12 Trik Sederhana agar Ikan Goreng Tidak Menyerap Banyak Minyak, Hasilnya Renyah dan Tidak Enek

14 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Ikan goreng menjadi salah satu lauk favorit masyarakat Indonesia karena cocok dipadukan dengan berbagai menu, mulai dari sambal, lalapan, hingga sayur bening. Meski terlihat mudah, tidak sedikit orang yang mengeluhkan hasil ikan goreng yang terlalu berminyak, kulit mudah lembek, atau bahkan dagingnya terasa menyerap minyak sehingga kurang nikmat disantap.

Padahal, ada beberapa trik sederhana yang bisa dilakukan sebelum, saat, dan setelah proses menggoreng agar ikan tetap renyah di luar, lembut di dalam, serta tidak dipenuhi minyak. Kuncinya bukan hanya pada jenis minyak yang digunakan, tetapi juga cara menyiapkan ikan dan teknik menggoreng yang tepat. Berikut beberapa tips yang bisa Anda praktikkan di rumah.

1. Pastikan Ikan Benar-Benar Kering Sebelum Digoreng

Salah satu penyebab utama ikan menyerap banyak minyak adalah permukaannya masih basah. Air yang tersisa membuat suhu minyak turun sekaligus memicu letupan saat ikan dimasukkan ke dalam wajan.

Setelah ikan dicuci dan dimarinasi, tepuk seluruh permukaannya menggunakan tisu dapur hingga benar-benar kering. Semakin sedikit kadar air di bagian luar ikan, semakin kecil kemungkinan minyak meresap ke dalam daging.

2. Diamkan Ikan Setelah Dibumbui

Banyak orang langsung menggoreng ikan setelah diberi bumbu. Padahal, mendiamkan ikan sekitar 10–15 menit memberikan waktu bagi bumbu untuk meresap sekaligus membantu mengurangi kelembapan pada permukaannya.

Jika menggunakan garam sebagai bumbu dasar, garam juga akan membantu menarik sedikit kadar air dari permukaan ikan. Sebelum digoreng, tepuk kembali ikan dengan tisu dapur bila masih terlihat basah.

3. Baluri Tipis dengan Tepung Maizena, Terigu, atau Tepung Beras

Lapisan tepung yang tipis berfungsi sebagai pelindung agar minyak tidak langsung meresap ke dalam daging ikan. Selain itu, tepung juga membantu menghasilkan tekstur kulit yang lebih renyah.

Gunakan tepung secukupnya, lalu kibaskan sisa tepung yang berlebih. Lapisan yang terlalu tebal justru dapat membuat hasil gorengan terasa keras dan menutupi cita rasa ikan.

4. Gunakan Minyak yang Sudah Benar-Benar Panas

Suhu minyak merupakan faktor paling penting dalam menghasilkan ikan goreng yang tidak berminyak. Jika minyak belum cukup panas, ikan akan menyerap minyak sebelum permukaannya sempat membentuk lapisan renyah.

Idealnya, minyak berada pada suhu sekitar 170–180 derajat Celsius. Jika tidak memiliki termometer, masukkan sedikit tepung ke dalam minyak. Bila langsung berbuih dan naik ke permukaan, berarti minyak sudah siap digunakan.

5. Gunakan Minyak dalam Jumlah yang Cukup

Menggoreng dengan minyak terlalu sedikit membuat ikan matang lebih lama karena panas tidak merata. Akibatnya, ikan justru menyerap lebih banyak minyak.

Gunakan minyak yang cukup hingga sebagian besar permukaan ikan terendam. Cara ini membantu ikan matang lebih cepat sekaligus menghasilkan warna keemasan yang merata.

6. Jangan Menggoreng Terlalu Banyak Sekaligus

Memenuhi wajan dengan banyak ikan sekaligus memang menghemat waktu, tetapi justru membuat suhu minyak turun drastis.

Saat suhu minyak menurun, proses memasak menjadi lebih lama sehingga ikan menyerap lebih banyak minyak. Sebaiknya goreng secara bertahap agar panas minyak tetap stabil.

7. Gunakan Api Sedang Cenderung Besar

Api yang terlalu kecil membuat ikan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang. Semakin lama berada di dalam minyak, semakin besar peluang minyak meresap ke dalam daging.

Sebaliknya, api yang terlalu besar dapat membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam belum matang sempurna. Gunakan api sedang hingga sedang besar agar proses memasak berlangsung optimal.

8. Jangan Terlalu Sering Membalik Ikan

Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah membolak-balik ikan berkali-kali selama menggoreng.

Biarkan satu sisi matang hingga berwarna cokelat keemasan dan teksturnya kokoh sebelum dibalik. Idealnya, ikan cukup dibalik satu kali agar lapisan luarnya tetap utuh dan tidak mudah menyerap minyak.

9. Gunakan Minyak yang Bersih

Minyak yang sudah digunakan berkali-kali biasanya lebih mudah berbusa dan kualitasnya menurun. Kondisi ini membuat hasil gorengan menjadi lebih berminyak dan warnanya cepat menggelap.

Gunakan minyak yang masih bersih atau saring minyak setelah digunakan agar sisa remah makanan tidak ikut terbakar saat dipakai kembali.

10. Tiriskan di Rak Kawat atau Saringan

Setelah matang, jangan langsung meletakkan ikan di piring datar karena minyak akan berkumpul di bagian bawah ikan.

Lebih baik tiriskan di rak kawat atau saringan agar minyak dapat menetes dengan sempurna. Jika menggunakan tisu dapur, gunakan secukupnya dan hindari menumpuk ikan agar uap panas tidak terperangkap.

11. Jangan Menutup Ikan Saat Masih Panas

Banyak orang langsung menutup ikan goreng agar tetap hangat. Padahal, cara ini membuat uap air terperangkap di dalam wadah.

Uap tersebut akan kembali mengenai permukaan ikan sehingga kulit yang semula renyah menjadi lembek dan terasa lebih berminyak. Biarkan ikan berada di ruang terbuka selama beberapa menit sebelum disajikan.

12. Hindari Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggoreng

Selain menerapkan teknik yang benar, penting juga menghindari beberapa kesalahan yang membuat ikan lebih berminyak, seperti:

  • Menggoreng saat minyak belum cukup panas.
  • Memasukkan ikan yang masih basah.
  • Mengisi wajan terlalu penuh.
  • Menggunakan api terlalu kecil.
  • Memakai minyak yang sudah sangat kotor atau dipakai berkali-kali.
  • Terlalu sering membalik ikan selama proses menggoreng.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, hasil ikan goreng akan lebih renyah, matang merata, dan tidak terasa terlalu berminyak saat disantap.

Pertanyaan Seputar Cara Menggoreng Ikan

1. Apakah jenis ikan memengaruhi jumlah minyak yang terserap saat digoreng?

Ya. Ikan dengan kadar lemak alami yang lebih tinggi, seperti salmon atau tongkol, umumnya tidak menyerap minyak sebanyak ikan berdaging putih yang lebih kering. Selain itu, ketebalan daging ikan juga berpengaruh. Ikan yang terlalu tipis cenderung lebih cepat kering dan berisiko menyerap minyak jika digoreng terlalu lama. Apa pun jenis ikannya, teknik menggoreng yang tepat tetap menjadi faktor utama untuk mengurangi penyerapan minyak.

2. Apakah ikan sebaiknya digoreng setelah dikeluarkan dari kulkas atau didiamkan terlebih dahulu?

Sebaiknya ikan didiamkan sekitar 10–15 menit setelah dikeluarkan dari kulkas hingga suhunya tidak terlalu dingin. Ikan yang masih sangat dingin dapat menurunkan suhu minyak secara tiba-tiba sehingga proses menggoreng menjadi kurang optimal. Setelah didiamkan, pastikan permukaannya kembali dikeringkan sebelum dimasukkan ke dalam minyak panas.

3. Bagaimana cara mengetahui ikan sudah matang tanpa harus terlalu lama menggorengnya?

Ikan umumnya sudah matang ketika kedua sisinya berubah menjadi cokelat keemasan, kulitnya tampak kering dan renyah, serta dagingnya mudah terlepas dari tulang atau mudah disuwir menggunakan garpu. Hindari menggoreng hingga warnanya terlalu gelap karena selain membuat ikan lebih kering, proses menggoreng yang terlalu lama juga berpotensi meningkatkan penyerapan minyak dan mengurangi cita rasa alami ikan

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |