Liputan6.com, Jakarta - Jelang Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang diperingati setiap 10 Agustus, tiga orang utan yang sempat dipelihara masyarakat akhirnya kembali pulang ke hutan. Ketiga individu orang utan itu bernama Bagus, Eboni, dan Roby.
Ketiganya dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang berada di bawah pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kelinjau pada Selasa, 23 Juni 2026. Sebelum kembali ke alam, ketiga orang utan itu menjalani rehabilitasi di Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA).
"Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi multipihak antara Balai KSDA Kalimantan Timur, Balai Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah V Samarinda, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, KPHP Kelinjau, COP, serta masyarakat lokal,” kata Kepala Balai KSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, dalam siaran pers Kementerian Kehutanan, dikutip Kamis (25/6/2026).
Bagus sebelumnya diselamatkan BKSDA Kalimatan Timur pada awal September 2020 di Desa Merabu, Berau. Sementara, Eboni dievakuasi pada akhir April 2022 di Desa Long Beliu, Berau, dan Ruby dievakuasi pada awal April 2024 di Desa Persiapan Sekurau Atas, Kutai Timur. Mereka yang laman dipelihara manusia seringkali kehilangan naluri liar, seperti kemampuan memanjat, mencari makan, dan membuat sarang.
Di pusat rehabilitasi, mereka menjalani serangkaian tahapan, mulai dari cek kesehatan, sekolah hutan untuk melatih keterampilan dasar, hingga masa adaptasi di pulau pra-pelepasliaran selama empat bulan.
"Rehabilitasi adalah proses panjang yang membutuhkan waktu dua hingga enam tahun. Ketiganya telah terpantau mampu beradaptasi dan hidup mandiri di pulau pra-pelepasliaran, sehingga dinyatakan layak untuk kembali ke hutan," jelas Ari.
Masih Dipantau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451147/original/004478700_1782347581-NAB_6329.jpg)
Perbesar
Sebanyak 18 individu orangutan hasil rehabilitasi di BORA telah dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat selama kurun waktu empat tahun ini. Selanjutnya, tim monitoring dari COP akan memantau pergerakan Bagus, Eboni, dan Ruby selama tiga bulan ke depan untuk memastikan mereka aman dan dapat beradaptasi dengan baik di rumah barunya.
Nasib ketiga individu orang utan itu lebih baik dari kondisi tragis yang dihadapi orang utan Tapanuli yang terdampak bencana banjir bandar Sumatera. Laporan terbaru yang dirilis pada Rabu, 10 Juni 2026, menyebutkan setidaknya tujuh persen dari total populasi orang utan Tapanuli, atau sekitar 58 individu, musnah akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera, akhir tahun lalu.
Mayoritas spesies orang utan itu berdiam di sekitar Hutan Batang Toru di Sumatera Utara dengan jumlah di alam liar diperkirakan mencapai 800 primata berdasarkan data 2016. Mengutip AsiaOne, Kamis, 11 Juni 2026, laporan itu disusun bersama oleh Borneo Futures yang berbasis di Brunei, World Weather Attribution, dan Universitas Liverpool John Moores. Mereka menganalisis citra satelit kerusakan di Blok Barat Batang Toru dan catatan sejarah populasi orang utan di sana dalam penyusunan laporan.
Angka Kematian Orang Utan Tapanuli Akibat Bencana Bisa Lebih Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3306005/original/021115900_1606236327-ou1.jpg)
Perbesar
Mereka tidak mensurvei bagian lain dari hutan tersebut yang berarti jumlah orang utan yang tewas bisa lebih tinggi. Studi tersebut menyebutkan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia kemungkinan telah meningkatkan intensitas dan frekuensi curah hujan ekstrem di sekitar Selat Malaka, sehingga meningkatkan risiko kerusakan habitat orangutan Tapanuli.
Erik Meijaard dari Borneo Futures, penulis utama studi tersebut, mengatakan bahwa hujan lebat telah membasahi tanah sedemikian rupa sehingga sebagian besar lereng bukit di hutan primer runtuh dalam tanah longsor yang bergerak cepat.
"Jika Anda terjebak sebagai orang utan... jika ada sesuatu yang jatuh dengan kecepatan tinggi, peluang untuk bertahan hidup akan sangat minim, jadi ini menjadi kekhawatiran yang nyata," katanya.
"Tingkat kehilangan ini sangat besar untuk spesies dengan total populasi yang sangat kecil. Ketika dikombinasikan dengan tekanan yang sedang berlangsung seperti degradasi habitat dan konflik manusia-satwa liar, hal ini semakin meningkatkan urgensi untuk menerapkan dan menyediakan sumber daya yang memadai untuk rencana aksi spesies yang terkoordinasi," tambah Meijaard.
Mitigasi Ancaman Kepunahan Orang Utan Tapanuli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3306004/original/012456400_1606236327-ou.jpg)
Perbesar
Panut Hadisiswoyo, peneliti lainnya, mendesak pemerintah Indonesia untuk bekerja sama dengan LSM dan para peneliti untuk mencegah penurunan lebih lanjut populasi orang utan Tapanuli.
"Kita dapat meminimalkan perburuan liar dan kemudian jumlahnya mungkin dapat distabilkan," katanya, menambahkan bahwa semua pihak harus memperhatikan penggunaan lahan yang buruk, yang juga berkontribusi pada penurunan populasi.
Sebelumnya kepada BBC, dikutip Desember 2025, Meijaard menyebutkan 4.800 hektare hutan di lereng gunung terlihat hancur akibat tanah longsor. Namun mengingat sebagian citra satelit tertutup awan dalam pengamatan awal, ia memperkirakan luas kerusakan bisa jauh lebih besar, bahkan bisa mencapai 7.200 hektare.
"Area-area ini tampak seperti tanah kosong di citra satelit, padahal dua minggu lalu masih berupa hutan primer. Hancur total. Banyak petak seluas beberapa hektar yang benar-benar gundul. Pasti mengerikan sekali kondisi hutan saat itu," kata dia.
Ia melanjutkan, "Area yang hancur tersebut diperkirakan dihuni sekitar 35 orang utan, dan mengingat dahsyatnya kerusakan, bukan hal mengagetkan jika semuanya mati. Itu merupakan pukulan besar bagi populasi (hewan ini)."

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5844879/original/017065300_1778746588-roti_sobek.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8455478/original/011415500_1782353482-cropped-67b03973-c9dd-4a92-8063-d83b11a66051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8459151/original/001864100_1782358301-cropped-2ba4d8c9-bc14-4e2c-bd47-9dd6b92613fe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8458279/original/078184200_1782357143-HL_kue_mandi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8454689/original/007647400_1782352509-000_B83H84H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8458159/original/037168600_1782356937-cropped-d9f1a191-8241-4b11-9733-efba517ead6b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8453234/original/091827400_1782350352-museum_passport.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8454688/original/009725600_1782352467-392e6562-430b-43e5-9a10-0ee15b4ac9c2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262239/original/067501600_1781776436-Depositphotos_483480752_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8454983/original/033164800_1782352819-cropped-ed12eacb-57c1-47c8-b86e-136131cc06a3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262607/original/041916400_1781839479-Depositphotos_301815044_L.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8413939/original/021025500_1782298555-6af263e8-c8ca-453d-a7c8-f8e73c5a9f1a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/8264098/original/080012200_1782091012-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_07.29.36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8397748/original/042125800_1782279035-9932350143312498083.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518634/original/048686400_1772514269-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8403255/original/085891800_1782285482-muhammad-arifin-nursalim-UcFkNQBPo4w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8404319/original/097912500_1782286823-cropped-ffbf128c-85a7-4544-87e7-136f7defe0dc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8405806/original/074765200_1782288615-ello-AEU9UZstCfs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8403081/original/028340000_1782285314-Untitlede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4551845/original/081723400_1692959966-amir-hosseini-pITRdF0c6rg-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535189/original/057591700_1773942599-Depositphotos_271642688_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526523/original/079569800_1773124602-181773-2__Dok._Destination_New_South_Wales___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530503/original/013584800_1773455795-Tepung_Terigu_Matang_Disangrai.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3522657/original/065387600_1627377386-bendera.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533047/original/026098100_1773720855-ginjal__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521606/original/011968200_1772694581-unnamed_-_2026-03-05T135903.240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527653/original/046595100_1773209806-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_11.24.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517728/original/058219800_1772438128-ruam_campak_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527628/original/088045100_1773208952-taruna_idul_fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507993/original/083490700_1771560402-Depositphotos_585713484_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760147/original/069717400_1709453620-000_34KK8VE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523071/original/048232900_1772787980-Deluxe_plus_Model.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4977265/original/069671600_1729661059-OMRON_Complete_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4276088/original/087489800_1672296030-20221229-Revitalisasi-Pasar-Faizal-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516147/original/045962400_1772261219-ruam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515230/original/078819900_1772166925-IMG_20260227_113226_459.jpg)