Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 20 tahun Denni Aksandhianto mengubur mimpinya jadi musisi terkenal. Baginya, tampil di panggung-panggung besar, merilis album setiap tahun, berfoto bersama penggemar, bukan lagi angan yang ingin dia wujudkan. Perangkat drum yang dulu begitu akrab, hanya sekali-dua disentuhnya.
Peristiwa itu, di awal 2000-an masih begitu membekas di hati pria asal Yogyakarta ini. Ketika itu, bersama bandnya, Denni benar-benar total bermusik. Mereka bahkan sempat merekam sebuah album hingga sampai proses mastering.
Namun materi yang sudah jadi dan tinggal publish itu harus "bungkus". Band terbengkalai, Denni pun memilih move on, bekerja, menikah, berkeluarga.
Waktu terus berjalan, tapi Denni tak kuasa membunuh hasrat bermusiknya. Sesekali, dia menyempatkan diri menonton konser bersama keluarga. Kesempatan tampil bersama band kantor untuk acara meeting nasional pun tak pernah dilewatinya, meski hanya setahun sekali.
Sampai akhirnya, hasrat bermusik Denni kembali menggelegak. Melalui media sosial, dia menemukan komunitas "Ngeband Dadakan" alias Badak yang bisa kembali menampung hasrat bermusiknya, yang memang tak pernah mati. Karena berdomisili di Bekasi, bapak tiga anak ini memilih bergabung dengan Badak regional Bekasi.
Alhasil, kini Denni kembali rajin "ngulik" demi mendapatkan kembali sentuhan emasnya di belakang set drum. Bersama komunitas Ngeband Dadakan, dia juga sudah beberapa kali tampil di gigs-gigs komunitas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8728117/original/025563800_1782817764-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_6.08.04_PM.jpeg)
Perbesar
"Aku pertama kali ikut join jamming di part empat. Kalau tidak salah sekitar pertengahan Desember 2025," ujar Denni. "Seru aja sih, happy. Saya kembali bisa menyalurkan hobi bermusik dan bertemu temen-teman baru yang satu frekuensi."
Cerita Arnold beda lagi. Pria yang bekerja di bidang IT dan product support ini sampai harus merapikan lagi gitarnya, membersihkan debu-debu di sarungnya, bahkan menyempatkan diri datang ke luthier untuk merestorasi gitar dan pedal effect kesayangan.
Maklum, Arnold mengaku terakhir ngeband tahun 2005! Makanya, dia bersyukur menemukan Badak. "Yang paling asyik, di Badak saya mendapatkan banyak teman baru, selain penyaluran hobi. Keluarga juga tidak keberatan, asal tidak terlalu sering ha,ha,ha...." ujarnya.
Kini, Denni, Arnold dan kawan-kawannya kerap berkumpul di "District 29" dan "Bamboology", dua tempat yang menjadi "kandang" Badak Bekasi. Tempat di mana mereka bisa saling bertukar pikiran, diskusi, jam sessions atau bahkan perform.
Siapa Saja Bisa Ngeband
Adalah Dewo Iskandar, yang bisa disebut sebagai founder alias kepala suku komunitas Ngeband Dadakan ini. Sejak pertama kali didirikan, November 2025, komunitas ini terus berkembang.
Kini Badak tersebar di delapan regional: Jakarta (Selatan, Timur, Pusat, Utara dan Barat), Tangerang, Tangerang Selatan, Depok dan Bogor. Total, jumlah anggotanya mencapai 700 yang tergabung melalui WhatsApp Community.
Membernya datang dari berbagai kalangan. Mulai karyawan swasta, ASN, pekerja kreatif, guru, konten kreator, dokter, pelaku UMKM, wiraswastawan, hingga musisi profesional dan ibu rumah tangga.
Dewo mengungkapkan, Ngeband Dadakan lahir dari keresahan sederhana: banyak orang yang masih mencintai musik, masih ingin ngeband, tapi tak punya band tetap atau kehilangan teman bermusik karena kesibukan pekerjaan, keluarga, dan rutinitas.
"Dari situ muncul ide, kenapa tidak membuat komunitas yang memungkinkan siapa saja bisa kembali ngeband tanpa harus punya band tetap?" ujar Dewo.
Tempat Lepas Penat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8736230/original/015906800_1782819879-629995549_1473971644300529_5385340766976662063_n.jpg)
Perbesar
Dengan adanya komunitas Ngeband Dadakan, kata Dewo, siapa pun bisa datang, bertemu orang baru, lalu bermain musik bersama secara spontan dan menyenangkan.
"Komunitas ini juga bisa jadi tempat melepas penat dan menjaga kesehatan mental melalui musik, membangun networking dan pertemanan lintas profesi," ujar Dewo lagi. "Itu membuktikan musik bisa menjadi media yang mempererat hubungan antarmanusia."
Ke depannya, Dewo melihat tantangan terbesar komunitas ini adalah menyatukan seluruh chapter dalam satu kegiatan bersama karena setiap anggota memiliki kesibukan dan domisili yang berbeda.
"Namun justru tantangan itu jadi semangat bagi kami untuk terus bertumbuh dan menciptakan lebih banyak ruang bagi para pecinta musik," Dewo menegaskan.
Bapak2Ngeband Wadah Berbagi Karya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8726761/original/092477700_1782816348-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.58.06_AM.jpeg)
Perbesar
Bukan hanya di Badak, bapak-bapak yang punya hobi ngeband juga punya wadah baru lainnya. Namanya pun identik dengan mereka, "Bapak2Ngeband" alias B2N.
Kedua komunitas sendiri punya kedekatan. Selain cukup sering menggelar acara bersama, banyak juga member komunitas Ngeband Dadakan, yang juga merupakan anggota B2N.
Muhamad Heyckel, founder Bapak2Ngeband menyebut, awalnya komunitas ini dibuat sebagai wadah untuk berbagi keresahan sesama musisi yang sudah berkeluarga atau yang baru akan memulai bermusik lagi setelah lama meninggalkan musik.
"Tujuannya sebagai wadah bersama untuk berbagi karya, berkolaborasi, serta silaturahmi sesama musisi yang sudah berkeluarga untuk menghidupkan kembali hobi bermusik, membuka kesempatan kolaborasi lintas profesi, sampai membangun kesehatan mental melalui musik," ujar gitaris grup metal Divine ini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8729041/original/033617300_1782817090-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_1.24.13_PM.jpeg)
Perbesar
Awalnya di Media Sosial
Heyckel menceritakan, awalnya B2N ada di media sosial dan mendapatkan penerimaan yang cukup baik karena relevansi konten-kontennya. Akhirnya karena banyak permintaan, dibuatlah Whatsapp Group (WAG) sebagai media berkomunikasi dan kolaborasi.
Namun, meski menyandang nama "Bapak", member komunitas ini juga banyak datang dari kaum "Ibu".
Saat ini member di WAG B2N sudah mencapai 600-an dan terbagi menjadi beberapa chapter seperti DIY, Surabaya, Bandung, dan Bogor.
Channel yang ada pun tak hanya berdasarkan wilayah, namun topik seperti pembahasan gear/instrumen Gear Talks, channel untuk cari personel, channel marketplace, dan channel info event.
Banyak Berbagi Hal Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8716618/original/098661700_1782811699-Bapak-bapak_Band.jpg)
Perbesar
Yang menarik, bermain musik bukan topik utama saat mereka menggelar kegiatan atau kopdar. Para member lebih banyak sharing terkait hal lain, yang bisa menambah wawasan sesama anggota.
Mulai dari pemilik coffee shop yang membagikan kisah membangun usahanya, praktisi hukum yang membagikan soal copyright, hingga musisi profesional seperti Gugun Blues dan Cinere Jazz Society yang membagikan ilmunya.
"Di luar itu, justru yang menarik dari B2N adalah mempertemukan orang-orang yang sebenarnya satu area, namun selama ini tidak ‘bersentuhan’ dan malah jadi saling kenal karena komunitas ini," ujar Heyckel.
Heykel, sebagai "Pak Min" bersyukur lantaran sejauh ini tak menemui kendala berarti dalam mengelola B2N. Itu semua, kata Heyckel, karena para member selalu bersikap dewasa.
"Banyak yang bersyukur dengan adanya komunitas ini, termasuk saya, karena masih bisa menyalakan api semangat untuk terus berkarya dan berbagi walau usia dan kondisi makin rumit," ujar bapak satu anak ini.
Media Berbagi Ilmu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8729707/original/036413000_1782817327-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.58.09_AM.jpeg)
Perbesar
Salah satu member B2N, Agung Gele, menyebut komunitas ini ibarat media berbagi ilmu. "Dengan bergabung di B2N, saya jadi dapat ilmu baru soal pembahasan semua yang berbau kegiatan musik," ujar Agung yang dikenal sebagai host gigs-gigs metal ini.
Selain itu, di B2N, pria berambut sebahu ini juga mendapat info baru terkait kegiatan musik. "Sebab, membernya kan dari semua kalangan. Jadi info yang masuk pun beragam," dia menambahkan.
Senada dengan Agung Gele, Donni Rimata, gitaris band grindcore Tengkorak, punya pendapat sama. "Yang pasti banyak dapat teman baru dari berbagai kalangan. Sehingga wawasan kita bertambah," ujar pria yang kini juga aktif di band Neopteryx Grind dan Kuldesak itu.
Donni mencontohkan, bahasan terkait progresi chord atau sequencer adalah hal baru baginya. "Selama ini, kita belajar secara ototidak, jadi bahasan yang text book dan teknologi baru di musik, sangat berharga," ujarnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8714899/original/016677400_1782798171-Exclusive_Collection_Nona_Rara_di_Sarinah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8710821/original/067153100_1782791126-masa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712375/original/079398500_1782793861-SqmiZvhy9RFovtIZQnIAnMg1h7uQLsgbhv29Z2Ct.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8646875/original/064707500_1782657342-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_14.12.54__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8686182/original/090234600_1782741509-Depositphotos_797951946_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8713625/original/037814100_1782796047-aa_juju_dea_nadia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8711924/original/007748900_1782793193-mahout_gajah_indro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8680351/original/063190800_1782728791-Depositphotos_42368421_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8700556/original/074657300_1782771818-minionFER09036.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263368/original/028741900_1781918499-Depositphotos_253116482_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8705156/original/074557600_1782780153-affan-fadhlan-BhdVzyBWCJ4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8673190/original/077600500_1782713638-20260629HK_Latihan_Timnas_Skotlandia_07.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375261/original/010319500_1759916226-IMG-20251008-0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8598571/original/023930500_1782571360-Ariel_Tatum_0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8686282/original/094941200_1782741802-V_bts5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/8684104/original/014950400_1782736781-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_17.48.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8674626/original/012615700_1782716567-063_2283776073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8680319/original/037983500_1782728751-kabo-OouGoqQuf64-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8677838/original/058122400_1782723759-SnapInsta-Ai_3929921146934100916_6843839757.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504665/original/096155000_1771260025-1000003364.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535189/original/057591700_1773942599-Depositphotos_271642688_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526523/original/079569800_1773124602-181773-2__Dok._Destination_New_South_Wales___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530503/original/013584800_1773455795-Tepung_Terigu_Matang_Disangrai.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527653/original/046595100_1773209806-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_11.24.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533047/original/026098100_1773720855-ginjal__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521606/original/011968200_1772694581-unnamed_-_2026-03-05T135903.240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527628/original/088045100_1773208952-taruna_idul_fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517728/original/058219800_1772438128-ruam_campak_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760147/original/069717400_1709453620-000_34KK8VE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523071/original/048232900_1772787980-Deluxe_plus_Model.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4276088/original/087489800_1672296030-20221229-Revitalisasi-Pasar-Faizal-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516147/original/045962400_1772261219-ruam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4799575/original/075150300_1712765385-Screenshot__658_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496859/original/098543400_1770607378-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5201337/original/054263600_1745817191-Tepung_Serbaguna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529807/original/042591200_1773381736-unnamed__9_.jpg)