Kisah Kartini Masa Kini: Perempuan Tangguh di Balik Merchant ShopeeFood yang Membawa Perubahan

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pandangan masyarakat terhadap peran perempuan di Indonesia dulu kerap terbatas, identik dengan urusan domestik semata. Namun, seiring kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi, perempuan kini tampil dengan kontribusi yang semakin luas dan berdampak, bahkan mampu menjadi agen perubahan di berbagai bidang.

Saat ini, tidak sedikit perempuan yang mengambil peran strategis, mulai dari memimpin tim, berkarier di dunia profesional, hingga mendirikan dan mengembangkan bisnis sendiri sebagai CEO.

Hal itu tercermin dari perjalanan Nanik Soelistiowati, pendiri Pisang Goreng Madu Bu Nanik; Vania Rahardjo dengan Bloomery Patisserie; serta Lulu Ulwiyah, sosok di balik Takoyaki Pekoo Pekoo. Ketiganya menunjukkan bahwa konsistensi dan kerja keras mampu membawa usaha berkembang pesat dan menjangkau pasar yang lebih luas. Kisah mereka pun menjadi representasi nyata Kartini masa kini yang hadir membawa perubahan.

Bloomery Patisserie: Cerita Manis dari Dapur Keluarga hingga Buka Toko di Berbagai Kota

Keberaniannya memulai bisnis terlihat dari perjalanan Vania Rahardjo dan ketiga saudaranya dalam membangun Bloomery Patisserie, yang kini telah berkembang menjadi usaha pastry dengan konsumen di berbagai kota di Indonesia.

“Karena banyak waktu luang dan kebetulan kita hobi baking. Pas mama ulang tahun, kita bikinin mille crepes buat mama. Ternyata mama suka banget dan malah minta kita untuk tawarin ke teman-teman dan keluarga,” kenang Vania, Co-Founder Bloomery Patisserie yang dikenal dengan spesialisasi cake dan gifting.

Setelah mendapat respons positif, Vania dan ketiga saudaranya mulai menjual kue secara pre-order. Ternyata mille crepe yang dijajakan menarik banyak peminat, tambahnya saat diwawancarai.

Permintaan pun terus meningkat dan ternyata mendorong mereka untuk membuka toko pertama di kawasan Kaliurang, Kabupaten Sleman, D. I. Yogyakarta. Usaha ini berkembang pesat hingga menjangkau Semarang, Solo, Jakarta hingga Surabaya.

Bagi Vania, perjalanan ini menunjukkan bagaimana usaha yang dimulai dari langkah kecil dapat tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar. Kehadiran platform digital seperti ShopeeFood juga turut membantu memperluas jangkauan Bloomery hingga dikenal oleh lebih banyak pelanggan.

Perjalanan Bloomery tidak lepas dari peran orang-orang di baliknya. Selain dukungan keluarga, tim menjadi bagian penting dalam perkembangan usaha ini. Menariknya, sebagian besar tim Bloomery diisi oleh perempuan yang tumbuh bersama dalam lingkungan kerja yang saling mendukung.

“Intinya, siapapun harus punya growth mindset, terutama perempuan. Kita bisa jadi apapun yang kita mau,” tutupnya.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik: Dari Penolakan hingga Dikenal Luas

Siapa yang tidak familiar dengan nama Bu Nanik? Kini Pisang Goreng Madu Bu Nanik menjadi ikon kuliner Jakarta favorit banyak orang. Bagi Bu Nanik, semangat Kartini adalah tentang ketekunan dan keberanian untuk terus melangkah, bahkan ketika menghadapi berbagai keterbatasan. Nilai itulah yang ia pegang dalam membangun usahanya dari nol.

“Saya mengambil semangat Ibu Kartini, yang mendorong saya untuk terus berjuang dan pantang menyerah hingga bisa sampai di titik ini,” tuturnya.

Meskipun begitu, perjalanan Bu Nanik tidak selalu mulus. Produk yang dikenal luas saat ini sempat beberapa kali ditolak karena tampilannya yang dianggap kurang menarik.

Saat awal bisnis berdiri, Bu Nanik pun coba menghadirkan pisang goreng madu sebagai hidangan penutup dari usaha katering yang ia jalankan. Namun, warna gelap yang dihasilkan dari proses karamelisasi madu membuat produk Pisang Goreng Madu Bu Nanik dipandang

kurang menarik. Di balik itu, penggunaan madu sendiri terinspirasi dari kondisi sang ibu yang mengidap diabetes, sehingga ia mencari alternatif pemanis yang lebih sesuai.

Penolakan tersebut tidak membuatnya berhenti. Ia terus mencari cara untuk memperkenalkan produknya, mulai dari promosi sederhana menggunakan fotokopi, berjualan dengan gerobak, hingga mengikuti berbagai bazar UMKM. Jerih payahnya turut membuahkan hasil positif, produk pisang gorengnya perlahan mulai dikenal dan semakin diminati oleh masyarakat.

Di sisi lain, Bu Nanik juga membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar, ia aktif berbagi pengalaman dengan sesama pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan edukasi. Berangkat dari pengalamannya merintis dari nol, ia ingin semakin banyak perempuan berani memulai dan mengembangkan usaha mereka sendiri.

Dari Osaka ke Indonesia: Awal Mula Takoyaki Pekoo Pekoo

Berawal dari pengalaman studi di Jepang, Lulu Ulwiyah tak pernah menyangka bahwa ketertarikannya pada takoyaki akan berkembang menjadi bisnis kuliner dengan puluhan cabang.

Saat pulang ke Indonesia, perempuan yang akrab disapa Uli ini kebingungan untuk membawa oleh-oleh. Dari situlah, ia justru memutuskan untuk membawa pulang pan takoyaki dari Jepang dan mulai mencoba membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang tersedia di Indonesia.

Siapa sangka, takoyaki buatannya justru menjadi favorit. Uli memutuskan untuk menjual takoyaki dengan nama Pekoo Pekoo yang artinya “lapar” dalam bahasa Jepang.

Seiring meningkatnya permintaan, Uli memutuskan untuk bergabung dengan ShopeeFood. Pekoo Pekoo pun berkembang pesat hingga kini memiliki sekitar 20 cabang yang tersebar di Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Uli mengakui, ShopeeFood membantunya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dengan kehadiran berbagai promo menarik, terutama pada tanggal kembar dan tanggal gajian.

“Penjualan tertinggi Pekoo Pekoo dari ShopeeFood. Sebelumnya kami punya 2 cabang, berkat ShopeeFood jadi 20 cabang,” ucapnya bangga.

Karena pertumbuhannya yang sangat pesat, Pekoo Pekoo pada 2023 lalu menjadi nominasi Super ShopeeFood Growing Merchant dan kembali menjadi nominasi sebagai pada kategori Top ShopeeFood Inspiring Merchant pada 2025 dalam ajang penghargaan Shopee Super Awards.

Selain merintis bisnis kuliner, perempuan lulusan Sastra Jepang ini tetap aktif bekerja sebagai penerjemah serta menjalankan peran sebagai seorang ibu.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |