BTS Semprot Penginapan di Busan yang Getok Harga Puluhan Kali Lipat Jelang Konser

17 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Praktik getok harga kamar penginapan di Busan, Korea Selatan, akhirnya memancing kemarahan para anggota BTS. Satu per satu anggota menyemprot para pemilik penginapan yang mencari keuntungan secara tak wajar dari penyelenggaraan konser BTS pada 12--12 Juni 2026 di Stadion Utama Asiad Busan.

Lewat siaran langsung setelah tampil di American Music Awards di Las Vegas, pada Selasa, 26 Mei 2026, RM mengawali kritikan pedas soal kenaikan harga akomodasi di Busan. ia mengatakan, "Terlalu banyak berita tentang harga akomodasi menjelang konser Busan. Saya sangat berharap orang-orang tidak melakukan itu."

"Anda harus berpikir jangka panjang tentang hal-hal ini," imbuh RM seraya menggambarkan bahwa Busan adalah kota yang 'keren' dan 'seperti Miami-nya Korea'.

Jimin yang berasal dari Busan juga mengungkapkan kekecewaannya. Dikutip dari KBizoom, Rabu, 27 Mei 2026, ia mengingatkan bahwa konser tersebut harus dikenang sebagai momen yang menyenangkan bagi penggemar yang mengunjungi kota itu.

"Tentu saja uang itu penting, tetapi ini sudah keterlaluan," tegurnya.

Sesama warga Busan, Jungkook juga bereaksi keras. "Cukup sudah. ​​Kalian seharusnya tidak melakukan itu," semprotnya.

RM mengakui grupnya frustrasi karena masalah itu karena walau BTS secara pribadi ingin membantu, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu. "Perbedaan harga antara musim ramai dan musim sepi bisa terjadi, tetapi serius, mari kita tetap bersikap wajar."

Getok Harga Sejak Awal

Baru-baru ini, salah seorang penggemar membagikan keluhannya di media sosial dengan klaim kamar hotel di Busan yang biasanya berharga sekitar 50.000 won melonjak hingga 3 juta won selama periode konser. Beberapa pengunjung juga mengklaim bahwa reservasi yang dibuat beberapa bulan sebelumnya tiba-tiba dibatalkan.

Indikasi getok harga bahkan sudah terdeteksi sejak awal Januari 2026. KBizoom melaporkan bahwa tarif hotel selama periode konser melonjak jauh melampaui tingkat normal.

Di dekat Stasiun Haeundae, tarif per malam untuk beberapa akomodasi telah melonjak antara 700 ribu won hingga 1,2 juta won. Hanya seminggu sebelumnya, kamar yang sama dihargai antara 70.000 won--300.000 won, yang berarti harga meningkat sekitar empat hingga sepuluh kali lipat.

Situasinya tidak berbeda di bagian lain Busan. Di Distrik Dongnae, sebuah penginapan yang biasanya mengenakan biaya 68.000 won pada 10 Juni menaikkan harganya menjadi 769.000 won selama tanggal konser, lebih dari sepuluh kali lipat. Di Kabupaten Gijang, kamar yang biasanya berharga 98.000 won terdaftar dengan harga 502.000 won dan 431.000 won.

Peringatan Presiden Korsel Dianggap Angin Lalu?

Seiring meningkatnya kemarahan publik atas apa yang banyak disebut sebagai 'penipuan harga" terkait konser BTS di Busan, Presiden Lee Jae Myung mengeluarkan peringatan keras. Pada 16 Januari 2026, ia mengunggah pernyataan di media sosial, "Pencarian keuntungan yang jahat yang merusak tatanan pasar dan menyebabkan kerugian yang meluas harus diberantas sepenuhnya."

"Kerugian harus jauh lebih besar daripada keuntungan yang tidak adil," imbuhnya.

Presiden juga membagikan sebuah artikel berita berjudul, “Harga Naik Sepuluh Kali Lipat Karena BTS Akan Datang… Tarif Hotel Busan Memicu Kontroversi Penipuan Harga Lainnya,” yang menandakan sikap serius pemerintah terhadap masalah ini. Busan telah menghadapi kritik serupa selama acara-acara besar di masa lalu.

Selama Festival Kembang Api Busan pada November 2025, beberapa akomodasi mengenakan biaya lebih dari 1 juta won per malam, dengan satu properti melonjak dari 650.000 won menjadi dua juta won. Pada Oktober 2022, ketika BTS mengadakan Konser Penawaran World Expo Busan 2030, harga hotel di dekat lokasi acara juga meroket, memicu reaksi keras yang meluas.

Picu Kemarahan Para ARMY

Mengutip Korea Times, Sabtu, 23 Mei 2026, Komisi Perdagangan Adil Korea dan Badan Konsumen Korea menyatakan telah memeriksa 135 hotel dan motel di Busan dan menemukan bahwa tarif kamar selama pekan konser rata-rata meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding akhir pekan sebelum dan sesudah acara.

Para ARMY semakin marah setelah muncul laporan bahwa sejumlah penginapan membatalkan reservasi yang sudah dilakukan sebelum pengumuman konser. Para penggemar menuduh operator penginapan menggunakan alasan tertentu untuk menjual ulang kamar dengan harga lebih tinggi.

"Saya memesan kamar beberapa bulan lalu, tetapi mereka membatalkannya dengan alasan overbooking atau renovasi, lalu menjualnya lagi dengan harga lebih mahal," ujar salah satu penggemar.

Di tengah keluhan yang terus bermunculan, sebagian fans mulai mempertimbangkan melakukan perjalanan pulang-pergi tanpa menginap atau bahkan memboikot pengeluaran di Busan sepenuhnya. Komentar di media online antara lain berbunyi, "Saya tidak akan menghabiskan satu won pun di Busan,"

"Saya bahkan akan membeli air minum di Seoul lalu membawanya," hingga "Nol pengeluaran di Busan!"

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |