Kowani Kampanye Goes to UNESCO Memory of the World Lewat Nobar Jangan Buang Ibu

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) memanfaatkan ajang nonton bareng (nobar) film Jangan Buang Ibu untuk mengampanyekan program Kowani Goes to UNESCO Memory of the World. Program tersebut merupakan inisiatif Kowani agar arsip dan sejarah gerakan perempuan Indonesia tercatat sebagai memori kolektif dunia di UNESCO.

Diluncurkan sebagai rangkaian kegiatan memeringati 100 tahun Kowani pada akhir Maret 2026, upaya pencatatan itu dimulai dengan menargetkan agar sejarah gerakan perempuan Indonesia ditetapkan sebagai memori kolektif bangsa pada tahun ini. Organisasi yang saat ini diketuai Nannie Hadi Tjahjanto itu menggandeng BRIN dan ANRI untuk mengumpulkan, mengkurasi, mendigitalisasi, serta menyusun dossier berbasis data dan bukti sesuai standar internasional UNESCO. 

Langkah tersebut penting untuk memastikan agar proses pengajuan tidak hanya kuat secara naratif, tapi juga kredibel secara ilmiah dan sah secara kearsipan. Bersamaan dengan itu, pihaknya mengajak masyarakat turut melestarikan sejarah perjuangan perempuan Indonesia dengan mengapresiasi peran perempuan dalam keluarga sebagaimana dicontohkan sosok Eyang, Ibu, maupun karakter Bu Resti dalam film Jangan Buang Ibu.

"Kami ingin generasi sekarang dan generasi berikutnya mengetahui bahwa perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa. Sejarah perjuangan itu harus dijaga, didokumentasikan, dan diwariskan agar tidak hilang ditelan zaman," ujar Nannie dalam keterangan tertulis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Rabu (1/7/2026).

Kowani juga mengimbau masyarakat yang masih menyimpan arsip, dokumen, foto, surat, maupun koleksi sejarah yang berkaitan dengan Kongres Perempuan Indonesia dan perjalanan organisasi perempuan untuk turut berpartisipasi dalam proses pendokumentasian.

"Setiap arsip memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan mendokumentasikan sejarah perjuangan perempuan Indonesia sebagai warisan bagi generasi mendatang," kata Nannie.

Kolaborasi Lintas Sektor

Selain pelestarian sejarah, KOWANI juga memperluas kolaborasi melalui gerakan 1.000 Profesi, 1.000 Organisasi, 1.000 Komunitas, dan 1.000 Solusi. Gerakan tersebut mengajak berbagai profesi, organisasi perempuan, komunitas, akademisi, pelaku usaha, media, hingga insan kreatif untuk bersama-sama menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan Indonesia, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai persoalan sosial lainnya.

Ia meminta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat peran perempuan melalui kolaborasi lintas profesi dan organisasi sebagai bagian dari semangat menyongsong abad kedua Kowani. Menurutnya, kemajuan perempuan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang melibatkan seluruh unsur bangsa.

Film Jangan Buang Ibu dipilih untuk agenda nobar karena mengangkat nilai kasih sayang, bakti kepada ibu, ketulusan seorang perempuan dalam membangun keluarga, serta pentingnya menghormati orangtua. "Perempuan adalah pewaris karakter bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu bergandengan tangan menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan perempuan Indonesia," ujar Nannie.

Pelatihan Bela Diri untuk Perempuan

Selain itu, Kowani memperkenalkan program pelatihan bela diri bagi perempuan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan perlindungan diri sekaligus mencegah kekerasan terhadap perempuan. Program tersebut akan didukung mantan atlet nasional sekaligus pelatih karate berprestasi, Sensei Puspa Meonk, yang bernaung di bawah PB FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) dan perguruan INKAI (Institut Karate-Do Indonesia).

Menurut Puspa, pelatihan dirancang agar dapat diikuti oleh seluruh perempuan tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang olahraga bela diri. Tujuannya agar setiap perempuan memiliki kemampuan dasar untuk melindungi dirinya sendiri.

"Tidak harus memiliki latar belakang bela diri. Dengan teknik-teknik sederhana yang dimiliki, perempuan dapat lebih percaya diri dalam menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan. Ke depan, bersama Kowani kami akan menggelar pelatihan secara berkala dengan pendampingan para instruktur," ujar Puspa.

Dorong Regenerasi Kepemimpinan

Memasuki abad kedua organisasi, Kowani juga terus mendorong regenerasi kepemimpinan dengan melibatkan lebih banyak perempuan muda agar organisasi tetap adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan.

Menutup kegiatan tersebut, Nannie mengajak seluruh organisasi perempuan, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga warisan sejarah perjuangan perempuan Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas dan peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

"Semangat 100 Tahun KOWANI adalah semangat transformasi. Kami ingin terus menjaga sejarah perjuangan perempuan Indonesia, memperkuat pemberdayaan perempuan, dan membangun generasi penerus yang berkarakter melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa. Dengan kebersamaan lintas sektor, kita optimistis perempuan Indonesia akan semakin berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, inklusif, dan berkeadilan," pungkasnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |