Tren Diet Bible, Diklaim Bikin Tubuh Lebih Sehat dan Berat Badan Turun

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Diet Bible atau diet alkitab kini mulai populer sejak diperkenalkan sejumlah influencer gaya hidup termasuk Kayla Bundy. Bagi Kayla, menjaga pola makan bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga bagian dari menjalankan nilai-nilai spiritual. Ia meyakini tubuh manusia merupakan bait suci yang perlu dijaga dengan baik, termasuk melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.

"Panduan makan berdasarkan Alkitab pada dasarnya adalah kembali kepada apa yang dirancang Tuhan sebelum industri makanan modern mengubah cara kita makan," ujar Kayla kepada NY Post, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.

Perempuan berusia 27 tahun yang berasal dari Michigan, Amerika Serikat, dan kini tinggal di Bali, Indonesia, itu mengaku mulai mengubah pola makannya sekitar delapan tahun lalu. Ia meninggalkan berbagai makanan olahan, minuman tinggi gula, serta makanan cepat saji yang sebelumnya menjadi bagian dari kesehariannya.

Es krim, minuman manis seperti frappuccino, hingga gorengan perlahan ia tinggalkan demi menerapkan pola makan yang lebih alami. Perubahan tersebut tidak hanya membantunya menurunkan berat badan, tetapi juga membuatnya merasa lebih sehat secara fisik dan spiritual.

Kini, Kayla menjadi salah satu tokoh yang cukup dikenal di komunitas Diet Bible, sebuah komunitas daring yang terus berkembang dan beranggotakan ribuan orang. Para pengikut tren ini berusaha menerapkan pola makan berdasarkan bahan pangan yang disebutkan dalam Alkitab, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, hingga madu.

Apa Itu Diet Bible?

Diet Bible merupakan pola makan yang tengah populer di kalangan masyarakat religius maupun nonreligius. Tren ini berkembang pesat di media sosial dan menarik perhatian banyak orang yang ingin menurunkan berat badan sekaligus menjalani gaya hidup yang lebih sehat menjelang musim panas 2026.

Pola makan ini berfokus pada konsumsi makanan alami yang disebutkan dalam Alkitab, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, produk susu alami, serta minyak sehat. Para pengikutnya meyakini bahwa kembali mengonsumsi makanan yang minim proses dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Sebaliknya, Bible Diet menganjurkan untuk membatasi atau menghindari makanan yang digoreng, tinggi gula, serta produk ultra-proses yang banyak ditemukan dalam pola makan modern. Karena itu, diet ini tidak hanya dipandang sebagai upaya menurunkan berat badan, tetapi juga sebagai cara untuk membangun hubungan yang lebih sadar antara pola makan, kesehatan, dan nilai-nilai spiritual.

Makanan Bersih Jadi Dasar Utama Bible Diet

Salah satu prinsip utama dalam Bible Diet adalah memilih makanan yang dianggap bersih berdasarkan ajaran dalam Alkitab. Para pendukung pola makan ini merujuk pada Kitab Imamat 11:3 yang menjelaskan bahwa hewan yang boleh dikonsumsi adalah hewan berkuku belah dan memamah biak.

Menurut ahli gizi klinis Josh Axe, kategori tersebut mencakup sapi, kerbau, domba, kambing, rusa, hingga antelop. Sebaliknya, sejumlah hewan, seperti babi, unta, kelinci, dan luak batu, dianggap tidak sesuai dengan pedoman makanan yang disebutkan dalam kitab suci.

Aturan serupa juga berlaku untuk hasil laut. Diet Bible memperbolehkan konsumsi ikan yang bersirip dan sisik, sementara kerang dan jenis makanan laut tertentu lainnya umumnya tidak termasuk dalam daftar yang dianjurkan. Untuk unggas, sebagian besar jenis burung diperbolehkan, kecuali burung pemakan bangkai seperti elang, burung nasar, gagak, dan beberapa spesies lainnya.

Para pengikut Bible Diet tidak hanya memandang pola makan ini sebagai cara untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga sebagai bentuk penghayatan spiritual. Mereka kerap mengutip ayat 1 Korintus 10:31 yang berbunyi, "Baik kamu makan, minum, atau melakukan apa pun, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah."

Bible Diet Disebut Mirip Diet Mediterania dan DASH

Popularitas Bible Diet tidak lepas dari kemiripannya dengan sejumlah pola makan yang selama ini dikenal menyehatkan. Diet ini kerap dibandingkan dengan Diet Mediterania yang menekankan konsumsi lemak sehat dan protein berkualitas, serta diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang dirancang untuk menjaga kesehatan jantung dan otak.

Menurut Brooke Paniri, ahli diet terdaftar dari Program Manajemen Berat Badan NYU Langone, prinsip utama Bible Diet sebenarnya sejalan dengan konsep pola makan sehat yang berfokus pada bahan pangan alami dan minim proses.

"Saat ini banyak makanan yang kita konsumsi diproduksi dengan teknik pengolahan modern yang tidak ada pada masa Alkitab. Dalam beberapa kasus, makanan ultra-proses dapat memicu peradangan dan berdampak buruk bagi kesehatan," ujar Brooke.

Pendekatan tersebut disebut membantu banyak orang menurunkan berat badan secara signifikan. Savanah Willow, misalnya, mengaku berhasil menurunkan sekitar 40 kilogram dalam sembilan bulan setelah menerapkan diet Alkitab. Sementara, Lucy Alexandria menyebut dirinya berhasil memangkas lebih dari 70 kilogram berat badan melalui kombinasi konsumsi makanan alami dan pengaturan porsi makan.

Aktor Hollywood Chris Pratt pernah mengungkapkan bahwa perubahan pola makan yang terinspirasi dari prinsip-prinsip dalam Perjanjian Lama menjadi salah satu faktor yang membantunya menurunkan berat badan hingga sekitar 27 kilogram saat mempersiapkan berbagai peran film.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |