Revitalisasi Ruang Museum Nasional Indonesia yang Terbakar Bakal Dibiayai Danantara

12 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Masih ingat dengan kebakaran yang melalap Gedung A Ruang Prasejarah Museum Nasional indonesia pada Sabtu malam, 16 September 2023? Ruangan itu ternyata belum direvitalisasi hingga saat ini. Rencananya, proyek pemulihan kembali ruangan yang terbakar akan didanai oleh Danantara Indonesia Trust (Yayasan Danantara Trust Fund).

Hal itu terungkap usai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Museum dan Cagar Budaya dengan Yayasan Danantara Trust Fund. Penandatangan tersebut berlangsung dalam rangka peluncuran kemitraan strategis Danantara Indonesia Trust bersama berbagai mitra di bidang kesehatan, pendidikan, dan pembelajaran berbasis budaya.

"Bersama Museum dan Cagar Budaya, kami memulai kolaborasi untuk memperkuat akses publik terhadap pengetahuan seni budaya dan ruang pembelajaran yang lebih terbuka bagi masyarakat, termasuk melalui pengembangan ruang perpustakaan dan pembelajaran publik di Museum Nasional sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia," kata Ketua Pengurus Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, di Jakarta, kemarin, dikutip dari siaran pers Kemenbud, Selasa (26/5/2026).

Selain revitalisasi area gedung museum yang terdampak kebakaran, kerja sama dengan Danantara itu juga berlaku untuk pengembangan fasilitas perpustakaan museum. Tujuannya untuk menjadi pusat pengetahuan dan riset kebudayaan.

Dukungan itu disambut baik Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Danantara Indonesia Trust dan lembaga filantropi lainnya, menjadi kunci penting dalam memajukan kebudayaan Indonesia ke depan.

"Kita berharap dengan adanya Danantara Indonesia Trust dapat membangun kepercayaan dan mendorong semakin banyak filantropis untuk ikut memajukan kebudayaan nasional kita," kata Menbud.

Kerja Sama dengan Gates Foundation

Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa seluruh program Danantara Indonesia Trust diarahkan untuk menghasilkan dampak sosial yang berkelanjutan dan berkesinambungan bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, sejak didirikan pada Oktober 2025, Danantara Indonesia Trust berupaya membangun kolaborasi dengan mitra yang kredibel dan memiliki rekam jejak nyata dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Kami fokus pada tiga bidang utama, yaitu pendidikan termasuk kebudayaan, kesehatan, dan sanitasi. Kami ingin memberikan dampak yang besar terhadap bidangbidang yang menurut kami memang dibutuhkan dan bisa dijadikan prioritas untuk program-program kami ke depan," ujar Rosan.

Rosan juga menjelaskan bahwa Danantara Indonesia Trust tengah membangun model filantropi yang profesional, kredibel, dan relevan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional, termasuk kerja sama dengan Gates Foundation. Menurutnya, keberadaan Danantara Indonesia Trust diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak lembaga filantropi untuk turut berkontribusi dalam pembangunan sosial dan kebudayaan Indonesia.

Insiden Kebakaran di Museum Nasional Indonesia

Kebakaran hebat melanda Gedung Blok A Prasejarah Museum Nasional Indonesia pada Sabtu malam, 16 September 2023. Itu adalah ruang pamer koleksi museum dengan bangunan semi permanen.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkamart) Jakarta Pusat saat itu, Asril Rizal mengungkapkan informasi awal kebakaran Museum Nasional itu diterima petugas pada pukul 20.00 WIB. Awalnya, pihaknya hanya mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dengan 32 personel diterjunkan dan tiba di lokasi pada pukul 20.07 WIB.

Selama proses pemadaman berlangsung, Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat kembali menerjunkan petugas tambahan dengan total 14 unit mobil damkar dengan 56 personel. Akhirnya, api kebakaran berhasil dikendalikan selama kurang lebih satu jam.

"Waktu pendinginan 21.47 WIB," ujar Asril.

Secara terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin menerangkan empat ruangan museum terbakar yang mengakibatkan atap ruangan roboh. Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui secara persis penyebab kebakaran museum prasejarah itu. Nantinya akan melibatkan sejumlah ahli untuk mengidentifikasi lebih lanjut.

Kerugian Akibat Kebakaran di Museum Nasional Indonesia Belum Bisa Dihitung

Pelaksana Tugas Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) saat itu, Ahmad Mahendra menyatakan bahwa jumlah kerugian dan koleksi museum yang terbakar akibat dari peristiwa tersebut masih belum bisa dipastikan. Hal tersebut dikarenakan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kondisi sekarang, kita sedang menunggu Puslabfor yang menginvestigasi, kami juga sedang identifikasi mana-mana saja yang terdampak, jadi kita berfokus terhadap pengamanan cagar budaya," ungkap Ahmad Mahendra pada konferensi pers di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Minggu, 17 September 2023.

Ia juga menyatakan bahwa jumlah pasti dari kerugian belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil dari inventaris. "Kerugiannya  belum bisa dihitung, kan (hasilnya) di inventaris, jadi kita enggak tahu, ternyata masih utuh semua enggak ada yang terbakar, kan kita enggak bisa (memutuskan) juga kan," jelasnya.

Mahendra menyebut setelah kebakaran, pihaknya membentuk tim untuk mengidentifikasi koleksi museum yang terdampak kebakaran. Insiden tersebut berdampak terhadap enam ruangan yang menampung koleksi prasejarah, namun ia mengatakan bahwa sebagian dari koleksi yang terbakar adalah koleksi replika. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |