Liputan6.com, Jakarta - Teh Talua atau teh telur bukan sekadar minuman penghilang dahaga, melainkan sebuah simbol kebanggaan masyarakat Minang yang menyimpan filosofi mendalam tentang stamina dan kehangatan. Bagi banyak orang, segelas minuman ini adalah "bahan bakar" alami yang sangat dibutuhkan untuk memulihkan energi setelah menjalani hari yang panjang dan melelahkan, menjadikannya lebih dari sekadar sajian kuliner biasa.
Banyak orang sering kali ragu untuk mencoba membuat atau menikmati minuman ini karena bayangan rasa amis yang mungkin muncul jika telur tidak diolah dengan benar. Padahal, jika kita mengetahui teknik yang tepat, aroma telur yang menyengat itu akan hilang sepenuhnya dan digantikan oleh rasa gurih yang lembut, menciptakan perpaduan rasa yang sangat memanjakan lidah.
Ketakutan akan tekstur yang menggumpal seperti orak-arik atau rasa yang aneh sering kali menghambat keinginan kita untuk mencoba resep legendaris ini di rumah sendiri. Padahal, dengan sedikit perhatian pada detail suhu air dan kekuatan tangan saat mengocok, siapa pun bisa menghadirkan sensasi kehangatan khas Bukittinggi ini langsung di dapur masing-masing.
Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com dari berbaga sumber hingga wawancara dengan sumber yang kredibel pada Selasa (26/5/2026).
Memilih Bahan Baku yang Tepat dan Berkualitas
Dalam meracik Teh Talua, pemilihan telur ayam kampung yang segar menjadi faktor penentu utama, karena jenis telur ini memiliki profil aroma yang jauh lebih lembut dan tidak terlalu mendominasi dibandingkan telur bebek. Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal, Faris Haikal, seorang penjual minuman khas Minang berpengalaman sejak 2017 menyarankan untuk memperhatikan kualitas telur serta pemilihan teh yang memiliki karakteristik aroma yang kuat dan pekat.
"Sebenarnya bisa pakai telur bebek, tapi telur ayam kampung itu paling aman dari segi aroma. Kalau telur bebek terlalu amis dan gurihnya terlalu heavy buat beberapa orang. Ayam kampung itu pas, gurihnya dapat, lembutnya dapat, dan kalau dikocok, buihnya jauh lebih stabil daripada telur ayam negeri," ujar pria 35 tahun itu saat diwawancarai oleh Liputan6.com via telepon pada Jumat (22/5) kemarin.
Penggunaan teh bubuk kasar juga menjadi rahasia besar yang sering terlewatkan oleh pemula, mengingat teh jenis ini memiliki kadar ekstrak yang lebih tinggi untuk menetralisir lemak telur. Dengan mengombinasikan kualitas telur ayam kampung yang stabil dan jenis teh bubuk kasar yang beraroma menusuk, Anda telah meletakkan fondasi dasar yang sangat kokoh untuk segelas Teh Talua yang benar-benar berkelas dan lezat.
Teknik Mengocok Telur hingga Mencapai Konsistensi Ideal
Teknik mengocok telur merupakan fase paling menentukan dalam seluruh proses pembuatan minuman ini, karena membutuhkan tenaga ekstra serta kesabaran tinggi agar hasilnya tidak menggumpal saat disiram air panas. Sebelum memulai, pastikan pergelangan tangan Anda dalam kondisi yang cukup bugar untuk melakukan gerakan mengocok yang konstan selama beberapa menit tanpa henti.
Proses ini bukanlah pekerjaan instan yang bisa diselesaikan dalam hitungan detik, karena setidaknya dibutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima menit untuk mencapai tekstur yang benar-benar kaku dan mengembang sempurna. Jika Anda bisa memastikan kocokan telur sudah mencapai titik kekakuan yang tepat, maka separuh perjalanan menuju Teh Talua yang anti-amis telah berhasil Anda lalui dengan sukses besar.
"Kuncinya di kekuatan pergelangan tangan, Bang. Harus dikocok terus tanpa henti sampai teksturnya berubah jadi putih pucat, kaku, dan kalau gelasnya dibalik, dia ndak tumpah. Saya biasanya butuh waktu 3 sampai 5 menit tergantung tenaga. Kalau dikocoknya asal-asalan, nanti pas kena air panas, telurnya malah menggumpal jadi kayak telur orak-arik," terangnya.
Rahasia Penuangan dan Penyatuan Suhu yang Sempurna
Setelah kocokan telur mencapai tekstur kaku yang diinginkan, tantangan berikutnya adalah proses penuangan air yang harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar suhu panas dapat mematangkan telur secara merata. Banyak orang gagal pada tahap ini karena terlalu terburu-buru, sehingga alih-alih mendapatkan minuman yang homogen, mereka justru mendapati telur yang terpisah dan menggumpal di dasar gelas.
Suhu air yang digunakan juga mutlak harus dalam keadaan benar-benar mendidih, karena jika suhunya hanya panas biasa, telur yang sudah dikocok tadi tidak akan pernah bisa matang dengan sempurna. Perlu diingat bahwa meskipun air harus maksimal panasnya, cara penuangannya tetap harus selembut mungkin untuk memastikan telur tidak pecah dan berbaur secara merata dengan cairan teh yang pekat.
"Itu ada seninya, bang. Setelah telur kaku, air teh yang harus benar-benar mendidih dituangkan perlahan lewat punggung sendok ke pinggiran gelas. Jangan langsung dituang ke tengah. Dengan begitu, teh perlahan-lahan merembes ke bawah dan buih telurnya naik ke atas. Itu butuh latihan, kalau buru-buru, warnanya bakal kecampur semua jadi cokelat muda saja," terangnya.
Menambahkan Sentuhan Akhir untuk Menetralkan Lemak
Setelah dasar teh dan telur bersatu dalam gelas, langkah selanjutnya adalah memastikan rasa yang dihasilkan tetap seimbang dan tidak menyebabkan rasa enek di tenggorokan saat dikonsumsi. Penambahan jeruk nipis sering kali dianggap remeh, padahal menurut para ahli kuliner, ini adalah kunci utama untuk mengikat lemak telur agar rasa gurihnya tetap menyenangkan untuk diminum sampai tetes terakhir.
Anda cukup menambahkan sekitar dua hingga tiga tetes air perasan jeruk nipis segar ke dalam gelas, namun pastikan untuk tidak berlebihan dalam takarannya agar cita rasa teh tidak hilang. Jika Anda menuangkan perasan jeruk nipis terlalu banyak, maka dikhawatirkan teh Anda justru akan berubah menjadi terlalu asam dan akhirnya merusak harmoni rasa manis yang telah dibangun sebelumnya.
Proses penyesuaian rasa ini sangat subjektif, sehingga Anda disarankan untuk mencicipinya sedikit demi sedikit sebelum memutuskan apakah perlu menambah sedikit lagi pemanis tambahan atau tidak. Dengan takaran yang pas, perasan jeruk nipis ini akan mengubah karakter Teh Talua dari sekadar minuman berlemak menjadi minuman yang segar, ringan, dan sangat nikmat.
Memaksimalkan Penyajian dan Waktu Konsumsi
Penyajian Teh Talua akan terasa lebih optimal jika Anda menggunakan gelas kaca transparan yang bersih, sehingga gradasi warna antara putih buih telur dan cokelat pekat teh dapat terlihat dengan sangat estetis. Visual yang menarik ini bukan hanya sekadar soal penampilan semata, tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan pengalaman sensorik yang membuat siapa pun yang meminumnya merasa lebih bersemangat dan dihargai.
Waktu terbaik untuk menikmati segelas minuman legendaris ini adalah pada malam hari, terutama saat cuaca sedang dingin karena efek hangatnya akan sangat terasa di seluruh bagian tubuh. Sensasi panas yang menjalar dari minuman ini saat dikonsumsi di malam hari terbukti sangat ampuh untuk membuat badan merasa lebih hangat, santai, dan membantu Anda mendapatkan kualitas tidur yang jauh lebih nyenyak.
Banyak juga individu yang memilih untuk mengonsumsi Teh Talua ini pada pagi hari sebelum memulai aktivitas berat, seperti pergi ke pasar atau sawah, sebagai tambahan tenaga alami yang sangat efektif. Tidak ada aturan baku mengenai kapan Anda harus meminumnya, namun memastikan minuman ini disajikan dalam kondisi panas adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar untuk mendapatkan manfaat stamina yang maksimal.
Menghindari Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Kesalahan paling fatal yang sering dilakukan oleh pemula saat mencoba membuat Teh Talua adalah ketidaksabaran dalam proses mengocok telur dan penggunaan suhu air yang kurang tepat atau tidak cukup panas. Banyak orang yang merasa sudah cukup mengocok telur padahal teksturnya belum kaku, sehingga yang dihasilkan hanyalah minuman teh manis dengan telur mentah yang memiliki aroma amis sangat kuat.
Pastikan Anda tidak mencoba jalan pintas dengan menggunakan alat pengocok otomatis atau blender jika ingin mendapatkan hasil yang tradisional dan autentik, karena kekuatan tangan memberikan kontrol tekstur yang jauh lebih baik. Jika Anda terburu-buru dan tidak sabar menunggu telur benar-benar kaku, maka hasil akhirnya akan sangat mengecewakan dan jauh dari standar Teh Talua yang dijual oleh para pedagang profesional.
Selain itu, selalu perhatikan kebersihan semua peralatan yang digunakan, mulai dari gelas hingga pengocok, karena sisa lemak atau kotoran sekecil apa pun dapat merusak kestabilan buih telur. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan mendasar ini dan mengikuti alur pembuatan yang benar, Anda akan dengan mudah menyajikan minuman sehat, lezat, dan berstamina tinggi setiap kali Anda menginginkannya.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Membuat Teh Talua
Apakah Teh Talua aman diminum setiap hari?
Secara tradisional, minuman ini dianggap sebagai penambah stamina alami, namun bagi penderita kolesterol tinggi, disarankan untuk membatasi konsumsinya karena kandungan lemak pada kuning telur ayam kampung.
Bisakah saya mengganti teh bubuk kasar dengan teh celup biasa?
Sangat tidak disarankan, karena teh celup biasa cenderung kurang pekat warnanya dan rasanya akan tenggelam oleh gurihnya telur, sehingga Teh Talua Anda akan kehilangan karakter kuatnya.
Mengapa buih telur saya cepat kempis saat disiram air panas?
Hal ini biasanya terjadi karena telur kurang lama dikocok hingga mencapai titik kaku atau air yang digunakan tidak mendidih sempurna, sehingga telur tidak matang merata.
Apakah ada cara untuk menghilangkan rasa amis selain menggunakan jeruk nipis?
Jeruk nipis adalah cara paling efektif, namun pastikan telur ayam kampung yang digunakan benar-benar segar karena telur yang sudah lama disimpan cenderung memiliki aroma yang jauh lebih tajam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378234/original/082981500_1760228876-clark-gu-737YulKRO5E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7017198/original/006558100_1779790494-Untitleda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304566/original/034282600_1754277698-Gemini_Generated_Image_mcanwamcanwamcan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534999/original/077649300_1773907608-Daging_Dingin_Suhu_Ruang_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6379135/original/005965700_1779254202-IMG-20260520-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7007109/original/048927400_1779778851-Roti_tawar_isi_daging.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7002234/original/028756200_1779773079-Depositphotos_633518224_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7006265/original/020397900_1779777784-6295547752111960989.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6998839/original/039710900_1779769299-Secret_Garden_Coffee_and_Chocolate_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7003334/original/078031500_1779774342-cropped-f56458c7-f462-4799-b78c-68da45cd9c8e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7001185/original/054705300_1779771924-Croffle_dari_Roti_Tawar_ala_Rumahan_dengan_Tekstur_Super_Renyah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7001304/original/090795700_1779772185-cropped-1c18508d-3442-4158-aea2-c7a456773875.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6497509/original/058082400_1779354244-Daging_Kambing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6992981/original/058215900_1779762615-000_A78P4MN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6999778/original/031322800_1779770227-cropped-bd42cbcb-1dce-49b4-a7bf-958d7adac872.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6998932/original/079672400_1779769367-cropped-329b8eb8-3a1c-4563-8f4e-fa9edf1cc0b3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6995433/original/080064100_1779765312-cropped-873af9eb-c298-442e-8861-81f7345f8447.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290528/original/093615500_1753142190-fef43afb-5889-4588-8f07-c8f05a2116c2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4578493/original/047423900_1694935842-20230917-Tim-Inafis-Museum-Nasional-Angga-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6996203/original/017318800_1779766312-WhatsApp_Image_2026-05-26_at_08.28.43.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486728/original/017225600_1769597871-drw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490055/original/041786300_1769987581-Matera_Reside.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490070/original/049147700_1769994542-AP26032840374760.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494624/original/004797900_1770301548-000_33YZ6V9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475653/original/079203500_1768636464-unnamed-24.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500323/original/022128900_1770860747-cumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354370/original/022354000_1758247499-mj-tangonan-CAUgg2lxRk0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563023/original/075687300_1693830555-carles-rabada-reZbnolscDo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484492/original/003236400_1769433636-Depositphotos_855662500_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485209/original/002570800_1769498234-nipah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486596/original/060707500_1769591636-Depot_Bu_Rudy_-_Swastika_Nohara.jpg)