Liputan6.com, Jakarta - Proses merebus tulang sapi untuk mendapatkan sumsum yang kaya rasa dan nutrisi merupakan teknik penting dalam dunia kuliner. Banyak hidangan tradisional mengandalkan kaldu tulang sapi yang gurih sebagai dasar, dan sumsum tulang sapi sendiri menawarkan tekstur lembut serta manfaat kesehatan. Memahami cara merebus tulang sapi supaya sumsumnya keluar dengan optimal adalah kunci untuk menghasilkan hidangan yang lezat dan bergizi.
Meskipun sumsum tulang sapi memiliki kadar lemak tinggi, bagian ini juga dikenal bergizi tinggi dan rasanya cukup ringan. Sumsum tulang sapi biasanya direbus untuk membuat kaldu atau disajikan dalam sup hangat, dan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Manfaat tersebut termasuk memelihara sendi dan tulang, mengurangi risiko diabetes, serta meningkatkan kekebalan tubuh.
Untuk mencapai kaldu yang jernih, harum, dan penuh rasa, diperlukan metode perebusan yang tepat. Berikut cara merebus tulang sapi supaya sumsumnya keluar, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (29/5/2026).
1. Pemilihan Tulang Sapi yang Tepat
Pemilihan tulang yang tepat adalah langkah awal untuk mendapatkan kaldu berkualitas. Tulang segar dengan warna merah muda direkomendasikan, dan pastikan tidak berbau menyengat atau kehijauan. Memilih tulang yang baik akan sangat memengaruhi hasil akhir kaldu yang dihasilkan.
Tulang dengan sumsum dan sendi sangat dianjurkan untuk hasil kaldu yang lebih gurih dan kaya rasa. Bagian tulang kaki sapi sering dipilih karena bentuknya yang vertikal, sehingga jumlah sumsumnya lebih banyak, teksturnya padat, dan aromanya lebih kuat saat dimasak.
Memastikan tulang dalam kondisi prima sebelum proses perebusan akan mencegah kaldu menjadi keruh atau memiliki rasa yang tidak diinginkan. Hindari tulang yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau bau yang tidak sedap.
Pembersihan Awal Tulang Sapi
Setelah memilih tulang, langkah selanjutnya adalah membersihkannya dengan baik. Cuci tulang di bawah air mengalir hingga bersih untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran yang menempel. Proses ini krusial untuk mencegah kaldu menjadi keruh dan berbau.
Penting juga untuk membuang lemak berlebih agar kaldu tidak terlalu berminyak. Merendam tulang dalam air garam selama 30 menit dapat membantu mengeluarkan darah sisa dan membuat kaldu lebih jernih. Larutan garam membantu mengeluarkan darah dari jaringan daging sehingga aroma amis dan prengus dapat berkurang.
Pembersihan menyeluruh ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke tahap perebusan. Kotoran yang tertinggal dapat memengaruhi rasa dan tampilan kaldu secara keseluruhan.
Teknik Blanching untuk Menghilangkan Kotoran
Blanching adalah teknik perebusan awal yang penting untuk menghilangkan kotoran dari tulang. Rebus air hingga mendidih, lalu masukkan tulang dan biarkan selama 5-10 menit hingga kotoran dan darah keluar.
Setelah itu, buang air rebusan pertama dan bilas tulang dengan air dingin untuk memastikan kebersihannya. Proses ini berfungsi sebagai pembersihan awal yang efektif, menghilangkan kotoran dan bau tak sedap. Langkah ini menjadi fondasi untuk kaldu yang jernih dan beraroma.
Melalui blanching, partikel-partikel kecil dan sisa darah yang masih menempel pada tulang akan terangkat. Ini memastikan kaldu utama yang dihasilkan nanti akan lebih bening dan memiliki kualitas rasa yang lebih baik.
Perebusan Utama dengan Api Kecil
Untuk mendapatkan kaldu yang bening dan memiliki rasa yang kaya, gunakan panci besar dengan air baru, lalu rebus dengan api besar hingga mendidih. Setelah air mendidih, kecilkan api dan biarkan kaldu mendidih perlahan dengan api kecil selama 2 hingga 3 jam.
Waktu perebusan tulang sapi untuk kaldu yang baik bisa mencapai 6-8 jam, bahkan hingga 24 jam untuk kaldu yang sangat kaya. Selama proses perebusan, buang buih dan lemak yang mengambang secara berkala untuk menjaga kaldu tetap jernih.
Perebusan dengan api kecil dalam waktu yang lama akan membantu mengekstrak semua sari dan nutrisi dari tulang secara maksimal. Cara ini juga memungkinkan sumsum keluar dengan lebih sempurna, memperkaya rasa kaldu.
Menghilangkan Bau Prengus
Untuk mendapatkan kaldu yang harum dan tidak berbau prengus, tambahkan beberapa bumbu alami. Beberapa bahan yang efektif adalah jahe, serai, daun salam, lengkuas, dan bawang putih. Bumbu-bumbu ini akan memberikan aroma segar pada kaldu.
Merendam daging dalam larutan air garam selama 2 hingga 6 jam di dalam lemari es juga dapat membantu mengurangi bau prengus. Kandungan dalam produk susu seperti buttermilk atau susu juga dapat membantu mengikat aroma kuat pada daging.
Kombinasi teknik blanching dan penambahan rempah aromatik menjadi kunci untuk memastikan kaldu tulang sapi bebas dari bau yang tidak diinginkan. Ini akan menghasilkan kaldu yang lebih nikmat dan menggugah selera.
Memastikan Sumsum Keluar Sempurna
Untuk memastikan sumsum keluar sempurna, pilih tulang sapi yang sumsumnya masih padat. Proses perebusan yang lama dengan api kecil membantu melunakkan tulang dan memungkinkan sumsum keluar dengan mudah.
Jika ingin langsung mengolah sumsum plus tulangnya untuk sup, panggang dahulu selama 45-90 menit, lalu rebus tulang di panci besar. Usahakan posisi tulang vertikal supaya sumsum tidak mudah mengalir keluar.
Pemotongan tulang menjadi ukuran 5-10 cm juga disarankan untuk memudahkan sumsum keluar dan mempermudah proses pengolahan. Penambahan sedikit cuka saat merebus juga bisa membantu mineral meresap ke kaldu.
Resep Sup Sumsum Tulang Sapi Lezat
Sup sumsum tulang sapi adalah hidangan yang menghangatkan dan kaya rasa, cocok dinikmati kapan saja. Berikut resep sederhana untuk membuat sup sumsum tulang sapi yang lezat.
Resep ini akan memandu Anda langkah demi langkah untuk menciptakan hidangan sup sumsum yang gurih dan menggugah selera di rumah.
- 5 potong tulang sumsum sapi
- 1,5 – 2 liter air
- 5-6 siung bawang putih, haluskan
- 1/2 buah pala, haluskan
- 1/2 buah bawang bombay, iris kasar
- 4 cm kayu manis
- 5 buah cengkeh
- 4 sdt garam
- 1/2 sdt lada bubuk
- 2 sdm gula pasir
- 1/2 sdt penyedap rasa sapi
- 1 batang daun bawang
- 1 batang daun seledri
- Minyak untuk menumis
- Pelengkap: Rebusan wortel, rebusan kentang, irisan daun bawang dan seledri, tomat potong, bawang goreng
Cara Membuat:
- Cuci bersih tulang lalu rebus ke dalam air mendidih dan buang air rebusannya.
- Haluskan bawang putih, garam, dan pala kemudian tumis dengan minyak panas.
- Iris kasar bawang bombay lalu masukkan ke dalam tumisan, aduk hingga harum.
- Tuang air ke dalam tumisan setelah itu diikuti dengan tulang sumsum.
- Masukkan kayu manis, cengkeh, daun bawang dan seledri yang diikat, lalu bumbui dengan merica, gula pasir, dan penyedap rasa.
- Masak hingga mendidih dan matang, koreksi rasa, dan buang buih hitam yang mengambang di atas air.
- Setelah matang, sajikan sup tulang sumsum bersama bahan pelengkap.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merebus Tulang Sapi
1. Apa manfaat sumsum tulang sapi bagi kesehatan?
Sumsum tulang sapi bermanfaat untuk memelihara sendi dan tulang, mengurangi risiko diabetes, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, membantu pembentukan sel darah merah, mencegah penuaan kulit, dan mempercepat penyembuhan luka.
2. Berapa lama waktu ideal merebus tulang sapi agar sumsum keluar?
Untuk mendapatkan kaldu tulang sapi yang baik, perebusan membutuhkan waktu 6-8 jam, namun bisa juga direbus selama 2-3 jam untuk kaldu biasa, atau hingga 24 jam untuk kaldu yang sangat kaya.
3. Bagaimana cara menghilangkan bau prengus pada tulang sapi?
Bau prengus dapat dihilangkan dengan teknik blanching (perebusan awal), menambahkan bumbu aromatik seperti jahe, serai, daun salam, lengkuas, dan bawang putih, atau merendam tulang dalam larutan air garam atau produk susu.
4. Apakah perlu membuang air rebusan pertama tulang sapi?
Ya, air rebusan pertama perlu dibuang karena berfungsi untuk mengeluarkan kotoran, sisa darah, dan lemak berlebih yang menempel pada tulang, serta mengurangi bau prengus.
5. Bagaimana cara menyimpan sumsum tulang sapi yang sudah direbus?
Sumsum tulang sapi yang sudah direbus dapat disimpan dalam wadah tertutup di kulkas selama 2-3 hari, atau di freezer hingga dua bulan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7238087/original/062035900_1780022837-Screenshot_2026-05-29_094123.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7259239/original/017157900_1780045382-Twin_House_di_Kawasan_Blok_M.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4543791/original/077857500_1692435089-Snapseed_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328593/original/032650200_1756261730-063_2196122888.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7252439/original/025786000_1780038650-4512004751297990195.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4802010/original/004623100_1713173463-IMG_2018.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7242772/original/006397700_1780028121-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_10.42.52__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7148470/original/006359800_1779936747-daging_kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7249294/original/091065000_1780035178-6664491335230151661.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7241346/original/000679100_1780026389-lukisan_cap_tangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240882/original/015071600_1780025977-Prol_Tape_Ubi_Ungu_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7239876/original/022356400_1780024780-15132255560848003884.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/7160220/original/057659700_1779949591-daging_kurban__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406426/original/081149500_1762572222-Sepiring_sate_klatak_Jogja__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4046666/original/080599800_1654684610-candi_borobudur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7241806/original/052566800_1780027005-Bread_Puding_Roti_Tawar_Kukus_yang_Lembut.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240439/original/066749000_1780025473-13750472683816358230.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953321/original/095071700_1727316540-Sajian_daging_sapi_lada_hitam_yang_empuk_dan_pedas.__Liputan6.comIGlayla.ayesha_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240355/original/036132600_1780025215-Kambing_Kecap_Tanpa_Nanas_yang_Empuk_dan_Tidak_Bau_Prengus.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490055/original/041786300_1769987581-Matera_Reside.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490070/original/049147700_1769994542-AP26032840374760.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494624/original/004797900_1770301548-000_33YZ6V9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489247/original/062304300_1769833156-dada_ayam_kukus4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485209/original/002570800_1769498234-nipah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500323/original/022128900_1770860747-cumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354370/original/022354000_1758247499-mj-tangonan-CAUgg2lxRk0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291958/original/097840200_1753237315-nasgor_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496077/original/078576300_1770463228-042749200_1609160437-agto-nugroho-NYMRvWePmn8-unsplash.jpg)