Perjuangan Mantan Ratu Kecantikan Singapura Pulihkan Diri Usai Lepas dari Suami Toksik

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Akhir pekan lalu, media sosial dipenuhi ucapan Hari Ibu. Namun bagi Stephanie Teo, momen tersebut bermakna lebih personal. Fotografer sekaligus mantan ratu kecantikan asal Singapura itu membagikan video reflektif di Instagram tentang perjalanan hidupnya sebagai ibu tunggal dan perjuangannya membangun kembali hidup dari titik terendah.

Melansir CNA, Sabtu, 16 Mei 2026, dalam video tersebut, Stephanie mengungkap bahwa beberapa tahun lalu merasa 'kehilangan segalanya'. Ia memutuskan meninggalkan pernikahannya setelah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari mantan suaminya.

Keputusan itu diambil saat putrinya bahkan belum genap berusia satu bulan. Pada masa sulit tersebut, Stephanie mengaku hanya memiliki S$600 (setara Rp8,2 juta) di rekening banknya. Meski berada dalam kondisi penuh ketidakpastian, ia tetap memilih pergi demi memulai hidup baru bagi dirinya dan sang anak.

"Memilih menjadi ibu tunggal karena saya percaya meninggalkan pasangan adalah keputusan yang tepat," tulis Stephanie Teo dalam salah satu unggahan videonya.

Ia menegaskan bahwa perjalanan hidupnya bukanlah kisah tentang kegagalan, melainkan tentang keberanian untuk bangkit kembali. "Ini bukan kisah tentang kekalahan. Ini adalah kisah tentang membangun kembali," ujarnya.

Stephanie juga mengenang dirinya pada 2021, masa ketika ia sering menangis hingga tertidur sambil berusaha menghadapi tekanan hidup sebagai ibu tunggal. Meski begitu, ia menyadari bahwa dirinya kini telah melangkah sangat jauh dibanding masa-masa sulit tersebut.

Perjalanan Miss World dari Kontes Kecantikan hingga Ajang Pemberdayaan Perempuan

Perjalanan membangun hidup baru itu tidak mudah. Selama bertahun-tahun, Stephanie menjalani tiga pekerjaan sekaligus dan hanya memiliki waktu tidur beberapa jam setiap hari demi memenuhi kebutuhan hidup.

"Saya bekerja sangat keras karena saya tahu ada seorang putri kecil yang bergantung pada saya," katanya. "Dia menjadi alasan saya terus bertahan."

Perlahan, hidupnya mulai berubah. Stephanie berhasil membeli mobil pertamanya, kemudian rumah pertamanya, hingga membangun bisnis sendiri dan memiliki kantor pribadi. Di tengah kesibukannya bekerja, ia juga tetap melanjutkan pendidikan dengan mengambil program sarjana paruh waktu.

"Saya membangun kembali kepercayaan diri saya. Saya membangun kembali diri saya sendiri," ungkapnya. Stephanie mengaku bangga terhadap perempuan yang berhasil ia bentuk dari seluruh perjuangan hidupnya.

Sementara, ajang Mrs. World pertama kali digelar di Queensland, Australia, pada 1984. Kontes kecantikan itu ditujukan khusus bagi perempuan yang sudah menikah sejak 1999. 

Juara Mrs World 2025

Pada 2025, kontes berjalan mulus tanpa drama. Chanita Seedaket Craythorne dinobatkan sebagai Mrs World 2025 di Westgate Las Vegas pada Kamis, 29 Januari 2026. Ia sekaligus mencetak sejarah menjadi wakil Thailand pertama yang memenangkan gelar tersebut.

Mrs. America dan Mrs. Sri Lanka masuk tiga besar. Enam finalis lainnya termasuk Mrs. United Arab Emirates, Mrs. American, dan Mrs. Ireland.

Craythorne "dengan bangga mewakili Thailand dengan anggun, kuat, dan penuh tujuan — mewujudkan semangat sejati kewanitaan, keibuan, dan kepemimpinan," kata Mrs. Thailand World dalam sebuah pernyataan setelah kemenangannya. "Perjalanannya merupakan bukti kuat bagi perempuan Thailand yang berdiri teguh dengan hati, martabat, dan tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat."

"Thailand bangga karena namanya terukir di panggung Mrs. World, menandai babak penting lainnya dalam sejarah kontes kecantikan nasional," tambah pernyataan itu.

Insiden Tak Terlupakan di Kontes Mrs Sri Lanka

Penyelenggaraan itu berbeda dari insiden yang berlangsung pada April 2021. Dalam kompetisi Mrs. Sri Lanka 2021, Pushpika De Silva dinobatkan sebagai pemenang dalam acara yang disiarkan secara televisi. Namun, momen kemenangan tersebut berubah dramatis ketika mantan pemenang, Caroline Jurie, tiba-tiba mengambil mahkota dari kepala De Silva di atas panggung.

Dalam video upacara penobatan yang beredar luas, Caroline Jurie, yang sebelumnya memenangkan Mrs. Sri Lanka 2019 sekaligus menyandang gelar Mrs. World 2020, menyebut bahwa aturan kompetisi melarang perempuan yang telah bercerai untuk menjadi pemenang.

"Ada aturan bahwa peserta harus sudah menikah dan tidak bercerai, jadi saya mengambil langkah pertama dengan mengatakan bahwa mahkota diberikan kepada juara kedua," ujar Caroline di hadapan penonton.

Aksi tersebut membuat De Silva mengalami cedera ringan di kepala akibat mahkota yang dilepas secara paksa. Setelah insiden itu, De Silva menegaskan bahwa dirinya belum resmi bercerai dan membantah tuduhan yang disampaikan Jurie. Beberapa hari setelah kejadian, Caroline Jurie memutuskan melepaskan mahkotanya sendiri dan sempat ditangkap pihak berwenang sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |