan kotoran. Risiko maskne lebih tinggi pada orang yang memiliki kulit mudah berjerawat, berminyak, kering, atau sensitif.

Perawatan kulit yang tepat dapat membantu menjaga wajah tetap sehat dan nyaman meski harus mengenakan masker dalam waktu lama. American Academy of Dermatology menyarankan membersihkan wajah secara rutin menggunakan pembersih yang lembut dan bebas pewangi.

Setelah mencuci wajah, aplikasikan pelembap bebas pewangi dengan label non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori. Pelembap dengan kandungan ceramide, hyaluronic acid, atau dimethicone dapat menjadi pilihan untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.

Teksturnya juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Gel cocok untuk kulit berminyak, lotion dapat digunakan pada kulit normal atau kombinasi, sedangkan krim lebih sesuai untuk kulit kering. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga skin barrier, sekaligus mengurangi risiko iritasi selama penggunaan masker.

Produk yang Sebaiknya Dihindari

Penggunaan makeup di area wajah yang tertutup masker sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat dan memicu jerawat. Perhatikan pula produk perawatan kulit yang digunakan saat wajah tertutup dalam waktu lama.

Hindari produk dengan kandungan yang terlalu keras, seperti eksfoliator, chemical peel, atau retinoid, ketika kulit sedang sensitif. Penggunaan bahan aktif tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi akibat gesekan dan kondisi lembap di balik masker.

Jika kulit mulai menunjukkan tanda-tanda iritasi, frekuensi pemakaian retinoid maupun produk aktif lainnya dapat dikurangi. Pemilihan masker juga penting untuk menjaga kenyamanan kulit.

Gunakan masker dengan ukuran yang pas dan tidak terlalu ketat agar tidak menimbulkan gesekan berlebih. Untuk masker kain, pilih bahan lembut dan memiliki sirkulasi udara baik, seperti katun, terutama pada bagian yang bersentuhan langsung dengan kulit.

Beri Istirahat pada Kulit

Jika harus mengenakan masker dalam waktu lama, beri kesempatan kulit untuk beristirahat. Lepaskan masker selama sekitar 15 menit setiap empat jam, selama berada di tempat yang aman dan memungkinkan untuk melakukannya.

Kebersihan masker juga perlu diperhatikan. Masker kain sebaiknya dicuci setelah digunakan, sementara masker sekali pakai perlu dibuang setelah pemakaian. Penggunaan kembali masker dapat membuat minyak, makeup, dan berbagai partikel menumpuk sehingga meningkatkan risiko iritasi pada kulit.

Hindari pula menggunakan masker yang sudah basah atau kotor. Selain menurunkan fungsi perlindungannya, kondisi tersebut dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.

Bagi yang memiliki jerawat atau masalah kulit lain di area tertutup masker, tetap ikuti perawatan dari dokter kulit. Jika kondisi semakin parah atau mengalami iritasi, segera konsultasikan kembali dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Hindari Memencet Jerawat

Menjaga kebersihan pori-pori menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mencegah munculnya jerawat. Eksfoliasi dapat dilakukan beberapa kali dalam seminggu sesuai kebutuhan kulit.

Produk dengan kandungan salicylic acid yang tidak perlu dibilas, seperti toner atau serum, juga bisa digunakan untuk membantu mencegah penyumbatan pori-pori dan munculnya jerawat baru.

Saat jerawat mulai muncul, hindari kebiasaan memencet atau terlalu sering menyentuhnya. Gunakan produk perawatan yang memang diformulasikan untuk menangani jerawat di area tersebut.

Beberapa kandungan, seperti benzoyl peroxide, sulfur, dan salicylic acid, dapat membantu mengatasi bakteri penyebab jerawat sekaligus meredakan kemerahan. Perawatan yang tepat juga dapat mendukung proses pemulihan kulit dan membantu mengurangi risiko terbentuknya bekas jerawat.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |