Festival Oullim Korea 2026 Dihelat di Bandung, Jadi Jembatan Persahabatan Dua Negara

11 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Festival budaya Oullim Korea tahun ini mendarat di Bandung, Jawa Barat, pada 5-7 Juni 2026. Event yang diselenggarakan Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) dan Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) ini dibuka pada Jumat (5/6/2026) lalu di 23 Paskal Shopping Center Bandung, dihadiri pejabat yang mewakili Korea maupun Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, dari Korea Selatan hadir Duta Besar untuk Republik Indonesia, Yoon Soongu; Direktur Korean Cultural Center Indonesia, Lee Sang Jun; dan Direktur aT Center Jakarta, Shin Dong Hee. 

Sementara dari Indonesia hadir Wakil Wali Kota Bandung, Erwin Affandi; Kepala BPJPH Jawa Barat, Imam Mutawakkil; Wakil Ketua MUI Jawa Barat, Ajid Thohir; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan. 

Acara peresmian berlangsung hangat dengan menampilkan elemen budaya dari kedua negara. 

Ditampilkan Samulnori, seni musik tradisional Korea, juga pertunjukan tari tradisional Jawa Barat Jaipong. Sebagai simbol persahabatan dan pertukaran budaya, Duta Besar Yoon Soongu dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin Affandi turut melaksanakan prosesi pertukaran Gat (topi tradisional Korea) dan Totopong (ikat kepala tradisional Sunda).

Jembatan Persahabatan Korea Selatan - Indonesia

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bandung mengungkap bagaimana musik, kuliner dan budaya dapat menjadi jembatan persahabatan antarbangsa.

Dalam artikel Humas Kota Bandung yang diunggah di situs resminya, disebutkan pula bahwa festival tersebut menjadi bukti bahwa diplomasi modern tidak selalu hadir melalui forum resmi. Namun juga bisa terjadi lewat interaksi budaya yang langsung bersinggungan dengan masyarakat.

 Ia juga menilai fenomena K-Pop tak hanya soal popularitas musik dan hiburan, tapi juga bukti nyata disiplin, kreativitas, kerja keras, inovasi dan kemampuan membangun industri budaya sebagai kekuatan ekonomi.

“Korea Selatan berhasil menjadikan budaya populer sebagai soft power yang memengaruhi dunia. Bandung juga memiliki potensi yang sama,” ujar  Erwin Affandi.

Deretan Acara Festival Oullim 2026

Tajuk utama perhelatan festival tahun ini adalah "Oullim Korea: Rhythm & Recipes”, yang tercermin dari rangkaian acara yang dihadirkan. 

Mulai dari workshop tari K-Pop, tata rias wajah ala idola K-Pop, pengalaman mengenakan hanbok, permainan tradisional Korea, dan Random Play Dance.

Pada hari yang sama dengan event pembukaan, dihelat pula babak final “KCCI K-Pop Dance Cover Competition in West Java”. Sebanyak 13 tim yang berhasil lolos dari babak penyisihan tingkat Jawa Barat berlaga. 

Setelah melalui persaingan ketat, tim Avengers berhasil meraih juara pertama, disusul tim Drizzling di posisi kedua dan tim Nexen di posisi ketiga.

Kehadiran Kuliner K-Halal

Dalam unggahan Instagram KCCI, diungkap pula bahwa salah satu highlight acara ini adalah K-Halal & Street Food.

Kehadiran elemen kuliner halal dalam acara ini juga diapresiasi oleh Erwin Affandi yang menilai bahwa globalisasi dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai lokal. “Kita bisa modern tanpa kehilangan identitas. Kita bisa mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi karakter bangsa,” tuturnya.

Ia juga berharaap, ke depannya kolaborasi antar-negara tak hanya berlangsung di tingkat pemerintah, tetapi juga diperkuat kerja sama antarkomunitas, generasi muda serta para pelaku industri kreatif.

“Diplomasi terkuat hari ini hadir melalui musik, makanan, seni dan pertemuan manusia dengan manusia,” ujarnya. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |