Dorong Wisata Belanja di Musim Liburan Sekolah, Strategi Bertahan di Low Season

18 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Para pelaku sektor ritel menyuarakan hal yang sama, mereka mengaku menghadapi tekanan besar di situasi low season dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah. Program wisata belanja seperti Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang memanfaatkan momen liburan sekolah jadi strategi untuk bertahan.

"Kami melihat wisatawan sebagai solusi mendatangkan devisa. Jadi, devisanya mendatangkan uang belanja. Enggak mungkin turis datang, buka handphone, beli online. Pasti mereka akan bayar hotel, naik taksi ke mal, borong-borong belanja," kata Budihardjo Iduansjjah, Ketua Umum Hippindo, dalam peluncuran BINA Holiday and Back to School di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyampaikan bahwa sektor ritel saat ini mengalami low season lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya karena Ramadan dan Idulfitri jatuh pada kuartal 1. Situasi diperberat dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melemah.

"Kami ingin melaporkan bahwa biaya-biaya operasional pusat perbelanjaan meningkat, pertama dari sisi biaya logistik, kemudian harga gas, karena LNG itu ada mengandung unsur nilai USD-nya... Sehingga, kami mengalami biaya naik gas setiap bulan," ujarnya.

Tekanan bagi sektor ritel bertambah dengan sejumlah pemerintah daerah menaikkan pajak-pajak untuk mendapatkan pendapatan tambahan. "Ini kami alami di beberapa daerah, sehingga biaya operasional menjadi naik," imbuhnya.

Alphonz menyatakan tak ada opsi selain meningkatkan penjualan untuk menutup biaya operasional. Selain BINA, pihaknya juga menggelar beragam program belanja yang bersifat regional, seperti Jakarta Great Sale, Solo Raya Great Sale, hingga Indonesia Shopping Festival pada Agustus mendatang.

Manfaatkan Pergerakan Wisatawan di Musim Liburan Sekolah

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyambut baik program BINA yang berlangsung pada 8 Juni hingga 12 Juli 2026, bertepatan di musim liburan sekolah. Memanfaatkan pergerakan wisatawan domestik yang ditargetkan mencapai tiga juta pergerakan, pihaknya berharap pengeluaran wisatawan untuk belanja juga meningkat.

"Mudah-mudahan penjualannya bagus sehingga wisatawan di momen libur sekolah ini juga mengalami peningkatan," kata Ni Luh.

Di sisi lain, pihaknya juga akan segera menyusun pola perjalanan wisata belanja agar bisa dipromosikan lebih maksimal kepada wisatawan mancanegara. Pihaknya mengajak APPBI maupun Hippindo untuk memetakan tempat wisata belanja yang bisa didatangi wisman saat bertandang ke satu daerah.

"Kalau misalnya datang ke Medan, wisata belanjanya ke mana. Kalau misalnya datang ke Batam, Bali, wisata belanjanya ke mana dan dengan pola perjalanan seperti itu, tentu kita bisa meningkatkan promosinya sehingga kita tidak hanya jualan destinasi, tetapi kita menjual atraksi. Atraksinya diskon-diskon di mal-mal ini," sambungnya. 

Naikkan Kebanggaan pada Produk Lokal

Ni Luh berharap dengan bergeraknya sektor wisata belanja, pengeluaran wisatawan mancanegara saat liburan di Indonesia juga meningkat. Dengan begitu, fundamental dari ekonomi Indonesia juga terus terjaga. 

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti berharap program BINA akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mereka akan termotivasi belanja di Indonesia saja. Dengan begitu, akan tercipta multiplier effect yang sangat positif.

"Kita bisa turut memberdayakan para pelaku usaha, para perajin, semuanya yang menghadirkan kreativitas dan karya-karya lokal yang selama ini kita lihat di berbagai ritel modern kita," ujarnya.

Pihaknya berharap BINA juga bisa mendongkrak penjualan produk-produk lokal Indonesia di kalangan wisatawan mancanegara. Ia menyatakan bahwa banyak produk Indonesia yang berdaya saing dan tidak kalah dengan standar produk di luar negeri.

"Program ini justru bisa menjadi insentif bagi para pelaku usaha sehingga mereka bisa semangat semakin semangat melakukan terobosannya dan mempunyai kepercayaan diri bahwasanya produknya pasti ada yang beli," kata Wamendag.

Paket Stimulus Ekonomi di Masa Libur Sekolah

Mengutip kanal Bisnis Liputan6.com, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi pada semester II 2026 dengan salah satu fokus utama berupa pemberian diskon transportasi, termasuk potongan harga tiket pesawat hingga 30 persen. Kebijakan ini disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif tersebut akan diberikan dalam dua periode, yakni saat masa libur sekolah dan momentum Natal serta Tahun Baru (Nataru). "Terkait diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara, itu disiapkan selama liburan sekolah dan juga Nataru," jelas Airlangga, dikutip Rabu, 27 Mei 2026.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 190 miliar untuk program insentif transportasi darat dan laut selama periode libur sekolah. Program tersebut ditargetkan dapat menjangkau sekitar 3,07 juta penerima manfaat. Untuk periode Natal dan Tahun Baru, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 161,4 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 2,87 juta orang.

Sementara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan diskon tiket kereta api sebesar 30 persen untuk perjalanan di masa libur sekolah pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Sedikitnya 1,17 juta kursi kelas ekonomi komersial bakal mendapat diskon.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |