Resep Kue Iwel-Iwel yang Kenyal dan Legit, Mudah Dibuat di Rumah

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Resep kue iwel-iwel yang kenyal dan legit ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Kue tradisional Jawa ini terbuat dari tepung ketan hitam yang dibungkus daun pisang, lalu dikukus hingga matang. Teksturnya padat, aromanya harum daun pisang, dan rasanya manis dari gula merah yang meleleh di dalam adonan.

Banyak orang mencari resep kue iwel-iwel yang kenyal dan legit karena kue ini mulai jarang ditemukan di pasaran. Padahal, bahan-bahannya mudah didapat dan proses pembuatannya tidak memerlukan peralatan khusus. Cukup dengan kukusan, mangkuk, dan beberapa lembar daun pisang, kue ini sudah bisa tersaji di meja makan.

Tidak heran jika kue ini masih bertahan sebagai salah satu jajanan tradisional yang paling banyak dicari hingga hari ini. Berikut ini resep kue iwel-iwel yang kenyal dan legit beserta tips anti-gagal yang bisa langsung Anda praktikan di rumah, seperti yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber (23/6/2026).

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

Sebelum mulai memasak, siapkan semua bahan berikut agar proses pembuatan berjalan lancar dan tidak perlu bolak-balik ke dapur saat adonan sudah siap.

Bahan utama:

- 250 gram tepung ketan hitam

- 50 gram tepung ketan putih

- 150 gram gula merah, sisir halus

-100 ml air hangat

- 1/4 sendok teh garam

- 1/2 sendok teh vanili bubuk

Bahan isian:

- 100 gram kelapa parut setengah tua

- 2 sendok makan gula pasir

- 1 lembar daun pandan, ikat simpul

Bahan pembungkus:

- 10–12 lembar daun pisang, potong ukuran 20x15 cm

- Lidi atau tusuk gigi untuk menyemat

Cara Membuat Kue Iwel-Iwel

Langkah 1: Siapkan Daun Pisang

Jemur atau layukan daun pisang di bawah sinar matahari selama 10 menit agar lentur dan tidak mudah sobek saat dilipat. Bisa juga dengan menyemprot permukaan daun menggunakan air panas, lalu lap hingga kering. Pisah bagian daun yang robek atau terlalu keras karena akan menyulitkan proses pembungkusan.

Langkah 2: Buat Isian Kelapa

Campur kelapa parut, gula pasir, dan daun pandan dalam wajan anti lengket. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk selama 5–7 menit hingga gula larut dan kelapa sedikit kering. Angkat dan biarkan dingin sebelum digunakan sebagai isian.

Langkah 3: Campur Adonan Tepung

Masukkan tepung ketan hitam, tepung ketan putih, garam, dan vanili ke dalam mangkuk besar. Aduk rata dengan sendok atau spatula. Tambahkan gula merah yang sudah disisir ke dalam campuran tepung tersebut.

Langkah 4: Tambahkan Air Hangat

Tuang air hangat sedikit demi sedikit ke dalam adonan tepung sambil terus diuleni dengan tangan. Hentikan penambahan air saat adonan sudah tidak lengket di tangan namun masih terasa lembut dan bisa dibentuk. Jika adonan terlalu kering, tambahkan satu atau dua sendok teh air. Jika terlalu basah, tambahkan sedikit tepung ketan hitam.

Langkah 5: Bentuk dan Isi Adonan

Ambil sekitar 2 sendok makan adonan, pipihkan di telapak tangan hingga berbentuk bulatan pipih. Letakkan satu sendok teh isian kelapa di tengah adonan. Lipat dan rapatkan tepi adonan hingga isian tertutup rapat, lalu bentuk menjadi oval atau silinder kecil.

Langkah 6: Bungkus dengan Daun Pisang

Letakkan satu bulatan adonan di atas selembar daun pisang. Lipat daun dengan cara memanjang, kemudian lipat kedua ujungnya ke bawah dan semat dengan lidi. Pastikan lipatan cukup rapat agar air dari kukusan tidak masuk ke dalam kue.

Langkah 7: Kukus Kue

Panaskan kukusan dengan air yang sudah mendidih. Tata bungkusan iwel-iwel di atas saringan kukusan dengan posisi lipatan daun menghadap ke bawah. Kukus selama 25–30 menit dengan api sedang hingga daun pisang berubah warna menjadi lebih gelap dan adonan matang merata.

Langkah 8: Dinginkan Sebelum Disajikan

Angkat kue dari kukusan dan biarkan dingin selama 10–15 menit sebelum dibuka. Proses pendinginan ini membuat tekstur kue menjadi lebih padat dan kenyal. Sajikan iwel-iwel pada suhu ruang untuk hasil terbaik.

Tips Supaya Kue Iwel-Iwel Kenyal dan Legit

Ada beberapa hal yang sering terlewat saat membuat kue ini. Perhatikan tips berikut agar hasilnya sesuai harapan.

- Gunakan tepung ketan hitam yang baru dan tidak menggumpal. Tepung yang sudah lama disimpan cenderung menghasilkan adonan yang kurang kenyal dan aroma tepungnya lebih menyengat. Periksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli.

- Jangan tuang semua air sekaligus ke dalam adonan. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus menguleni agar konsistensi adonan bisa dikontrol. Adonan yang terlalu basah akan sulit dibentuk dan menghasilkan kue yang lembek setelah dikukus.

- Gunakan gula merah asli, bukan gula merah kemasan yang sudah dicampur gula putih. Gula merah asli memberikan aroma karamel yang khas dan rasa manis yang lebih dalam pada adonan kue.

- Pastikan air dalam kukusan sudah benar-benar mendidih sebelum kue dimasukkan. Mengukus kue dalam kondisi air belum panas penuh akan membuat proses pemasakan tidak merata dan waktu kukus menjadi lebih lama.

- Jangan buka tutup kukusan selama proses pengukusan berlangsung. Uap panas yang keluar secara tiba-tiba akan membuat permukaan kue menjadi kasar dan teksturnya tidak rata.

- Pilih kelapa parut dari kelapa setengah tua, bukan kelapa muda atau kelapa tua. Kelapa setengah tua menghasilkan tekstur isian yang pas, tidak terlalu keras dan tidak terlalu berair.

- Setelah matang, jangan langsung membuka bungkus daun pisang. Biarkan kue dingin dulu di dalam bungkusnya agar uap di dalam daun terserap kembali ke kue dan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal.

Pertanyaan Seputar Kue Iwel-Iwel

1. Apa bedanya iwel-iwel dan klepon?

Keduanya sama-sama kue tradisional dari tepung ketan dengan isian gula merah. Perbedaannya ada pada cara penyajian dan pembungkus. Klepon direbus dalam air mendidih dan dibalur kelapa parut, sedangkan iwel-iwel dikukus dan dibungkus daun pisang tanpa balutan kelapa di luar.

2. Berapa lama kue iwel-iwel bisa bertahan?

Kue iwel-iwel bisa bertahan 1–2 hari pada suhu ruang jika masih terbungkus daun pisang. Jika disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas, kue ini bisa bertahan hingga 4–5 hari. Sebelum dimakan, kukus kembali selama 5 menit agar teksturnya kembali kenyal.

3. Apakah bisa membuat iwel-iwel tanpa isian?

Bisa. Beberapa resep tradisional memang membuat iwel-iwel tanpa isian karena rasa manis sudah berasal dari gula merah yang dicampur langsung ke dalam adonan tepung. Hasilnya tetap kenyal dan legit meski tanpa isian kelapa.

4. Mengapa adonan iwel-iwel mudah retak saat dibentuk?

Adonan yang retak biasanya disebabkan oleh terlalu sedikit air atau tepung ketan yang sudah terlalu lama disimpan. Tambahkan air hangat satu sendok teh sekaligus sambil diuleni hingga adonan kembali lentur. Jangan tambahkan air terlalu banyak sekaligus karena akan membuat adonan terlalu lembek.

5. Apakah daun pisang bisa diganti dengan plastik atau aluminium foil?

Secara teknis bisa, namun hasilnya akan berbeda. Daun pisang memberikan aroma khas yang menjadi bagian dari cita rasa iwel-iwel. Jika tidak ada daun pisang, gunakan daun pandan sebagai pengganti untuk tetap mendapatkan aroma alami, atau lapisi plastik tahan panas dengan sedikit minyak kelapa agar kue tidak menempel.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |