Opsi Isi Liburan Sekolah Anak dengan Belajar Lingkungan di Bali dan Labuan Bajo

12 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Siapa bilang liburan sekolah tidak bisa dimanfaatkan untuk menambah pengalaman dan ilmu yang bermanfaat? Momen bersama keluarga ini bahkan bisa digunakan untuk mendekatkan diri pada alam sekitar di destinasi wisata yang terkenal akan keindahannya, yakni Bali dan Labuan Bajo.

Sebuah hotel bintang lima, Ayana Bali yang berlokasi di Jimbaran, menawarkan program summer camp untuk anak-anak beragam usia. Program pertama adalah Guidepost Montessori Children’s Adventure Camp yang menargetkan anak usia 3--6 tahun untuk belajar mandiri secara menyenangkan dan dekat dengan alam.

Dalam penjelasan kepada Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 26 Mei 2026, terdapat beragam topik yang bisa dipilih, disesuaikan dengan waktu menginap, antara Juni--Agustus 2026. Salah satunya bertajuk Nurtured by Nature yang dirancang untuk menghubungkan anak dengan alam melalui waktu yang dihabiskan di luar ruangan.

Dalam kegiatan yang berlangsung seminggu itu, anak-anak akan menjelajahi kerajinan alam sambil mengembangkan pemahaman tentang berkontribusi pada pelestarian alam melalui cara yang sederhana dan gembira.

Ada pula topik Farm to Table yang mengajak anak mengenal pertanian berkelanjutan, eksplorasi kuliner, dan praktik dari pertanian ke meja makan. Mereka akan belajar bertani dan teknik mengolah makanan Jawa secara sederhana di kebun hotel seluas dua hektare, Ayana Farm.

Ada pula topik yang mengajak anak peduli tentang laut lewat The Big Blue Ocean. Para peserta perkemahan diajak mengenal laut dan bertanggung jawab terhadap pelestariannya di kawasan resor yang berada di area Jimbaran.

Belajar Pertanian Berkelanjutan di Kebun Hotel

Sementara untuk anak yang lebih besar, yakni 7--12 tahun, pihak hotel menyediakan Green Camp AYANA. Anak-anak akan diajak beraktivitas di luar ruangan dengan beragam kegiatan untuk membangun kepercayaan diri dan kesadaran lingkungan, seperti belajar pertanian hidroponik, berkreativitas dengan bambu, hingga belajar memanjat pohon kelapa.

Di luar program tersebut, tersedia tur berpemandu dan sesi interaktif di kebun hotel soal tradisi pertanian Bali dan praktik berkelanjutan resor yang bisa diikuti seluruh anggota keluarga. Tamu juga diajak menikmati pertunjukan musik dan tari tradisional di teater terbuka hingga mengunjungi SAKA Museum untuk mengenal lebih dalam warisan budaya hidup Bali.

Menyambut liburan sekolah, hotel menyediakan paket khusus, Connected Family Stay, yang bisa dipesan sekarang hingga 31 Maret 2027 dengan minimum menginap tiga malam. Paket ini mencakup kamar terhubung dengan akses internal yang aman, layanan antar-jemput bandara pulang-pergi, serta kredit resor hingga Rp 1,2 juta, lengkap dengan makan siang keluarga di tepi kolam dan sesi thalasso therapy selama satu jam untuk orang tua. 

Belajar Konservasi Terumbu Karang di Labuan Bajo

Beda lagi dengan pengalaman yang ditawarkan untuk tamu hotel Ayana Komodo Waecicu Beach. Meski tak ada program khusus yang dirancang untuk anak, orangtua bisa mengajak mereka belajar lebih dalam tentang laut di Marine Discovery Center, pusat pendidikan kelautan dan konservasi terumbu karang, yang dipimpin ahli biologi kelautan, Lee Miles.

Pusat itu didirikan sejak September 2018, sebagian bagian dari inisiatif keberlanjutan jaringan hotel tersebut. Lewat pusat itu, para tamu diajak untuk lebih memahami isu-isu konservasi laut melalui pameran interaktif, wisata snorkeling, dan pengalaman penanaman karang secara langsung.

"Kami percaya bahwa setiap orang dapat berkontribusi pada perlindungan lingkungan. Tujuan kami adalah untuk melibatkan dan menginspirasi para tamu dan pemuda setempat untuk menjadi penjaga laut yang aktif," kata Miles.

Inti dari pekerjaan konservasi AYANA Komodo adalah program restorasi karang yang terus berkembang, mencakup 2.250 meter persegi terumbu karang. Sejauh ini, 325 meter persegi karang telah ditanam kembali menggunakan berbagai teknik.

Teknik Menanam Terumbu Karang

Salah satu metode penanaman karang itu adalah menanam fragmen karang di pembibitan tali dan rak pembibitan sebelum ditanam kembali ke terumbu karang setelah sekitar 12 bulan. Untuk area yang kekurangan substrat alami, struktur buatan termasuk kerangka, unit terumbu karang botol, lempengan beton, dan kubah ikan digunakan untuk menciptakan habitat baru dan meningkatkan keanekaragaman hayati laut.

Ada pula metode restorasi karang organik yang berdampak rendah, menggunakan tali katun dan tiang kayu yang disusun dalam kisi-kisi bawah air. Terumbu karang yang ditanam para tamu selama sesi interaktif secara bertahap menempel sendiri selama dua hingga tiga tahun, menciptakan bagian terumbu karang baru yang hidup.

Saat ini, 160 meter persegi terumbu karang telah dipulihkan menggunakan metode ini. Upaya ini telah mengubah area terumbu karang yang ditargetkan menjadi habitat laut yang berkembang, yang kini menjadi rumah bagi lebih dari 120 spesies ikan yang tercatat di sekitar dermaga dan laguna resor.

Selain belajar konservasi terumbu karang, tamu juga bisa menikmati tur berpemandu ke pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Komodo, yakni ke Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pantai Pink. Khusus menyambut liburan sekolah, pihak hotel menawarkan paket khusus untuk pemesanan hingga 27 September 2026 dengan periode menginap 1 Juni hingga 30 September 2026, minimum tiga malam.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |