Laporan Liputan6.com dari Hong Kong: 220 Tim Berlaga di Dragon Boat Races, Ada Indonesia

19 hours ago 8

Liputan6.com, Hong Kong - Sebanyak 220 tim perahu naga bersaing dalam ajang bergengsi Sun Life Hong Kong International Dragon Boat Races edisi ke-50. Gelaran tahunan ini pada 2026 mempertemukan 4.500 atlet dari 21 negara, termasuk Indonesia.

Lomba yang berlangsung selama dua hari ini resmi dimulai sejak Sabtu pagi, 27 Juni 2026, di kawasan tepi laut Tsim Sha Tsui, Victoria Harbour. Tepat pukul 09.00 waktu setempat, kategori International Mixed Championship bergulir. Di sinilah satu-satunya wakil Indonesia, Klub Dayung Bahtera (KDB) turun beradu kecepatan.

Mengenakan jersey dominan biru dengan sedikit sentuhan putih, enam pedayung putra dan empat pedayung putri KDB mendayung sekuat tenaga melintasi rute sepanjang 500 meter. Perjuangan mereka tidak mudah, di tengah sengitnya balapan menuju garis finish, perahu KDB sempat bersenggolan dengan perahu dari tim negara lain. Kejadian itu tak mematahkan semangat mereka hingga berhasil melaju ke babak semifinal yang digelar sore harinya.

Memasuki babak semifinal, tantangan yang dihadapi KDB kian berat. Mereka harus beradu cepat dengan tim-tim jagoan perahu naga tangguh yang mendominasi dari tuan rumah Hong Kong serta China Daratan. Meski seluruh tenaga dan strategi terbaik telah dikerahkan di atas air, langkah wakil Indonesia akhirnya harus terhenti.

Kemeriahan juga terasa di pinggir lintasan. Ribuan pasang mata penonton tak berkedip menyaksikan sengitnya balapan. Di bawah barisan payung besar, para penonton ini tetap setia bersorak di tengah cuaca Hong Kong yang hari itu sempat berganti-ganti antara gerimis tipis dan sinar matahari.

Hari Kedua, Kategori Kostum Unik Curi Perhatian

Gelaran Sun Life Hong Kong International Dragon Boat Races hari kedua tak kalah seru. Pada Minggu, 28 Juni 2026, salah satu kategori yakni Fancy Dress Competition digelar. Ada 18 tim dragon boat yang turut serta dalam kategori tahun ini, termasuk Klub Dayung Bahtera (KDB).

KDB sebagai klub perahu naga yang lahir dan besar di Jakarta, menghadirkan semangat Betawi lewat sosok pahlawan rakyat Si Pitung beserta rekannya Mpok Sumi. Menurut KDB, dua sosok tersebut mencerminkan keseimbangan antara ketenangan dan semangat yang membara. Hal ini selaras dengan irama serta kerja sama tim dalam lomba perahu naga.

Lewat konsep Si Pitung, para pedayung laki-laki dari KDB mengenakan baju khas Betawi yakni kaos putih dan celana longgar, serta kain yang dikenakan di leher menyerupai syal. Serta memakai penutup kepala peci tak ketinggalan aksesoris golok Betawi turut serta. 

Sementara, Mpok Sumi merupakan sosok fiktif kreasi KDB yang berkarakter berani dan ekspresif. Dengan karakter tersebut, para pedayung perempuan KDB mengenakan kebaya berwarna cerah yang mencerminkan kepercayaan diri dan rambut disanggul simbol feminitas.

Promosi Warisan Tradisi

"Untuk perempuan kami cari pakaian yang bisa di adjust ya, ternyata ada bahan brokat yang bisa melar seperti ini. Untuk bawahan ternyata ada juga yang seperti ini, dimana kain yang di dalamnya ada celana. Jadi memang sudah disesuaikan dan dimodifikasi dengan kebutuhan kita karena tetap mendayung," tutur salah satu pedayung KDB, Yendi Amalia ditemui Liputan6.com sebelum bertanding.

Tim perahu naga lain pun mengenakan kostum yang tak kalah unik. Ada yang mengenakan pakaian mesir Kuno dengan dominasi warna hitam dan emas. Lalu, ada tim yang memakai pakaian tradisional China tempo dulu, serta tim dragon boat berbaju penjaga pantai ala serial televisi populer Baywatch.

Sun Life Hong Kong International Dragon Boat Races edisi ke-50 merupakan bagian dari rangkaian perayaan akbar menyambut musim panas di Hong Kong. Acara ini diselenggarakan oleh Hong Kong Tourism Board bekerja sama dengan Hong Kong China Dragon Boat Association (HKCDBA) untuk melestarikan dan mempromosikan warisan olahraga perahu naga.

Pada tahun ini, untuk pertama kalinya digelar Dragon Boat Festival di kawasan pejalan kaki Tsim Sha Tsui yang berlangsung dari 19 Juni hingga 1 Juli 2026. Berbagai spot foto dengan perahu naga tersedia. Pengunjung juga bisa melihat perahu naga yang digunakan pada 1970 dibandingkan dengan saat ini.

Hong Kong Sambut Liburan Musim Panas

Festival ini juga meluncurkan serangkaian lokakarya warisan budaya takbenda, pengunjung dapat mencoba berbagai kegiatan seperti anyaman jaring ikan, pembuatan gula tiup, dan pembuatan pangsit beras alkali. Pengunjung dapat merasakan pengalaman lomba perahu naga melalui realitas virtual (VR), dengan memanfaatkan teknologi inovatif untuk menjelajahi festival tradisional ini.

Lalu, pada akhir pekan dan hari libur nasional, panggung di Beer Garden akan menampilkan rangkaian pertunjukan warisan budaya takbenda yang meriah, termasuk Wing Chun, diabolo, ruan, dan guzheng. Saat malam tiba, suasana akan semakin semarak dengan serangkaian pertunjukan musik live.

“Liburan musim panas adalah periode emas untuk bepergian, dan dengan hadirnya serangkaian acara besar musim panas ini, HKTB dengan bangga mempersembahkan promosi musim panas terbaru ‘Hong Kong Summer Fun’," kata HKTB Chairman Dr Peter Lam.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |