7 Rekomendasi Kopi Tiam Jadul di Glodok yang Wajib Disambangi Tahun 2026

10 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta Aroma kopi yang diseduh di atas pasir panas bercampur dengan uap roti panggang srikaya — itulah sapaan pertama Glodok bagi siapa pun yang mencari rekomendasi kopi tiam jadul di Glodok paling otentik di Jakarta. Kawasan Pecinan terbesar di Jakarta ini bukan sekadar pusat perdagangan elektronik. Di balik gang-gang sempit dan bangunan kolonial yang masih berdiri tegak, tersimpan deretan kedai kopi dan rumah teh yang usianya melampaui satu abad — tempat-tempat di mana waktu seolah berjalan lebih lambat dan setiap cangkir kopi menyimpan cerita.

Dilansir dari indonesia.go.id, Glodok masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia, dan bukan tanpa alasan. Karakter kuliner kawasan ini terbentuk dari persilangan budaya Tionghoa, Melayu, dan Betawi yang berlangsung ratusan tahun. Gang Gloria dan Petak Enam menjadi dua episentrum cita rasa tempat kopitiam, warung kari, tukang bakmi, dan penjual cempedak goreng saling bersanding dalam harmoni yang hanya bisa ditemukan di sini. Setiap lorong menawarkan kejutan: kedai kopi legendaris yang masih menggunakan resep keluarga dari era pra-kemerdekaan, berdampingan dengan kafe modern yang membawa teknik seduh kontemporer ke jantung pecinan.

Kopitiam Legendaris yang Sudah Berdiri Puluhan Tahun

1. Kopi Es Tak Kie — Ikon Kopi Tertua di Jantung Gang Gloria

Menyebut kopitiam jadul di Glodok tanpa membicarakan Kopi Es Tak Kie sama seperti membicarakan kota tua tanpa menoleh pada Museum Fatahillah. Kedai kopi legendaris ini sudah berdiri dari zaman Belanda, tepatnya sejak 1927. Dirintis oleh Liong Kwie Tjong, seorang perantau dari Tiongkok yang memulai usahanya sebagai pedagang kaki lima sebelum memiliki toko sendiri. Kini kedai ini dikelola oleh generasi ketiga keluarganya.

Memasuki kedai mungil di Gang Gloria ini, nuansa tempo dulu langsung menyelimuti — kursi jati tua yang masih terawat, foto-foto hitam putih era gerobak terpajang di dinding, dan papan nama asli yang tak pernah diganti. Kopi di sini sederhana: hanya ada kopi hitam dan kopi susu, keduanya tersedia panas maupun es. Tapi kesederhanaan itulah kekuatannya.

Cocok untuk pencinta kopi klasik, fotografer jalanan, dan siapa pun yang ingin merasakan atmosfer Jakarta tempo dulu yang sesungguhnya. Datanglah pagi-pagi sebelum pukul 10 agar tidak kehabisan tempat duduk.

Menu Andalan

  • Es Kopi Susu Tak Kie
  • Kopi Hitam Panas 
  • Nasi Tim Ayam

Info Penting

  • Alamat: Jl. Pintu Besar Selatan III, Gang Gloria No. 4–6, Glodok, Jakarta Barat
  • Jam buka: 07.00-13.30 WIB (setiap hari)
  • Harga: Rp 22.000–Rp 50.000 per orang
  • Parkir: Terbatas, disarankan jalan kaki dari area Pancoran

Tips Insider

  • Kedai tutup pukul setengah 2 siang — datang sebelum jam 9 pagi untuk pengalaman terbaik tanpa antrean panjang.

2. Djauw Coffee — Kopi Pasir ala Turki di Tengah Pecinan

Siapa sangka, di tengah kawasan Pecinan yang kental nuansa Tionghoa, bersembunyi sebuah kopitiam yang menyeduh kopi dengan teknik Timur Tengah? Djauw Coffee adalah anomali paling menarik di peta kuliner Glodok. Berdiri sejak 1943, kedai ini memadukan interior etnik Tiongkok jadul dengan penyajian kopi ala Turki — bubuk kopi dan air dipanaskan dalam gelas stainless steel yang diputar perlahan di atas hamparan pasir panas hingga mendidih.

Aroma yang menguar saat proses penyeduhan ini saja sudah menjadi pertunjukan tersendiri. Butter Coffee menjadi salah satu pilihan paling digemari: perpaduan wangi mentega dan kopi hitam yang begitu tercampur menghasilkan tekstur creamy dengan sedikit sentuhan manis dan pahit yang seimbang. Bukan hanya kopi, kedai ini juga menyajikan aneka menu sarapan klasik kopitiam — roti panggang srikaya, telur setengah matang, lontong sayur, hingga nasi lemak. Suasananya estetik namun tidak dibuat-buat, persis seperti masuk ke rumah tua keluarga Tionghoa yang masih menyimpan perabotan aslinya.

Djauw Coffee ideal untuk pasangan, penikmat fotografi, atau siapa pun yang ingin sarapan dengan karakter di kawasan bersejarah.

Menu Andalan

  • Butter Coffee — Rp 28.000
  • Kopi Pantjoran (kopi hitam rempah kayu manis) — Rp 25.000
  • Roti Panggang Srikaya - Rp 32.000

Info Penting

  • Alamat: Jl. Kemenangan Raya No. 58B, Glodok, Jakarta Barat
  • Jam buka: 07.00–18.00 WIB (setiap hari)
  • Harga: Rp 18.000–Rp 70.000 per orang
  • Parkir: Terbatas, parkir terdekat di area Pasar Glodok
  • Fasilitas: Non-AC, indoor sederhana dengan dekorasi khas Tionghoa

Tips Insider

  • Pesan Butter Coffee sambil menyaksikan langsung proses seduh pasir panas di depan mata — pengalaman yang tidak akan kamu dapatkan di coffee shop mana pun di Jakarta.

3. Pantjoran Tea House — Kedai Teh Oriental dalam Bangunan Bersejarah

Tepat di samping gapura gerbang masuk kawasan Pecinan, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang dulunya merupakan Apotheek Chung Hwa, apotek tertua kedua di Jakarta yang berdiri pada 1928. Setelah puluhan tahun terbengkalai, bangunan ini direvitalisasi pada 2015 dan menjelma menjadi Pantjoran Tea House — kedai teh paling ikonik di Glodok.

Berbeda dari kopitiam lainnya, Pantjoran Tea House menempatkan teh sebagai bintang utama. Tersedia 25 jenis teh berkualitas, mulai dari white tea, oolong, pu'er, hingga green tea premium yang disajikan dengan teknik Gong Fu Cha — seni penyeduhan teh dari era Dinasti Qing. Setiap meja dilengkapi satu set peralatan Gong Fu Cha, dan tea assistant siap membantu proses penyeduhan. Interior dua lantai yang sarat nuansa oriental klasik — lampion merah, lukisan-lukisan tradisional, jendela besar bergaya Tiongkok — menjadikan tempat ini salah satu spot paling fotogenik di kawasan Glodok.

Tradisi patekoan turut dihidupkan di sini: delapan teko teh besar di teras depan yang dahulu bisa dinikmati gratis oleh siapa pun yang lewat. Pantjoran Tea House menjadi pilihan sempurna untuk makan keluarga, pertemuan santai, atau sekadar menikmati ketenangan di tengah hiruk-pikuk pecinan. Semua menu di sini halal, sehingga ramah bagi pengunjung dari berbagai latar belakang.

Menu Andalan

  • Xi Hu Long Jing (teh hijau premium) — per poci
  • Ayam Saus Pantjoran
  • Aneka Dimsum (xiao long bao, lo ma kai, hakao)

Info Penting

  • Alamat: Jl. Pancoran Raya No. 4–6, Glodok, Jakarta Barat
  • Jam buka: 10.00–20.00 (Senin–Jumat), 09.00–20.00 (Sabtu–Minggu)
  • Harga: Rp 50.000–Rp 100.000 per orang
  • Parkir: Terbatas, lahan parkir sulit untuk mobil
  • Fasilitas: AC (lantai 2), WiFi, halal, reservasi tersedia

Tips Insider

  • Naik ke lantai 2 untuk ruangan ber-AC dengan suasana lebih tenang. Lantai 1 tersedia area smoking dengan kipas angin.

Kopitiam Bernuansa Jadul dengan Sentuhan Kekinian

Gelombang baru kedai kopi di Glodok membawa semangat yang menarik: mempertahankan roh kopitiam tradisional sembari mengadopsi teknik dan presentasi modern. Dua nama berikut membuktikan bahwa klasik dan kekinian bisa bersanding tanpa canggung.

4. Gold Dragon Coffee — Kopitiam Baru dengan Jiwa Tradisional

Di tengah gang sempit kawasan Pasar Glodok, sebuah kafe dengan nuansa serba emas tampak paling menyala. Gold Dragon Coffee memadukan modernitas dengan elemen tradisional Tionghoa secara apik — lukisan, ukiran, dan lampion menghiasi interior yang bersih dan nyaman. Meski tergolong baru dibandingkan tetangganya yang sudah berusia puluhan tahun, kopitiam ini cepat merebut hati warga lokal berkat kopi berkualitas yang terjangkau.

Keunikan Gold Dragon terletak pada pemiliknya yang memiliki kebun kopi sendiri di daerah Mega Mendung, Bogor, sehingga biji kopi yang digunakan dipilih dan diolah secara langsung. Pilihan kopinya beragam: dari kopi hitam klasik, kopi susu gula aren, hingga Vietnam drip dan manual brew. Camilan pendamping yang tersedia pun khas pecinan — choipan, bakpao labu isi kacang tanah, mochi, hingga pisang goreng Pontianak. Tempat ini tidak ber-AC, namun teras luar yang terbuka menciptakan sirkulasi udara yang cukup sejuk dan nyaman.

Menu Andalan

  • Kopi Susu Gula Aren — mulai Rp 15.000
  • Vietnam Drip
  • Choipan dan Bakpao Labu

Info Penting

  • Alamat: Jl. Kemenangan Raya RT2/RW1, Glodok Barat No. 58A, Taman Sari, Jakarta Barat
  • Jam buka: Senin–Jumat 07.00–18.00, Sabtu–Minggu 06.00–18.00 WIB
  • Harga: Rp 15.000–Rp 35.000 per orang
  • Parkir: Terbatas
  • Fasilitas: Non-AC, teras outdoor

Tips Insider

  • Coba manual brew kopi lokal dari kebun pemilik di Mega Mendung — pengalaman farm-to-cup yang jarang ditemukan di kopitiam tradisional.

5. Lit Bakehouse — Pastry Artisan di Lorong Pecinan

Berjalan melewati gang-gang kecil kawasan Gloria, sebuah aroma mentega dan roti panggang segar menyeruak dari balik etalase kaca. Lit Bakehouse hadir bagaikan penyegar di tengah dominasi kuliner legendaris Glodok. Tempat ini memadukan konsep bakehouse dengan fokus pada kualitas kopi — menjadikannya alternatif menarik bagi penikmat kopi yang mencari rasa lebih clean dan seimbang.

Croissant, bagel, dan pastry Perancis menjadi daya tarik utama. Menu signature seperti BRIElliant dan Bakkwa Croissant menggabungkan teknik pastry Eropa dengan cita rasa lokal. Kopi di sini juga tidak main-main: tersedia espresso, piccolo, long black, cappuccino, hingga kopi jadul dengan kental manis bagi yang ingin tetap terhubung dengan tradisi. Aksesnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki — menambah kesan petualangan kuliner yang sesungguhnya.

Menu Andalan

  • Bakkwa Croissant
  • Cappuccino
  • Kopi Jadul Kental Manis

Info Penting

  • Alamat: Glodok, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat
  • Jam buka: 08.30-17.00 WIB
  • Harga: Rp 20.000–Rp 45.000 per orang
  • Fasilitas: Indoor, take away tersedia

]Tips Insider

  • Datang sebelum jam 10 pagi karena pastry populer sering habis menjelang siang.

Hidden Gem untuk Penikmat Kopi Nusantara

Dua nama berikut mungkin belum setenar tetangganya, tetapi justru menawarkan pengalaman ngopi yang berbeda — dari toko biji kopi yang kini menyediakan area seduh, hingga kafe modern yang jadi tempat nongkrong favorit backpacker internasional.

6. Toko Kopi Sidikalang Jaya — Surga Biji Kopi Lokal di Gedung Chandra

Bagi pencinta kopi Nusantara, tempat ini adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Dikenal sebagai toko biji kopi legendaris, Sidikalang Jaya beroperasi di dalam Gedung Chandra, kawasan Petak Enam. Jejeran stoples besar dan bening yang memajang biji kopi dari berbagai daerah — Sidikalang, Aceh Ulee Kareng, Aceh Wine, hingga kopi luwak — langsung menyambut begitu kamu melangkah masuk.

Seiring perkembangan budaya ngopi, toko ini kini juga menyediakan area untuk menikmati kopi yang diseduh langsung di tempat. Pilihan seduhannya beragam: kopi hitam, tubruk, susu, tubruk premium, hingga kopi luwak segar. Dengan harga mulai Rp 12.000 per cangkir, tempat ini menawarkan value luar biasa bagi penikmat kopi yang ingin merasakan biji-biji terbaik tanpa harus membelinya kiloan. Suasananya sederhana, jauh dari kesan estetik kafe kekinian, tapi justru itulah yang membuat pengalaman ngopi di sini terasa autentik.

Menu Andalan

  • Kopi Tubruk Sidikalang — mulai Rp 14.000
  • Kopi Luwak Seduh — harga menyesuaikan
  • Biji kopi eceran dari berbagai daerah

Info Penting

  • Alamat: Gedung Chandra, Jl. Pancoran No. 2, Taman Sari, Jakarta Barat
  • Jam buka: Senin–Sabtu 09.30–18.00 WIB 
  • Harga: Rp 12.000–Rp 30.000 per cangkir
  • Parkir: Area parkir Gedung Chandra
  • Fasilitas: Sederhana, area seduh di dalam toko

Tips Insider

  • Bawa pulang biji kopi favorit sebagai oleh-oleh — harganya jauh lebih murah dibanding supermarket.

7. ARK Coffee & Eatery — Kafe Modern Favorit Backpacker

Di ujung Jalan Kemurnian IV, tersembunyi sebuah kafe yang menjadi magnet bagi turis asing dan wisatawan lokal yang menjelajahi Glodok. ARK Coffee & Eatery menawarkan pengalaman bersantap dan menikmati kopi dengan suasana yang nyaman dan modern. Konsepnya minimalis dengan interior elegan, lengkap dengan live music di hari-hari tertentu — kontras menarik di tengah bangunan tua kawasan pecinan.

Aneka kopi di sini diracik dari biji kopi premium pilihan berbagai daerah Indonesia: espresso, spanish latte, salted caramel macchiato, almond latte, hingga cold brew. Bagi yang ingin nuansa lokal, tersedia kopi Toraja dan kopi tubruk dengan metode V60. Menu makanan berat juga melengkapi pengalaman — nasi goreng, mi laksa, hingga spaghetti, menjadikannya tempat yang cocok untuk makan siang sekaligus ngopi santai. Dengan jam buka hingga malam hari, ARK Coffee menjadi salah satu pilihan terbaik untuk nongkrong di Glodok setelah senja.

Menu Andalan

  • Spanish Latte — mulai Rp 28.000
  • V60 Kopi Toraja
  • Nasi Goreng ARK

Info Penting

  • Alamat: Jl. Kemurnian IV No. 18, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat
  • Jam buka: 09.00–22.00 WIB (setiap hari)
  • Harga: Rp 28.000–Rp 80.000 per orang
  • Parkir: Terbatas
  • Fasilitas: Indoor ber-AC, WiFi, live music, pembayaran kartu dan QRIS

Tips Insider

  • Datang saat sore menjelang malam untuk menikmati live music sambil ngopi — vibes-nya sangat berbeda dari kopitiam tradisional di sekitar Glodok.

Kisaran Harga dan Budget Ngopi di Glodok

Salah satu daya tarik utama ngopi di kawasan Pecinan Glodok adalah harganya yang sangat bersahabat. Sebagian besar kedai kopi legendaris mematok harga per cangkir mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 25.000 — jauh lebih terjangkau dibanding coffee shop kekinian di pusat kota. Untuk kafe dengan konsep lebih modern seperti ARK Coffee dan Lit Bakehouse, budget per orang berkisar Rp 28.000–Rp 80.000 termasuk makanan.

Pantjoran Tea House berada di kelas menengah ke atas dengan kisaran Rp 50.000–Rp 100.000 per orang, sebanding dengan pengalaman makan dimsum dan minum teh premium yang ditawarkan. Secara umum, dengan budget Rp 50.000 saja, kamu sudah bisa menikmati kopi dan camilan di dua hingga tiga kedai berbeda selama satu sesi jelajah kuliner pagi di Glodok. Bawa uang tunai secukupnya, karena beberapa kedai legendaris belum menerima pembayaran elektronik.

Akses, Parkir, dan Panduan Lokasi

Kawasan Glodok secara administratif berada di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Dua area utama untuk berburu kuliner kopitiam adalah Gang Gloria (Jl. Pintu Besar Selatan III) dan Petak Enam (Jl. Pancoran dan sekitarnya). Keduanya bisa ditempuh berjalan kaki satu sama lain dalam waktu 10–15 menit.

Mengacu pada rencana pembangunan MRT fase 2A yang melewati kawasan ini, akses ke Glodok diprediksi akan semakin mudah dalam waktu dekat. Saat ini, cara paling efisien untuk sampai ke kawasan kuliner adalah menggunakan transportasi daring dan turun di sekitar Jalan Pancoran atau Jalan Kemenangan Raya, lalu berjalan kaki menyusuri gang-gang.

Parkir mobil di kawasan ini sangat terbatas. Disarankan untuk memanfaatkan parkir di Gedung Chandra atau area parkir komersial terdekat. Bagi pengunjung solo atau pasangan, motor atau transportasi daring adalah pilihan paling praktis. Untuk rombongan keluarga, pastikan datang di hari kerja untuk menghindari kepadatan — terutama menjelang Imlek atau hari libur nasional.

Tren Ngopi Jadul di Era Modern

Kopitiam di Glodok bukan sekadar tempat minum kopi. Bagi banyak pekerja dan komuter di Jakarta Barat, kedai-kedai ini adalah ruang sosial informal — tempat memulai hari dengan sarapan sederhana, berdiskusi bisnis ringan, atau sekadar menikmati momen ketenangan sebelum menghadapi rutinitas. Budaya kopitiam yang mengedepankan kopi sederhana dengan pendamping roti dan telur setengah matang, sesungguhnya sejalan dengan tren makan praktis namun mengenyangkan yang kini banyak dicari generasi muda.

Menariknya, kehadiran kedai-kedai baru seperti Gold Dragon Coffee, Lit Bakehouse, dan ARK Coffee justru memperkuat — bukan menggantikan — eksistensi kopitiam legendaris. Mereka saling melengkapi dalam menawarkan spektrum pengalaman ngopi yang utuh: dari yang paling tradisional hingga yang paling kontemporer, semuanya dalam radius satu kilometer di kawasan Pecinan Glodok.

Tabel Perbandingan 7 Kopitiam Terbaik di Glodok

Nama Tempat Menu Andalan Kisaran Harga Lokasi Jam Buka Cocok untuk
Kopi Es Tak Kie Es Kopi Susu, Kopi Hitam Rp 22.000–50.000 Gang Gloria 06.30–14.00 Pecinta kopi klasik, wisata sejarah
Djauw Coffee Butter Coffee, Kopi Pantjoran Rp 18.000–40.000 Jl. Kemenangan Raya 07.00–17.30 Pasangan, pencinta kopi unik
Pantjoran Tea House Teh Gong Fu Cha, Dimsum Rp 50.000–100.000 Jl. Pancoran 08.00–20.00 Keluarga, makan formal, halal
Gold Dragon Coffee Kopi Susu Gula Aren, Vietnam Drip Rp 15.000–35.000 Jl. Pasar Glodok Barat 06.00–18.00 Budget-friendly, warga lokal
Lit Bakehouse Croissant, Cappuccino Rp 20.000–45.000 Jl. Pancoran V 08.30–17.00 Pencinta pastry, nongkrong santai
Sidikalang Jaya Kopi Tubruk, Kopi Luwak Rp 12.000–25.000 Gedung Chandra 08.00–17.00 Penikmat kopi Nusantara, pemburu biji kopi
ARK Coffee & Eatery Spanish Latte, V60 Toraja Rp 28.000–80.000 Jl. Kemurnian IV 08.00–22.00 Nongkrong malam, backpacker, kerja remote

Tips Jelajah Kopitiam Glodok yang Efektif

Pilih waktu yang tepat. Kedai legendaris seperti Kopi Es Tak Kie dan Sidikalang Jaya paling ramai di pagi hari, terutama akhir pekan. Datanglah saat weekday pukul 07.00–09.00 untuk suasana yang lebih tenang dan fotogenik.

Siapkan uang tunai. Beberapa kedai klasik belum menerima pembayaran digital. Bawa pecahan kecil agar transaksi lebih lancar.

Gunakan sepatu nyaman. Sebagian besar kopitiam legendaris hanya bisa diakses dengan berjalan kaki melewati gang-gang sempit yang kadang basah atau tidak rata.

Kombinasikan dengan wisata kuliner lain. Setelah ngopi di Kopi Es Tak Kie, lanjutkan ke Kari Lam yang berada di gang yang sama untuk menikmati kari legendaris sejak 1973. Rute ideal pagi hari: Kopi Es Tak Kie → Djauw Coffee → Sidikalang Jaya → Pantjoran Tea House — semuanya bisa ditempuh berjalan kaki.

Perhatikan status halal. Tidak semua kedai dan warung di Gang Gloria menyajikan menu halal. Pantjoran Tea House dan ARK Coffee & Eatery menjadi pilihan paling aman bagi pengunjung Muslim. Mie Kangkung Si Jangkung di ujung Gang Gloria juga merupakan alternatif kuliner halal di kawasan ini.

Untuk keluarga dengan anak kecil. Pantjoran Tea House memiliki ruangan ber-AC di lantai 2 yang paling nyaman. Hindari membawa anak kecil ke Gang Gloria saat jam ramai karena gang yang sempit dan padat pengunjung.

Untuk nongkrong malam. Satu-satunya pilihan kopitiam yang buka hingga malam di kawasan Glodok adalah ARK Coffee & Eatery (tutup pukul 22.00). Sisanya umumnya tutup sebelum pukul 18.00.

Kawasan Pecinan Glodok terus berkembang tanpa kehilangan akar sejarahnya. Dari kedai kopi yang telah berdiri hampir satu abad hingga kafe modern yang membawa semangat baru, setiap cangkir yang disajikan di sini membawa cerita tentang ketahanan tradisi di tengah derasnya perubahan. Baik kamu seorang penikmat kopi berat yang mengejar single origin, maupun penikmat suasana yang sekadar ingin duduk menikmati sepoci teh di bangunan bersejarah — Glodok punya jawaban untuk semuanya.

Pertanyaa Seputar Kopi Tiam Jadul di Glodok

Kopi tiam jadul di Glodok mana yang paling legendaris dan tertua?

Kopi Es Tak Kie di Gang Gloria adalah kopitiam tertua di kawasan Glodok, berdiri sejak 1927. Kedai ini masih menggunakan resep asli racikan lima jenis biji kopi Lampung dan dikelola oleh generasi ketiga keluarga pendirinya. Disusul oleh Djauw Coffee yang berdiri sejak 1943 dengan penyajian kopi pasir ala Turki yang unik.

Apakah ada kopi tiam halal di Glodok?

Pantjoran Tea House menjadi pilihan utama bagi pengunjung Muslim karena semua menunya tidak menggunakan daging atau minyak babi. ARK Coffee & Eatery juga menyediakan menu yang halal-friendly. Untuk kedai seperti Kopi Es Tak Kie, sebagian besar menu makanannya non-halal, namun menu kopinya sendiri tetap bisa dinikmati.

Berapa budget rata-rata untuk ngopi di kopitiam Glodok?

Budget ngopi di kopitiam Glodok sangat terjangkau. Secangkir kopi di kedai legendaris seperti Sidikalang Jaya bisa didapat mulai Rp 12.000, sementara di Kopi Es Tak Kie sekitar Rp 22.000. Untuk kafe modern seperti ARK Coffee, budget per orang berkisar Rp 28.000–80.000 termasuk makanan. Dengan Rp 50.000, kamu sudah bisa menikmati kopi dan camilan di dua kedai berbeda.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |