Kota Wisata di Italia Larang Turis Pakai Sandal Jepit, Denda Tinggi bagi Pelanggar

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kota wisata di Italia, Cinque Terre, memberlakukan kebijakan baru yang ketat bagi para turis yang datang. Mereka kini dilarang memakai sandal jepit

Meskipun kota di pesisir Riviera Italia ini merupakan tujuan populer bagi para pelancong yang ingin menikmati perairan biru yang menakjubkan dan menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, otoritas Taman Nasional Cinque Terre memberlakukan denda bagi para pengunjung yang mengenakan sandal jepit, sandal bertali, dan sepatu serupa lainnya. Atura itu ternyata berlaku sejak 2019.

Mengutip People, Senin, 22 Juni 2026, otoritas taman nasional menjelaskan alasan memberlakukan larangan bersandal jepit, terutama saat mendaki di kawasan itu. Pasalnya, jalur ppendakian bisa licin dan tim penyelamat gunung setempat ingin mencegah insiden, menurut Travel + Leisure.

"Ini adalah jalur yang sulit, dalam beberapa kasus, mirip dengan jalur pendakian gunung," kata Patrizio Scarpellini, Direktur Taman Nasional Cinque Terre, kepada CNN Travel saat itu. "Sangat penting untuk memakai sepatu yang bersih!"

"Dendanya akan tinggi," tambah Scarpellini. Sebagai bagian dari penegakan aturan, pengunjung yang mengenakan sandal jepit atau sandal di jalur pendakian dapat didenda hingga 2.500 euro, atau sekitar Rp 51,1 juta.

Aturan itu akan dijabarkan di poster serta saat membeli tiket masuk secara online. Poster tersebut juga mendorong para pendaki untuk tetap berada di jalur yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, dan untuk membawa tabir surya, topi, sepatu hiking, makanan, dan kebutuhan lainnya.

Penerapan Pendakian Satu Arah

Selain mengenakan jenis sepatu yang tepat, sistem satu arah telah diterapkan secara bertahap sejak 2023 di sepanjang jalur pendakian populer untuk mencegah kepadatan. Jalur Monterosso-Vernazza hanyalah salah satu jalur yang akan diterapkan, karena jalur ini menjadi satu arah dari pukul 9 pagi hingga 2 siang waktu setempat pada hari-hari ramai di bulan April, Mei, dan Juni.

Keputusan tersebut "bertujuan untuk meningkatkan penggunaan jalur dan memastikan keselamatan pengunjung dengan menghindari persimpangan berbahaya dan kemacetan di sepanjang jalur yang sangat sempit dan curam," kata pihak berwenang taman.

Untuk mengakses Taman Nasional Cinque Terre, pengunjung dapat membeli Kartu Trekking Cinque Terre terlebih dahulu dengan harga tiket mulai dari 10 euro (sekitar Rp 205 ribu) atau 15 euro (Rp 307 ribu) pada hari-hari puncak. Informasi tambahan tentang taman dan peraturannya dapat ditemukan di situs web resmi.

Sandal Sultan

Brand asal Prancis Balenciaga pernah mengeluarkan gelang yang murup seperti lakban beberapa bulan lalu. Tak main-main gelang tersebut dijual seharga Rp51 juta. Kali ini, ada sandal jepit yang dijual di Arab Saudi bikin gempar publik.

Dilansir dari laman Indian Express, Rabu, 17 Juli 2024, sandal tersebut mirip dengan sandal jepit yang biasa sering ditemukan di warung-warung di Indonesia. Sandal tersebut biasanya dijual tidak kurang dari Rp20 ribu dan umumnya digunakan untuk pergi ke pasar atau bahkan digunakan untuk di kamar mandi.

Namun dalam unggahan video instagram @kuwaitinside pada 14 Juli 2024 yang melansir dari akun Twitter atau X @trndkw__, sepasang sandal tersebut dibungkus dengan kotak kaca sehingga membuat sandal tersebut terkesan mewah.

Penjual sandal menyebut sandal tersebut dengan sebutan sandal trendi. Sandal itu dijual dengan harga 4.500 riyal atau sekitar Rp19 juta. "Sandal trendi dijual seharga 4.5000 riyal di Arab Saudi," tulis unggahan tersebut.

Candaan Warganet Indonesia

Warna-warnanya pun serupa dengan sandal yang biasa dijumpai di Indonesia yaitu biru, merah dan hijau dengan warna dasar putih. Unggahan tersebut langsung ramai dikomentari warganet, terutama dari Indonesia. Tak sedikit warganet yang melontarkan guyonan terkait dengan sandal jepit yang harganya hampir Rp20 juta itu.

"Di negara kami Indonesia sandal ini sangat murah dan dijual di pinggir jalan," komentar seorang warganet.

"Ini bukan untuk dipakai pria, sendal ini untuk digunakan para ibu yang benar-benar kesal dengan perilaku anak laki-laki mereka," kata warganet lain merujuk kebiasaan sebagian ibu-ibu yang melempar sandal ketika marah atau kesal pada suaminya.

"Di India, Anda akan menemukan sendal ini di kamar mandi," sebut warganet lain.

"Jadi, selama ini kami telah menggunakan sandal seharga 4500 riyal di kamar mandi rumah sepanjang hidup kami?" ujar warganet lainnya.

"Sandal ini biasanya digunakan mamaku untuk memukulku," timpal warganet lain.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |