Prada Rilis Dalaman Baju Astronot NASA, Targetkan Orang-orang Super Kaya

10 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Prada kembali unjuk gigi terkait inovasi di dunia fesyen. Rumah mode Italia itu meluncurkan dalaman untuk pelapis baju astronot NASA yang akan pergi ke luar angkasa.

Peluncuran tersebut menggarisbawahi dorongan mereka tersebut menjadi brand fesyen mewah pertama yang memasuki industri luar angkasa. Sebelumnya, mereka pada 2024 meluncurkan pakaian antariksa yang dirancang untuk digunakan para astronot dalam misi orbit Bumi Artemis 3 NASA yang dijadwalkan meluncur pada 2027 dan mendarat di bulan Artemis 4 pada 2028.

"Kami benar-benar memiliki spektrum kemampuan dan pengetahuan yang luas," kata Lorenzo Bertelli, kepala pemasaran Prada di sebuah acara di toko Prada di Manhattan, dikutip dari NY Post, Senin (8/6/2026).

Pakaian dalam untuk astronot itu berpotongan ketat yang dibuat Prada bersama pengembang infrastruktur luar angkasa yang berbasis di Houston, Axiom Space. Pakaian pendingin tersebut memiliki tabung ventilasi yang dirajut ke dalam pakaian.

"Keahlian untuk mengembangkan produk eksplorasi luar angkasa 'dapat berasal dari banyak industri yang tampaknya tidak terkait', kata CEO Axiom Space, Jonathan Cirtain.

Peluncuran pakaian dalam untuk baju astronot NASA itu berlangsung di tengah perjuangan sektor barang mewah mempertahankan pasar. Setelah dua tahun berkontraksi karena tekanan pandemi, sektor ini menunjukkan perbaikan hingga perang Iran dimulai pada akhir Februari 2026 yang kembali mengganggu perjalanan dan menekan penjualan barang merah di luar Timur Tengah.

2 Faktor Pendorong Prada Masuk ke Dunia Luar Angkasa

Menurut ahli strategi merek mewah dan profesor pemasaran di Stern School of Business, Universitas New York, Thomai Serdari, keterlibatan Prada dalam perancangan dan produksi baju luar angkasa tersebut dinilai 'lebih dari sekadar inspirasi menjadi kemitraan nyata'. Merek itu memanfaatkan perkembangan industri eksplorasi dan pariwisata luar angkasa.

Serdari merujuk pada dua faktor yang memotivasi minat Prada dalam industri luar angkasa, yakni mendapatkan akses ke konsumen kaya yang mempertimbangkan perjalanan luar angkasa dan untuk menyelaraskan merek dengan pemikiran avant-garde. Perusahaan-perusahaan dari Blue Origin milik Jeff Bezos hingga SpaceX milik Elon Musk telah memanfaatkan pariwisata luar angkasa untuk kalangan kaya.

Dimulainya kembali eksplorasi ruang angkasa dan perjalanan manusia ke bulan "pasti akan menarik banyak perhatian," kata Luca Solca, kepala global barang mewah di Bernstein. Merek-merek mewah perlu tetap relevan dan terlihat, katanya.

Brand-brand Fesyen yang Ikut Tren Fesyen Ruang Angkasa

Perusahaan mode dan pakaian lainnya juga ikut serta dalam tren ruang angkasa. Under Armor telah bermitra dengan perusahaan penerbangan luar angkasa Virgin Galactic untuk menciptakan pakaian luar angkasa, sementara Columbia Sportswear telah bekerja sama dengan perusahaan eksplorasi ruang angkasa Intuitive Machines dalam teknologi kain luar angkasa.

Namun, masih belum jelas apakah pemain mewah lainnya akan mengikuti jejak Prada. "Dalam industri barang mewah, penting untuk menjadi yang pertama melakukan sesuatu, untuk menjadi pelopor tren," kata Serdari, seraya mencatat bahwa Louis Vuitton, Hermès, dan Chanel dari LVMH semuanya tertarik pada perjalanan luar angkasa, tetapi mereka kemungkinan akan menemukan cara baru untuk menembus pasar tersebut.

Sementara, misi luar angkasa Blue Origin menarik perhatian luas saat menerbangkan sejumlah perempuan pada Senin, 14 April 2025, waktu Amerika Serikat. Mereka yang ikut dalam misi itu di antaranya adalah Katy Perry dan Lauren Sanchez yang saat itu masih berstatus tunangan. Untuk momen tersebut, seluruh awak mengenakan baju antariksa rancangan rumah mode Monse, memberi sentuhan fesyen tinggi pada eksplorasi luar angkasa.

Detail Baju Antariksa Peserta Misi Luar Angkasa Blue Origin

Melansir Fox News, baju antariksa tersebut dirancang desainer Fernando Garcia dan Laura Kim yang berkolaborasi dengan Lauren Sanchez dengan bahan neoprene elastis tahan api. Desainnya ramping dan feminin, tanpa bantalan bahu, serta detail hitam di bagian lengan dan kaki, seperti baju Blue Origin sebelumnya.

Foto-foto mereka memakai baju antariksa dibagikan di akun Instagram Katy Perry dengan menuliskan, "Selamat Hari Penerbangan Antariksa Manusia Internasional. Selalu kagum dengan Alam Semesta dan keselarasannya."

Dalam foto-foto tersebut, Katy dan anggota lain menuliskan nama belakang mereka di bagian kanan depan pakaian terusan biru tersebut. Ada juga tulisan, "Blue Origin," di bagian lengan.

Sánchez juga membagikan video behind the scenes tentang reaksi publik mengenai baju antariksa tersebut. Menurut Sanchez, ia mendapatkan sambutan positif ketika dirinya mengenakan baju tersebut bersama Jeff Bezos, yang merupakan pemilik Blue Origin.

"Saya rasa seragam ini elegan, tapi juga membawa sedikit bumbu ke luar angkasa," ucapnya. Ia menambahkan, rancangan ini bukan hanya soal gaya, tapi juga cara baru menyuarakan ekspresi diri dalam sains dan teknologi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |