Menteri LH Targetkan Tanam 2 Miliar Pohon demi Ketahanan Iklim

1 week ago 46

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) Jumhur Hidayat menargetkan tanam dua miliar pohon di seluruh Indonesia sebagai strategi memperkuat ketahanan iklim sekaligus mengurangi risiko bencana lingkungan di Indonesia. 

"Kementerian Lingkungan Hidup melaksanakan penanaman pohon secara masif dengan target dua miliar pohon di seluruh Indonesia," kata Menteri LH pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, akhir pekan lalu, dikutip dari rilis Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Selasa, 9 Juni 2026.

Jumhur menegaskan bahwa pohon berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain membantu menyerap emisi karbon, pohon juga berfungsi meningkatkan daya resap air, mengurangi risiko banjir, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati.

Target penanaman tersebut sejalan dengan berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat aksi iklim dan meningkatkan ketahanan lingkungan di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim. Menurut Jumhur, program tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas. 

Meski begitu, tak ada tenggat waktu spesifik yang disebutkan Jumhur untuk proses penanaman pohon tersebut. Namun, ia dan Wakil Menteri LH, Diaz Hendropriyono, mengawali penanaman di lahan terbuka di kawasan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur.

Ajakan Tobat Ekologis

Jumhur sebelumnya menyatakan bahwa kondisi Bumi tidak sedang baik baik saja di tengah adanya perubahan iklim hingga pencemaran lingkungan. Dia mengajak semua elemen masyarakat melakukan pertobatan ekologis.

"Pertobatan ekologis bukan sekedar kata kata tapi sebuah panggilan untuk merenung dan mengubah cara kita berinteraksi dengan alam, kita diajak untuk memuliakan alam, mengintropeksi setiap perilaku dan kebiasaan yang berdampak pada lingkungan, menyadari konsekuensi dari tindakan sehari hari dan melakukan aksi nyata menjaga bumi yang kita cintai bersama," ucap Jumhur dalam pidato peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Pertobatan ekologis, kata Jumhur, menuntut untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan pilihan tapi kewajiban moral dan sosial bagi generasi sekarang maupun yang akan datang serta terus dilakukan seluruh elemen masyarakat.

"Hari Lingkungan Hidup ini menjadi momentum bagi kita semua untuk merenung, menyadari kesalahan dan bergerak memperbaiki hubungan kita dengan alam. Dengan pertobatan ekologis, kita tidak hanya menjaga lingkungan tapi juga membangun budaya peduli dan bertanggung jawab yang menjadi warisan untuk generasi mendatang," kata dia.

Kurangi Sampah dari Sumbernya

Jumhur juga mengajak masyarakat mengurangi penggunaan sampah dan plastik sekali pakai. Dia mendorong setiap rumah tangga dan kawasan publik memilah sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, meningkatkan kesadaran budaya hidup bersih dan lestari melalui kesadaran rutin dengan menanamkan nilai gotong royong, kebersihan lingkungan, dan kepedulian terhadap dampak perubahan iklim.

"Mendorong pemanfaatan sampah secara produktif dan ekonomi sirkular termasuk melalui bank sampah dan inisiatif lokal lainnya serta menerapkan prinsip 3 R, Reduce, Reuse, dan Recycle untuk mengurangi pencemaran," ujarnya.

Dalam acara peringatan tu, Jumhur berdialog dengan tujuh perwakilan daerah di Tanah Air melalui video conference mengenai lingkungan dan sampah. Salah satunya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pesan Emil Salim soal Pengelolaan Sampah

Khofifah melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan Gerakan Asri dan banyak menanam mangrove. Ada pula festival mangrove yang digelar dalam tiga tahun terakhir.

Dia juga menyampaikan, sulit mencari sampah di sekolah sekolah di Jawa Timur, karena halaman ditanami buah dan sayuran. Jumhur pun memuji Khofifah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup dan sampah. 

Sebelumnya, ahli lingkungan Prof. Emil Salim datang ke kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Meski suaranya sudah tak sekencang dulu, nasihat yang diberikannya kepada Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat yang baru dilantik pada Senin, 27 April 2026, tetap tajam.

"Alam ini siklus, sampah pun siklus sehingga bisa didaur ulang. Maka bagaimana membangun pola bahwa resource menjadi produk, produk menjadi sampah, dan sampah kembali menjadi resource untuk produk. Jangan melihat sampah sebagai buangan, tetapi menjadikan sampah sebagai sumber kehidupan yang bisa bermanfaat bagi manusia," kata mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup periode 1978--1983 itu di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |