Liputan6.com, Jakarta - Warong Nasi Pariaman yang terkenal sebagai warung nasi Padang tertua di Singapura akan kembali hadir secara tak terduga. Rumah makan legendaris ini menutup restoran lamanya di North Bridge Road pada Januari 2026 setelah beroperasi selama 78 tahun.
Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (26/6/2026), warung nasi Padang ini akan kembali melalui gerai pop-up selama tiga hari di The Great Food Assembly, sebuah festival kuliner baru yang digelar di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre pada 3 hingga 5 Juli 2026.
Acara tersebut akan menghadirkan berbagai merek makanan dan minuman halal serta milik pengusaha Muslim, termasuk kafe Pomegranate, toko roti Konditori, serta kafe burger dan sandwich Binge. Beberapa peserta bahkan akan menghadirkan replika mini restoran mereka lengkap dengan dekorasi dan identitas merek.
Pada festival kuliner ini, Warong Nasi Pariaman akan beroperasi dari sebuah stan biasa. Festival ini juga menyediakan area makan bersama yang dapat digunakan para pengunjung untuk menikmati hidangan mereka.
Kepada 8days.sg, pemilik Warong Nasi Pariaman generasi ketiga, Lenny Emrin (51), mengatakan keluarganya mendapat undangan dari penyelenggara untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.
"Setelah Warong Pariaman tutup, kami diundang oleh penyelenggara The Great Food Assembly untuk menjadi bagian dari acara mereka di Suntec pada 3 hingga 5 Juli," ujarnya.
"Acara ini memberi kami kesempatan untuk terus memperkenalkan warisan Warong Pariaman yang kaya serta resep-resep tradisional kami kepada pelanggan lama maupun pengunjung baru."
Banyak Pelanggan Minta Rumah Makan Kembali Dibuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490447/original/076063100_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051446788715.jpg)
Perbesar
Menurut Lenny, undangan tersebut datang ketika banyak pelanggan masih berharap rumah makan kesayangan mereka bisa kembali hadir dalam bentuk apa pun.
"Banyak pelanggan meminta kami buka kembali," katanya. "Ini memberi kami kesempatan untuk melakukannya lagi, meskipun hanya selama tiga hari."
Perasaan tersebut ternyata juga dirasakan pihak keluarga. Saat ditanya hal yang paling mereka rindukan dari mengelola Warong Nasi Pariaman, Lenny menjawab bahwa mereka paling merindukan para pelanggan.
"Yang paling kami rindukan adalah pelanggan setia kami dari berbagai kalangan dan lintas generasi. Banyak dari mereka yang bukan lagi sekadar pelanggan, tetapi sudah seperti keluarga dan teman bagi kami. Kami benar-benar merindukan suasana restoran dan hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun," tuturnya.
Didirikan pada 1948, Warong Nasi Pariaman dikenal luas sebagai rumah makan nasi Padang tertua di Singapura sebelum akhirnya tutup pada awal tahun ini. Usaha tersebut dirintis oleh kakek Lenny, Haji Isrin, yang merantau dari Pariaman, Sumatera Barat, ke Singapura. Restoran kemudian dikelola oleh generasi kedua sebelum akhirnya diwariskan kepada Lenny dan saudara perempuannya, Yanty Emrin (52).
Harga Bahan Baku Naik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490446/original/063175300_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051438394029.jpg)
Perbesar
Meski keluarga tidak pernah mengungkapkan secara terbuka alasan penutupan restoran, Lenny mengatakan bahwa mengelola rumah makan yang telah berdiri puluhan tahun itu semakin berat secara fisik. "Sepertinya semua sudah mulai kelelahan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rutinitas bangun dini hari dan memasak dalam jumlah besar setiap hari akhirnya menguras tenaga keluarga. "Persiapannya harus dimulai sangat pagi, dan memasak dalam jumlah besar setiap hari memang melelahkan."
Selain tuntutan fisik, Yanty juga menyebut kenaikan harga bahan baku sebagai salah satu faktor yang mendorong penutupan restoran. Ia menjelaskan bahwa masakan tradisional nasi Padang ala Pariaman menggunakan santan segar, bukan santan kemasan, yang harganya terus meningkat selama beberapa tahun terakhir.
Meski saat ini belum berencana membuka restoran permanen kembali, keluarga berharap kehadiran di festival tersebut dapat membantu melestarikan warisan Warong Nasi Pariaman. "Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap tetap bisa menjadi bagian dari warisan kuliner Singapura dan memastikan Warong Pariaman terus hidup untuk generasi mendatang," kata Lenny.
Lenny mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota keluarga kini sedang beristirahat dan menjalani pekerjaan paruh waktu setelah restoran ditutup. Namun, beberapa di antaranya masih menerima pesanan katering dalam skala kecil jika ada permintaan. Warong Nasi Pariaman juga masih melayani katering dan acara privat, bergantung pada ketersediaan keluarga.
Ia menambahkan bahwa sejumlah pihak telah menghubungi keluarganya untuk menawarkan pembukaan kembali Warong Nasi Pariaman sebagai restoran permanen. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan minat masyarakat, tetapi hingga saat ini belum ada keputusan apa pun," ujarnya.
Persiapkan Generasi Keempat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6315510/original/098683000_1779189625-RM_Sederhana.jpg)
Perbesar
Mereka menolak berkomentar ketika ditanya mengenai Sederhana, restoran nasi Padang asal Indonesia yang kini menempati bekas lokasi Warong Nasi Pariaman, serta laporan yang menyebutkan beberapa mantan juru masak Warong Pariaman kini bekerja di sana. "Pertanyaan terkait Sederhana tidak relevan, jadi kami tidak akan menjawabnya," kata pihak keluarga.
"Saat ini kami fokus pada berbagai acara, dan kami ingin melatih generasi keempat terlebih dahulu," ujar Lenny. Generasi keempat yang dimaksud adalah anak-anak Lenny dan Yanty. Di antaranya putra Yanty, Aiman (21) dan Adam (19), serta putri Lenny, Safa (18), yang akan membantu selama acara pop-up di Suntec.
"Kalau datang ke acara nanti, kalian juga bisa bertemu dengan generasi keempat kami," kata Lenny sambil tertawa.
Selain belajar memasak, ketiganya juga akan mempelajari resep tradisional khas Padang milik Warong Nasi Pariaman, teknik memasak keluarga, serta aspek bisnis dalam mengelola usaha turun-temurun tersebut. Pada saat yang sama, Lenny mengatakan keluarganya juga terbuka untuk belajar dari generasi muda, terutama dalam hal memodernisasi bisnis mereka.
Keluarga berharap proses regenerasi kepada generasi keempat dapat memastikan resep dan tradisi Warong Nasi Pariaman tetap bertahan selama bertahun-tahun ke depan.
Akan Sajikan 5 Menu Andalan di Acara Pop Up
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480097/original/052361100_1769038445-warong_nasi_pariaman1.jpg)
Perbesar
Kepada 8days.sg, keluarga mengungkapkan bahwa mereka akan menyajikan lima menu andalan Warong Nasi Pariaman selama acara pop-up, yaitu Ayam Bakar (14 dolar Singapura untuk dua potong), Ayam Gulai (14 dolar Singapura untuk dua potong), Sambal Belado (12 dolar Singapura per botol), Dendeng Balado (20 dolar Singapura untuk 400 gram), serta Rendang Daging yang menjadi menu paling terkenal (30 dolar Singapura untuk lima potong).
Pengunjung dapat memesan menu secara satuan seperti di warung nasi Padang pada umumnya atau memilih paket makanan. Paket Rendang dibanderol 13 dolar Singapura, sedangkan paket Ayam Bakar dan Ayam Gulai masing-masing dijual seharga 14 dolar Singapura.
Meski Warong Nasi Pariaman tidak lagi menggunakan metode memasak dengan arang seperti saat masih beroperasi di restoran lamanya, Lenny memastikan seluruh hidangan tetap dibuat menggunakan resep asli keluarga.
Seluruh menu akan dimasak segar di lokasi selama tiga hari penyelenggaraan acara, meski jumlahnya dibatasi setiap hari.
Karena itu, para penggemar yang ingin kembali menikmati hidangan khas Warong Nasi Pariaman disarankan datang lebih awal sebelum seluruh menu habis terjual. The Great Food Assembly akan berlangsung pada 3 hingga 5 Juli 2026 di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre Hall 405. Festival dibuka setiap hari pukul 12.00 hingga 22.00 waktu setempat dan tidak dikenakan biaya masuk.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8579153/original/011019400_1782538251-david-foodphototasty-anwDgZD64Rs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/4630913/original/033516700_1698765136-IMG_8105.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407274/original/068335200_1762682484-Gultik_Pak_Agus_Budi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472985/original/073839900_1782381702-ZwuAaWZbIq5FPW3tK258XhcHL0gSMkYavfHvW7xV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3358515/original/082824300_1611556040-pexels-rajesh-tp-2098085.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8570341/original/004671900_1782523476-Wonderlab_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472987/original/018675400_1782381705-xC0eVRzAvNoQIfakF7kRTC9RP0ulgisacs5EmKPt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/8566460/original/001456900_1782516836-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_05.26.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8563560/original/038389600_1782512243-000_B8FU89E.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/8530462/original/032146000_1782462875-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_15.09.49.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8525189/original/026743800_1782455197-usha_vance.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472949/original/085074100_1782381643-pB225rIaZ8UEMT1dgUrP3VqWw1Gp1CoQYdRiW28O.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6195150/original/031318500_1779074774-AFP__20260517__B34H4EW__v3__MidRes__TopshotFranceFilmFestivalCannes2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472944/original/061159100_1782381635-NqQ2TSmTASrjCYEPmxV1QmNbHfWsMgesTi4b8wf1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472956/original/097790600_1782381652-QbtxfTLZc62Ctbt3kEK7pgkVWIiGmF73UcKZOCqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8534072/original/000482900_1782468097-unnamed__19_.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472954/original/034424200_1782381650-D4m5diVWyrq8oyW8lb575ohNxLaJoqRPIEPDhDsj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472953/original/007993800_1782381649-UxAr0nEeWJWHS0Tx88l8qRL7xjSMVbpeknZBNEsl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472966/original/072299700_1782381677-t4MNRGwNkwcYwNpDadSVx4ITLWqyX6ZoPWCqOcaz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472982/original/098987600_1782381698-DWfOjk5iRC6piZ5Q80VarWfTEm4bBWEC61uCU79D.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535189/original/057591700_1773942599-Depositphotos_271642688_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526523/original/079569800_1773124602-181773-2__Dok._Destination_New_South_Wales___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530503/original/013584800_1773455795-Tepung_Terigu_Matang_Disangrai.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533047/original/026098100_1773720855-ginjal__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527653/original/046595100_1773209806-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_11.24.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521606/original/011968200_1772694581-unnamed_-_2026-03-05T135903.240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517728/original/058219800_1772438128-ruam_campak_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527628/original/088045100_1773208952-taruna_idul_fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760147/original/069717400_1709453620-000_34KK8VE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523071/original/048232900_1772787980-Deluxe_plus_Model.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4276088/original/087489800_1672296030-20221229-Revitalisasi-Pasar-Faizal-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516147/original/045962400_1772261219-ruam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4799575/original/075150300_1712765385-Screenshot__658_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5201337/original/054263600_1745817191-Tepung_Serbaguna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515309/original/049855400_1772169897-SnapInsta.to_639735553_18573649042051578_3132949860167775320_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516242/original/088392400_1772269438-HS_Camilan_-_Randy_Darwijaya.jpg)