Koleksi Dramatis Jaden Smith untuk Christian Louboutin di Paris Fashion Week

11 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Paris Fashion Week 2026 menjadi debut Jaden Smith sejak ditunjuk sebagai Direktur Kreatif Pria Christian Louboutin pada September 2025. Beragam koleksi dari mulai yang unik hingga elegan ditampilkan di Palais Brongniart, Paris, Prancis.

Koleksi sepatu Jaden Smith itu ditampilkan secara dramatis. Instalasi kaki raksasa menjulang di luar Palais Brongniart dan para tamu berjalan melewati ambang pintu berwarna merah menyala.

Dikutip dari Prestige, Jumat (26/6/2026), Smith menyebut pintu masuk berwarna merah tua itu sebagai "red sands of time" atau "pasir merah waktu". Warna khas merek tersebut memenuhi seluruh ruangan seolah olah situs arkeologi dari sebuah peradaban yang telah punah, tetapi dengan koleksi sepatu modis.

Ada slip-on bercakar yang tampak seperti makhluk hidup, Oxford shoes berujung kotak yang kaku dan ganjil. Lalu, sepatu dengan detail logam berlubang, pin berbentuk anak panah, serta sentuhan warna biru dan hijau memberi efek futuristis pada koleksi sneakers.

Ada pula sepatu Oxford hitam yang ditampilkan Smith—dengan siluet bertali klasik tetapi bagian ujungnya berubah menjadi kumpulan duri dan manik-manik—tidak berusaha terlihat "berkelas" dalam pengertian konvensional. Sepatu itu justru ingin mengguncang cara orang memandang selera fesyen.

Koleksi lainnya adalah sepatu bertali dengan ujung kotak yang memperlihatkan relief lima jari kaki terasa sengaja dibuat "salah", tetapi justru memikat. Slip-on merah yang menyerupai kaki Sasquatch atau mahluk mitos Bigfoot menghadirkan kesan seperti makhluk penghuni gua dalam versi mewah.

Tetap Elegan

Meski banyak desain yang surreal, beberapa item tetap tampil elegan. Sepatu derby dengan gradasi merah ke hitam memancarkan kilau. Loafer hitam dengan aksen logam perak di bagian sol memberikan kesan mewah sekaligus berkarakter kuat. Oxford shoes yang dihiasi pin berbentuk anak panah juga berhasil karena memadukan bentuk klasik dengan permukaan yang terganggu oleh elemen dekoratif.

Tak hanya sepatu, aksesori juga menjadi bagian penting dari koleksi ini. Tas diubah menjadi rompi, sementara dompet berkembang menjadi perlengkapan bergaya cargo. Berbagai kompartemen menggantung di tubuh para model seperti perlengkapan bertahan hidup sekaligus simbol ekonomi portabel.

Christian Louboutin memberikan Jaden Smith tanggung jawab untuk merancang empat koleksi busana pria setiap tahun yang mencakup sepatu, produk kulit, dan aksesori, sekaligus membantu membentuk kampanye, acara, hingga menciptakan dunia imersif yang membuat produk terasa lebih seperti mitologi daripada sekadar barang dagangan.

Sementara itu, cara Jaden Smith memandang busana pria tidak membatasi maskulinitas pada satu tipe pria, satu usia, atau satu gaya berpakaian. Sebaliknya, ia membayangkan empat generasi pria—mulai dari sosok kakek hingga cucu—dalam satu narasi yang sama. Ide ini jauh lebih segar dibandingkan konsep "pria modern" yang selama ini sering digunakan berbagai rumah mode.

Jaden Smith Didapuk Jadi Direktur Kreatif Pria Christian Louboutin Pertama

Sebelumnya, Christian Louboutin menunjuk Jaden Smith sebagai pria pertama yang menjabat direktur kreatif busana pria pertama untuk merek mewah Prancis tersebut. Mengutip WWD, Rabu, 17 September 2025, rapper dan aktor Amerika ini akan pindah ke Paris untuk menjalankan peran tersebut dan akan mempresentasikan desain pertamanya pada Januari 2026 di pekan mode pria di ibu kota Prancis tersebut.

"Saya menganggapnya sangat menarik, sangat baik, dan sangat, sangat rendah hati, dan yang terpenting, sangat menarik: cara dia bersikap, cara dia berpakaian, cara dia berpikir," puji Louboutin tentang putra sulung Will Smith itu.

Jaden Smith menanggapi pujian itu dengan mengatakan, "Ini adalah salah satu penghargaan terbesar dalam hidup saya, dan saya merasakan banyak tekanan untuk dapat memenuhi semua yang telah dilakukan Christian untuk rumah mode ini, dan juga mengambil peran yang begitu serius. Ketika dia menghubungi saya, saya benar-benar terpesona, karena betapa miripnya kami dan betapa kami suka melakukan sesuatu dengan cara yang sama."

Diharapkan Bangkitkan Penjualan Lini Busana Pria

Dalam wawancara terpisah di kantor barunya di Paris, yang hanya sepelemparan batu dari Louvre, Louboutin mengatakan penunjukan ini akan memungkinkannya untuk lebih fokus pada bisnis busana wanitanya yang sedang berkembang pesat. Ia bisa memanfaatkan kecakapan kreatif dan komunikasi Smith untuk menggairahkan kategori busana pria yang menyumbang 24 persen dari bisnis ini, tetapi baru-baru ini mengalami penurunan satu digit.

Apa yang mungkin tampak seperti serah terima yang tiba-tiba sebenarnya telah terbayang di benak Louboutin selama beberapa tahun. Di satu sisi, Louboutin menyadari bahwa ia kewalahan mengingat pendekatan langsungnya terhadap desain, pengembangan prototipe, dan manufaktur, menghabiskan berhari-hari setiap bulan untuk mengutak-atik di pabrik-pabriknya di Italia.

Di sisi lain, muncul Smith, yang pertama kali ia temui pada 2019. Ia menyadari setiap pertemuan berikutnya betapa sosok kreatif Amerika itu mengingatkannya pada dirinya yang lebih muda, belum lagi kecintaan mereka yang sama terhadap warna, kesenangan, dan ekspresi diri yang penuh kegembiraan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |