SisBerdaya di Semasa Piknik 2026, Ajang UMKM Daerah Mengenal Konsumen Jakarta

4 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan kemeriahan acara Semasa Piknik 2026 di Lapangan Banteng Jakarta, DANA menantang 35 finalis SisBerdaya untuk menjajal pasar Jakarta. Peluang berjualan itu disambut baik oleh para finalis yang merupakan kumpulan perempuan pengusaha UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ini kan tahun ke-4 (Sisberdaya), jadi kita pengen setiap tahun ada perbaikan, ada inovasi. Mungkin dari kurikulum kita udah banyak perbaikan, dari perancangan atau desain programnya. Nah, kayanya menarik kalau misalnya sister-sister ini langsung disuruh praktik," kata Olavina Harahap, Direktur Komunikasi DANA, kepada Lifestyle Liputan6.com, Sabtu (27/6/2026).

Ola menyatakan sebelum berjualan di Semasa Piknik selama dua hari, pada 27--28 Juni 2026, 35 finalis diajak ke Jakarta untuk mempelajari sederet materi seputar mengelola bisnis, mulai dari branding, mengelola keuangan, hingga public speaking. Mereka juga diminta membawa dagangan mereka ke Jakarta sebagai model jualan.

"Menurut aku ya, pembeli Jakarta itu udah paling ribet, paling kritis, paling banyak maunya. Jadi, ya kita kasih kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan calon-calon pelanggan," ucap Ola.

Ia menekankan bahwa Semasa Piknik sebagai ajang belajar para finalis. Mereka tak ditargetkan mencapai omzet tertentu dan tak juga menjadi bagian penilaian di babak penentuan. Tujuannya lebih untuk mengenal karakter pembeli dan mendapat masukan langsung dari calon pembeli selama interaksi.

"Jadi pas pulang nanti benerin lagi, supaya bisa lebih bersaing lagi produknya," sambung Ola.

Kuliner Masih Mendominasi

Para finalis yang didatangkan ke Jakarta merupakan hasil seleksi dari 6.000 pendaftar program Sisberdaya 2026 yang dikerucutkan menjadi 180 orang. Mereka bisa lolos karena proposal bisnis yang diajukan dinilai paling meyakinkan, paling menarik, dan punya potensi berkembang.

"Kita minta mereka semua submit proposal bisnis mereka, kalau dapat bantuan modal, mau digunakan apa dan bercerita tentang bisnis mereka," kata Ola.

Sekitar 50 persen finalis berkecimpung di sektor kuliner. Hampir 20 persen berwujud kerajinan, sisanya beragam. "Ada servis, ada bimbel, ada penulis juga. Jadi, mereka jualnya novel. Ada juga konveksi yang B2B," urai Ola.

DANA menggandeng MercyCorps dalam menilai para finalis sekaligus keragaman industri agar SisBerdaya lebih merangkul lebih banyak sektor. Harapannya, ekosistem DANA pun ikut berkembang dengan kehadiran mereka, sejalan berkembangnya bisnis mereka.

"Yang sudah pernah dapat pelatihan sejauh ini terus kami pantau. Total sekitar 800 yang terus kita tanya bagaimana bisnis mereka. Rata-rata masih berjalan," kata Ola.

Hadiah Modal Kerja

Selepas jualan di Semasa Piknik, para finalis akan menghadapi sesi pitching yang berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Dalam sesi itu, proposal bisnis mereka kembali duji. Mana yang paling meyakinkan, akan ditetapkan sebagai juara dan berhak mendapat hadiah uang tunai sebagai modal kerja.

"Besarannya Rp 5 (juta) sampai Rp 40 juta, jadi bervariasi tergantung juara," ujar Ola.

Modal kerja menjadi salah satu cara DANA memberdayakan para perempuan pengusaha UMKM yang menurut data, mendominasi sektor itu hingga 60 persen. Ola menyebut meski jumlahnya besar, para perempuan pengusaha UMKM rata-rata masih menghadapi tantangan untuk bisa berkembang, baik secara akses pendanaan, pelatihan, hingga pemasaran.

Hadiah odal kerja sejauh ini membantu para pengusaha. Setidaknya itu dirasakan Tries Yuliany F yang memiliki bisnis kerajinan tangan berlabel TriesHands. Ia merupakan juara 1 Sisberdaya 2024 yang mendapat hadiah dana Rp 20 juta.

"Itu kan dana cair. Kita bisa beli alat, beli bahan yang sampai sekarang masih ada. Jadi, saya langsung stok bahan baku yang bentuknya kain," katanya.

Berkembang Usai Dikenal

"Untungnya beli dulu, kalau enggak sekarang udah naik lagi kan karena dolar naik. Aksesori juga kena karena kebanyakan impor," imbuh Tries yang kini terpaksa menaikkan harga produknya 20 persen karena imbas dolar naik.

Tries juga mendapatkan keuntungan tambahan dari menjadi pemenang SisBerdaya, yakni promosi produk. Produk andalannya adalah pouch berbahan tenun banten dan batik, serta aksesori. 

"Nama kita lebih dikenal. Jadi saya kan tinggalnya di Tangsel, mereka bilangnya, oh yang menang SisBerdaya. Mereka jadi langsung kepo, apa sih produknya," celoteh Tries.

Terlepas dari itu, materi-materi pelatihan yang diterimanya semasa menjadi finalis dulu juga bermanfaat dalam mengembangkan usahanya. Ia kini tak hanya menerima pesanan atau menjual produk, tetapi juga menyediakan jasa workshop membuat kerajinan tangan. Pihaknya menyediakan DIY kit untuk memudahkan peserta.

"Sekarang yang lagi rame itu bag charm. Jadi, saya siapkan basic DIY kit-nya... Kalau itu biasanya satu pack sekitar Rp 100 ribu--Rp 150 ribu per orang tergantung banyak beads," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |