Usia Calon Ratu Norwegia Mette-Marit Diprediksi Tersisa 1 Tahun Lagi

21 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit makin memburuk. Calon Ratu Norwegia itu bahkan diprediksi hanya bisa bertahan hidup hingga satu tahun ke depan meski telah dimasukkan dalam daftar tunggu transplantasi paru-paru.

Mengutip Daily Mail, Minggu (7/6/2026), Mette-Marit didiagnosis menderita fibrosis paru, penyakit progresif yang merusak dan membentuk jaringan parut pada jaringan paru-paru, pada 2018. Penyakit itu dapat menyebabkan masalah pernapasan yang serius dan belum ada obat untuk menyembuhkannya.

Ia telah menangguhkan tugas-tugas resminya dan pembaruan medis baru hanya akan diberikan setelah transplantasi paru-paru dilakukan, demikian pernyataan dari Istana Kerajaan Norwegia pada Jumat, 5 Juni 2026. Setelah keluar dari rumah sakit, 'akan ada periode rehabilitasi dan pelatihan yang lebih lama' di mana 'pada awalnya tidak akan ada pembaruan.'

"Putri Mahkota mengalami perburukan fibrosis paru yang signifikan selama enam bulan terakhir. Kita melihat dalam gambar bahwa lebih banyak jaringan parut telah berkembang selama setahun terakhir," kata spesialis paru-paru Dr. Are Holm di Rumah Sakit Universitas Oslo seperti dikutip oleh penyiar publik Norwegia NRK.

Ia menambahkan bahwa mereka yang masuk daftar tunggu transplantasi paru-paru dianggap sangat sakit sehingga kemungkinan hanya memiliki waktu hidup satu tahun lagi. Dr. Holm menjelaskan bahwa rumah sakit berpedoman untuk memprioritaskan orang-orang dalam daftar tunggu.

Namun, ia mengatakan bahwa tidak mungkin untuk memprediksi kapan ia dapat menjalani transplantasi, karena tergantung pada 'organ yang sesuai tersedia'. Ia juga mengatakan bahwa saat ini waktu tunggu relatif singkat dan mereka 'mengikuti protokol dengan tepat dalam kasus ini'.

Pengakuan Putra Mahkota Norwegia

Sebelumnya, Putra Mahkota Haakon dengan sedih mengungkapkan pekan lalu bahwa kondisi Putri Mahkota telah memburuk secara signifikan, hanya sepuluh hari setelah Mette-Marit difoto mengenakan selang oksigen pada parade anak-anak Hari Konstitusi nasional pada 17 Mei 2026.

"Putri Mahkota sakit parah, dan saya pikir kondisinya sedikit memburuk akhir-akhir ini. Jadi saya khawatir tentang kesehatannya," kata Putra Mahkota Haakon terus terang pekan lalu.

"Dan enam bulan ini berjalan cukup baik, menurut saya. Tetapi ada berbagai fase. Jadi kita hanya perlu mencoba menyelesaikannya sebaik mungkin."

Ketika seorang reporter menanyakan apakah anggota kerajaan itu dapat dimasukkan ke dalam daftar tunggu transplantasi paru-paru, Pangeran Haakon menjawab, "Itu terserah dokter, itu pertanyaan medis. Jadi merekalah yang memutuskan kapan itu harus terjadi, kapan itu tepat. Tapi saya pikir kondisinya semakin memburuk akhir-akhir ini, sayangnya."

Putra Sulung Mette-Marit Diseret ke Meja Hijau

Kondisi tersebut bisa dibilang masa tersulit bagi takhta Norwegia di zaman modern, terutama setelah putra sulung Mette-Marit, Marius Borg Høiby, diseret ke meja hijau atau dakwaan pemerkosaan dan pelecehan seksual pada Juni tahun lalu. Ia diadili di Oslo pada Februari 2026 atas berbagai pelanggaran, termasuk tuduhan pemerkosaan.

Høiby (29) adalah putra sulung Putri Mahkota Mette-Marit dari hubungan sebelumnya dan tidak memiliki gelar kerajaan atau tugas resmi. Anak tiri Putra Mahkota Haakon itu terus diawasi sejak ia berulang kali ditangkap pada 2024 atas tuduhan awal penganiayaan dan perusakan properti.

Dakwaan tersebut mencakup empat tuduhan pemerkosaan, empat kasus penyerangan seksual, dan dua kasus penganiayaan fisik. Pengadilan Norwegia dijadwalkan akan memberikan putusan dalam persidangan pemerkosaan Høiby pada 15 Juni 2026.

Tantangan semakin intensif awal tahun ini, ketika hubungan intim calon Ratu dengan mendiang pedofil Jeffrey Epstein, terungkap - dengan satu email yang dirilis dalam Epstein Files. Email itu menunjukkan bahwa ia masih berhubungan dengan Epstein tersebut beberapa bulan sebelum kematiannya.

Terseret Skandal Jeffrey Epstein

Meskipun diketahui bahwa Putri telah berkorespondensi dengan Epstein, keintiman email tersebut menghancurkan anggapan bahwa keduanya hanyalah rekan, dengan mendiang pedofil tersebut menyebutnya sebagai 'menyimpang' dan 'bukan bangsawan biasa'. Sang putri akhirnya meminta maaf pada Februari lalu usai dikritik publik secara tajam.

Pengungkapan tersebut, yang menurut Putri Mahkota 'memalukan' dan 'menunjukkan penilaian yang buruk', telah memberikan tekanan yang sangat besar pada monarki Norwegia, terjadi pada minggu yang sama ketika putra Mette-Marit diadili atas tuduhan pemerkosaan terhadap empat wanita.

Bulan lalu, Mette-Marit bersama suami dan putranya, Pangeran Sverre Magnus (20) tampil di depan publik untuk parade konstitusi—salah satu penampilan publik pertamanya, dengan mengenakan masker oksigen untuk membantu pernapasannya di acara publik. Mereka menyaksikan parade anak-anak dari kediaman mereka, Skaugum di Oslo, Norwegia.

Ketiganya menunjukkan ketabahan, melambaikan tangan ke arah kamera dengan senyum lebar, di tengah masa yang sangat menantang bagi keluarga kerajaan Norwegia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |