Piala Dunia 2026, Merah Muda Jadi Tren Warna Tak Terduga

18 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menghadirkan tren visual yang tidak biasa di lapangan hijau. Merah muda muncul sebagai salah satu warna yang paling mencuri perhatian, mulai dari sepatu pemain hingga jersey penjaga gawang.

Sejumlah pemain mengenakan perlengkapan bernuansa merah muda selama turnamen berlangsung. Pemain Inggris dan Ghana terlihat menggunakan sepatu berwarna fuchsia, sementara penjaga gawang Benjamin Asare dan Dominik Livaković tampil dengan jersey berwarna mencolok dalam pertandingan mereka masing-masing melawan Inggris, melansir Elle, Selasa, 30 Juni 2026.

Tren tersebut juga terlihat dari pilihan sepatu para pemain. Data menunjukkan, 365 dari 528 pemain yang tampil sebagai starter menggunakan sepatu sepak bola berwarna merah muda yang dirilis berbagai produsen menjelang Piala Dunia 2026.

Brendan Dunne dari platform penjualan ulang StockX mengatakan, warna merah muda menjadi salah satu pilihan paling diminati konsumen. "Di antara siluet sepatu sepak bola paling populer di platform kami, warna yang paling banyak terjual adalah merah muda," ujar dia.

Popularitas warna tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Pada 2024, Coloro bersama WGSN memprediksi "electric fuchsia" sebagai salah satu warna yang akan mendominasi tren pada 2026.

Prediksi itu kemudian terlihat dalam koleksi mode musim semi/panas 2026 yang banyak menampilkan warna merah muda dengan karakter kuat. Sejumlah rumah mode internasional menghadirkan warna tersebut dalam berbagai koleksi.

Cecilie Bahnsen menampilkan gaun merah muda bergaya petticoat, sementara Dries Van Noten menggabungkan nuansa fuchsia melalui celana pendek berkilau dan jubah penuh detail. MM6 Maison Margiela, Chloé, dan Fendi juga memasukkan warna merah muda dalam rancangan mereka. 

Meninggalkan Warna-Warna Tradisional

Kehadiran warna merah muda di sepak bola menjadi menarik karena olahraga ini selama bertahun-tahun lebih identik dengan warna-warna tradisional seperti hitam, putih, atau warna klub. Namun, perkembangan industri olahraga dan mode membuat pemain semakin bebas menggunakan warna sebagai bagian dari identitas.

Felicia Pennant, pendiri dan editor publikasi sepak bola dan mode SEASON zine, mengatakan klub dan produsen perlengkapan olahraga mempertimbangkan banyak faktor sebelum memilih warna produk. "Jika sebuah warna dianggap membawa kesuksesan, tim akan memperhatikannya," kata dia.

"Merek melakukan pengembangan produk secara mendalam dengan melihat reaksi psikologis terhadap warna dan menganalisis performa pemain," ujarnya. Menurut Pennant, penggunaan warna cerah dalam sepak bola tidak hanya berkaitan dengan tampilan, tapi juga bagaimana pemain ingin menampilkan karakter mereka di lapangan.

Sepatu Bola Berwarna Cerah

Data sebelumnya juga menunjukkan meningkatnya penerimaan terhadap sepatu sepak bola berwarna cerah. Pada musim 2019/2020, pemain Liga Primer Inggris yang mengenakan sepatu merah muda mencetak 636 gol, jauh lebih banyak dibandingkan pemain yang menggunakan sepatu hitam yang mencatat 36 gol.

Angka tersebut memang tidak membuktikan warna sepatu meningkatkan kemampuan pemain, tapi menunjukkan perubahan preferensi terhadap desain yang lebih berani. Adidas, Puma, Nike, Skechers, dan New Balance termasuk sejumlah merek yang menempatkan warna fuchsia dalam koleksi sepatu sepak bola mereka untuk Piala Dunia 2026.

Thomas Mace, Wakil Presiden Desain Adidas Football, mengatakan warna menjadi bagian dari cara pemain mengekspresikan diri di era sepak bola modern. "Di level tertinggi olahraga ini, visibilitas menjadi penting, bukan hanya bagi atlet yang menggunakan produk tersebut, namun juga pengalaman penggemar di stadion maupun melalui siaran," kata Mace. 

Performa dan Ekspresi Personal

Menurut dia, sepak bola saat ini semakin menggabungkan unsur performa dan ekspresi personal. Warna merah muda, kata Mace, berada di titik temu antara visibilitas, energi, dan kepercayaan diri.

Fenomena ini juga menunjukkan perubahan makna warna merah muda dalam budaya olahraga. Sebelumnya, warna tersebut sering dikaitkan dengan produk olahraga perempuan, bahkan dianggap sebagai pilihan yang membatasi identitas pengguna.

Pennant menilai penggunaan warna merah muda dalam ajang sepak bola terbesar dunia membantu mengubah persepsi tersebut.

Psikolog kognitif sekaligus penulis The Psychology of Fashion, Carolyn Mair, melihat perubahan serupa dalam budaya populer. Menurutnya, merah muda telah berkembang dari warna yang dianggap feminin menjadi simbol keberanian dan ekspresi diri.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |