Liputan6.com, Jakarta - Bagi pencinta kuliner nusantara yang merindukan cita rasa pedas gurih ala pedesaan, resep jangan lombok tempe khas Yogyakarta adalah pilihan yang wajib dicoba di dapur rumah sendiri. Hidangan yang kerap disebut "jangan ndeso" atau sayur lombok ijo ini menawarkan sensasi rasa yang sangat unik karena memadukan pedasnya irisan cabai hijau keriting yang melimpah dengan gurihnya kuah santan kelapa segar. Keunikan utamanya terletak pada penggunaan bumbu iris sederhana namun menghasilkan aroma yang sangat kuat dan menggugah selera makan siapa saja yang menciumnya.
Kuliner ini sejatinya berasal dari daerah Gunung Kidul dan sekitarnya, di mana masyarakat setempat memiliki tradisi mengolah bahan pangan sederhana menjadi sajian istimewa. Resep jangan lombok tempe khas Yogyakarta tidak mengandalkan daging mahal sebagai bahan utamanya, melainkan tempe, terutama tempe semangit atau tempe yang sudah didiamkan beberapa hari, yang justru memberikan rasa umami alami yang tidak bisa digantikan oleh penyedap buatan manapun. Kesederhanaan inilah yang membuat sayur ini begitu dicintai dan selalu dicari, baik sebagai menu sarapan maupun makan siang.
Selain rasanya yang otentik, proses pembuatannya pun terbilang sangat mudah dan tidak memerlukan keterampilan memasak tingkat tinggi. Kunci keberhasilan dari masakan ini adalah keberanian dalam menggunakan bumbu rempah dan kesabaran saat menumis agar aroma "langu" dari cabai hilang berganti menjadi aroma sedap yang menyatu dengan santan. Berikut Liputan6.com mengulas tentang resep jangan lombok tempe khas Yogyakarta.
Bahan-Bahan dan Bumbu Jangan Lombok Tempe Khas Yogyakarta (Gunung Kidul)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300609/original/065846300_1784361842-6c062083-b574-422e-86f5-79053ba84e71.jpg)
Perbesar
Berikut adalah panduan lengkap membuat sajian otentik ini di dapur rumah. Resep ini dirancang untuk porsi keluarga (4-5 orang).
Bahan Utama:
- 1 papan tempe semangit (potong dadu atau kotak kecil, biarkan fermentasi 1-2 hari di suhu ruang jika beli tempe segar)
- 1 papan tempe segar (potong sama dengan tempe semangit, untuk variasi tekstur)
- 10 buah tahu kulit/tahu cokelat (potong jadi dua bagian)
- 50 gram kerupuk kulit/krecek (opsional, rendam air sebentar jika terlalu keras)
- 1 papan pete (kupas, biarkan utuh atau belah dua)
- Bahan Sayuran & Cabai:
- 150 gram cabai hijau keriting (iris serong tipis)
- 50 gram cabai merah keriting (iris serong tipis, untuk pemanis warna)
- 20 buah cabai rawit hijau/merah (biarkan utuh)
Bumbu Iris & Aromatik:
- 10 butir bawang merah (iris tipis)
- 6 siung bawang putih (iris tipis)
- 3 cm lengkuas (geprek/memarkan)
- 3 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk (buang tulangnya)
- 2 sendok makan udang rebon/ebi (cuci bersih, tiriskan)
Bahan Kuah & Perasa:
- 1 liter santan encer (dari sisa perasan kelapa)
- 500 ml santan kental (dari 1 butir kelapa tua)
- 2 keping gula merah/gula jawa (sisir halus)
- 2 sendok teh garam (sesuaikan selera)
- 1 sendok teh kaldu jamur/penyedap rasa
- Minyak goreng secukupnya untuk menumis
Cara Membuat Resep Jangan Lombok Tempe Khas Yogyakarta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300610/original/074313700_1784361842-0d0c839e-72c6-4acd-b4a8-606ac7de76c2.jpg)
Perbesar
1. Persiapan Tempe dan Tahu
Siapkan tempe semangit dan tempe segar. Potong-potong sesuai selera (biasanya kotak dadu 2x2 cm). Tidak perlu digoreng terlebih dahulu agar bumbu lebih meresap ke dalam pori-pori tempe. Sisihkan.
Panaskan 3-4 sendok makan minyak goreng dalam wajan besar atau kuali. Masukkan bawang merah dan bawang putih iris. Tumis hingga bawang layu dan mengeluarkan aroma harum. Pastikan tidak sampai gosong agar kuah tidak pahit.
3. Memasak Aromatik dan Rebon
Setelah bawang harum, masukkan udang rebon/ebi, lengkuas geprek, daun salam, dan daun jeruk. Aduk rata dan tumis kembali hingga udang rebon matang dan beraroma gurih.
4. Melayukan Cabai
Masukkan irisan cabai hijau keriting dan cabai merah keriting. Aduk terus hingga cabai terlihat layu dan berminyak. Tahap ini krusial agar kuah santan nantinya tidak berbau langu cabai mentah.
5. Proses Perebusan (Santan Encer)
Tuangkan santan encer ke dalam tumisan bumbu. Aduk rata. Masukkan potongan tempe (semangit dan segar), tahu, dan cabai rawit utuh. Masak dengan api sedang hingga mendidih.
6. Pemberian Bumbu Perasa
Masukkan gula merah sisir, garam, dan kaldu jamur. Aduk perlahan. Biarkan mendidih selama kurang lebih 10-15 menit agar bumbu meresap ke dalam tempe dan tahu, serta tempe menjadi matang sempurna.
7. Finishing (Santan Kental)
Kecilkan api kompor. Tuangkan santan kental perlahan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Masukkan krecek (jika pakai) dan pete di tahap ini. Krecek dan pete tidak perlu dimasak terlalu lama agar teksturnya tetap terjaga (pete masih renyah).
8. Pematangan Akhir
Masak kembali sambil ditimba-timba (diaduk perlahan ke atas) hingga mendidih kembali (tanak). Cicipi rasanya (koreksi rasa). Rasa yang diharapkan adalah gurih santan yang dominan, manis samar dari gula jawa, dan pedas segar.
9. Penyajian
Matikan api. Pindahkan sayur ke dalam mangkuk saji. Hidangkan selagi hangat bersama nasi putih atau nasi merah.
Rahasia Kelezatan Tempe Semangit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300611/original/082752200_1784361842-3aef690f-3dd1-4a2b-a40c-b950a60e1443.jpg)
Perbesar
Salah satu elemen krusial yang sering dilewatkan oleh orang awam saat mencoba resep jangan lombok tempe khas Yogyakarta adalah jenis tempe yang digunakan. Orang kota mungkin cenderung memilih tempe yang masih segar, putih, dan padat. Namun, untuk mendapatkan rasa otentik yang "nendang", tempe semangit adalah kuncinya.
Tempe semangit (dari kata sangit) adalah tempe yang sudah melewati masa fermentasi optimalnya, biasanya didiamkan selama 1 hingga 2 hari ekstra di suhu ruang hingga warnanya mulai kecokelatan dan aromanya menjadi lebih tajam (sedikit menyengat).
Meski terdengar kurang lazim bagi sebagian orang, proses fermentasi lanjut ini memecah protein dalam kedelai menjadi asam amino yang lebih sederhana (seperti glutamat alami), yang berfungsi sebagai penyedap rasa natural. Inilah yang membuat kuah jangan lombok terasa sangat sedap meski tanpa banyak micin.
Variasi Isian untuk Menambah Tekstur
Selain tempe semangit, ada beberapa bahan pelengkap yang lazim ditambahkan untuk memperkaya tekstur masakan:
- Tahu: Biasanya digoreng setengah matang terlebih dahulu agar tidak hancur saat diaduk dalam kuah santan. Tahu pong atau tahu kulit sangat cocok karena rongganya bisa menyerap kuah.
- Krecek (Kerupuk Kulit): Menambahkan sensasi kenyal yang menyenangkan. Krecek akan menyerap bumbu santan dan melembut, memberikan kejutan rasa gurih di setiap gigitan.
- Pete (Petai): Bagi penggemarnya, pete adalah wajib hukumnya. Aroma khas pete yang dimasak dalam santan akan membuat masakan ini semakin "ndeso" dan wangi.
- Udang Rebon/Ebi: Sebagai pengganti kaldu daging, segenggam udang rebon atau ebi kering yang ditumis bersama bumbu akan memberikan dimensi rasa gurih seafood yang memperkuat karakter masakan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Jangan Lombok Tempe Khas Yogyakarta
1. Apakah harus menggunakan tempe semangit untuk resep ini?
Penggunaan tempe semangit sangat disarankan karena memberikan aroma khas dan rasa gurih alami (umami) yang menjadi ciri otentik masakan Gunung Kidul. Jika menggunakan tempe segar biasa, rasanya akan tetap enak namun kurang sedap dan kurang berkarakter "ndeso".
2. Bagaimana cara membuat tempe semangit sendiri di rumah?
Caranya sangat mudah, cukup beli tempe segar yang sudah jadi, lalu simpan dalam suhu ruang (jangan di kulkas) selama 1 hingga 2 hari. Tempe siap digunakan jika warnanya sudah mulai kecokelatan, teksturnya sedikit lunak, dan mengeluarkan aroma fermentasi yang lebih menyengat.
3. Bisakah santan peras diganti dengan santan instan kemasan?
Bisa, namun takarannya harus disesuaikan. Untuk resep di atas, gunakan sekitar 2-3 bungkus santan instan (ukuran 65ml) yang diencerkan dengan air hingga mencapai volume total cairan yang dibutuhkan (1,5 liter). Rasa santan peras asli kelapa biasanya lebih manis dan berminyak alami dibandingkan instan.
4. Berapa lama masakan ini bisa bertahan?
Karena menggunakan santan, masakan ini sebaiknya dihabiskan dalam waktu 24 jam jika disimpan di suhu ruang. Namun, sayur ini justru sering dianggap makin enak jika dipanaskan kembali keesokan harinya (menjadi sayur "blendrang") karena bumbu semakin meresap, asalkan disimpan di kulkas pada malam harinya.
5. Apakah biji cabai perlu dibuang saat mengiris cabai hijau?
Tidak perlu. Dalam resep aslinya, cabai diiris beserta bijinya. Biji cabai justru memberikan sensasi pedas yang merata pada kuah. Namun, jika memasak untuk orang yang tidak terlalu tahan pedas atau memiliki masalah lambung, biji cabai boleh dibuang sebagian atau dibilas air setelah diiris.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288278/original/042384400_1783309585-4._Core_Memory_Tak_Datang_Sendiri__Ini_5_Travel_Essential_yang_Wajib_Masuk_Koper_Sebelum_Liburan._Doc__pexels.com.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9300562/original/031217500_1784359319-4989537506574714060.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9300659/original/047829600_1784364182-64eed204-3798-4e70-8834-8daf8814f60e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5123630/original/003013200_1738824527-pexels-vlada-karpovich-7368191.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8625416/original/083648700_1782619451-pexels-roman-odintsov-4869290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9300507/original/067032700_1784356569-bringsalmanagement1200.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6736383/original/018158000_1779548741-IMG-20260523-WA0054.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299929/original/024953600_1784279442-Nasi_Goreng_Kencur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299814/original/014890200_1784275765-559a6024-2ff8-4150-9b5d-4b1db9f9ee1b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295000/original/079863500_1783912234-KtX3KEzIsZydH3q8bAcS3QdDLOSYExC7QWJLgl9j.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299527/original/084326700_1784261854-cropped-be3e2e68-cd5b-4b2c-865c-000e23d8f161.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299464/original/077414500_1784258161-cropped-7fca37da-305f-4e6c-a50b-fb6c0ca5ac98.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299439/original/098222700_1784257009-cropped-14a87203-9c50-4fe9-84bf-affd96d0ed02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299524/original/000803000_1784261341-cropped-7846f8b7-914f-4c10-b380-0f5dbc686b4f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299436/original/008674000_1784255875-cropped-cda545b0-02cb-483b-83cf-622f65359634.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299430/original/069000800_1784255265-cropped-c5ea83c2-a019-48ff-a15a-7825336e6d2e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4605689/original/026232600_1696934526-Main_Image_Must.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2381388/original/052379400_1539301089-daniel_monteiro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3459598/original/050056400_1621410018-manki-kim-ZtwwncrD4A0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298668/original/053004500_1784179591-pexels-pittrom-18457989.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553738/original/069433000_1776045425-IMG-20260413-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498934/original/080033900_1770728830-IMG-20260204-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538362/original/007928400_1774513680-Mimume_Citra_-_Nota_Nobita.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551126/original/080948600_1775718841-pexels-gu-ko-2150570603-36903816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538138/original/004555100_1774504029-cropped-5e496036-f28a-4d92-b4a2-cdc821bf6b8f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161557/original/015499400_1741847078-1741841077574_penyebab-prostat-pada-pria.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562023/original/082621900_1776773066-IPU_Jazuli.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007070/original/029600700_1731657279-Desain_tanpa_judul__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541436/original/021411000_1774862780-miss_grand_thailand.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531250/original/046084100_1773555086-Cookies_Cokelat_Beng-Beng_Kacang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531082/original/095744200_1773547107-Menggoreng_tempe_tipis__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514369/original/051907300_1772088404-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_13.30.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4477118/original/079857800_1687421031-Cuci_Baju.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528263/original/059958400_1773269726-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515489/original/096227600_1772177267-cropped-ceea3710-a7ca-4d6b-a692-74decce071c9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542066/original/056979600_1774931883-Gemini_Generated_Image_7z7h867z7h867z7h.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538689/original/079362000_1774575524-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5244736/original/096094500_1749214322-712bd6d1-a396-40eb-99bf-ff5678033a3f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436368/original/051742300_1765169309-mushroom-soup-kettle-veggies.jpg)