:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289852/original/029754300_1783415989-Kue_Kipo_Kotagede.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Kue Kipo, kudapan tradisional khas Kotagede, Yogyakarta, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Nusantara. Dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang legit, kue mungil berwarna hijau ini memiliki sejarah panjang sejak masa Kesultanan Mataram berkuasa di Pulau Jawa. Keunikan dan cita rasanya menjadikan Kue Kipo tetap dicari hingga kini, bahkan diyakini sebagai makanan kegemaran Sultan Agung.
Nama "Kipo" sendiri memiliki asal-usul yang menarik, berasal dari akronim pertanyaan dalam bahasa Jawa, "Iki opo?" yang berarti "Ini apa?". Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh pembeli yang penasaran saat pertama kali melihat kue tersebut. Meskipun sempat hilang dari peredaran, Kue Kipo berhasil dipopulerkan kembali pada tahun 1946.
Kebangkitan Kue Kipo dari kelupaan masyarakat Kotagede dan Yogyakarta tak lepas dari peran Mbah Mangun Irono, seorang warga Kecamatan Kotagede yang tinggal di Kampung Mandorakan. Usaha beliau kemudian diteruskan secara turun-temurun oleh putrinya, Ibu Paijem Djito Suhardjo, dari tahun 1946 hingga 1991, dan kini dilanjutkan oleh cucunya, Istri Rahayu, sejak tahun 1991.
Lantas bagaimana resep Kue Kipo Kotagede yang kenyal dan legit jajanan tradisional khas Jogja yang mudah dibuat? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (7/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Melacak Jejak Sejarah Kue Kipo dari Mataram hingga Kini
Kue Kipo telah dikenal luas sebagai jajanan pasar khas dari Kotagede, Yogyakarta, sejak abad ke-16, bertepatan dengan masa kejayaan Kesultanan Mataram. Kudapan ini konon menjadi salah satu makanan favorit Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja Mataram yang berhasil membawa kerajaannya mencapai puncak kejayaan pada tahun 1627. Sejarah mencatat, Kotagede pada masa itu merupakan pusat kegiatan penting, menjadi saksi bisu perkembangan Kerajaan Mataram Islam yang pernah menguasai hampir seluruh Pulau Jawa.
Penamaan "Kipo" sendiri berasal dari kebiasaan pembeli yang sering bertanya "Iki opo?" (Ini apa?) kepada penjual, Mbah Mangun Irono, saat melihat jajanan yang belum mereka kenali. Meskipun sempat tak lagi ditemukan di masyarakat, Mbah Mangun Irono kembali memproduksi dan memperkenalkan kue ini pada tahun 1946.
Perjalanan Kue Kipo terus berlanjut melalui generasi. Setelah Mbah Mangun Irono, usahanya diteruskan oleh putrinya, Ibu Paijem Djito Suhardjo, dari tahun 1946 hingga 1991. Dedikasi Ibu Djito dalam melestarikan Kipo juga terlihat saat ia mengikuti pameran dan lomba makanan berbahan dasar tepung ketan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Hotel Ambarukmo Palace pada tahun 1986, di mana ia berhasil meraih juara harapan I. Saat ini, usaha legendaris tersebut dikelola oleh cucunya, Istri Rahayu, sejak tahun 1991.
Ciri Khas Kue Kipo: Mungil, Kenyal, dan Legitnya Isian Kelapa Gula Jawa
Kue Kipo memiliki karakteristik yang membuatnya mudah dikenali dan digemari. Ukurannya yang mungil, tidak lebih besar dari ibu jari, dan bentuknya yang pipih kecil, menyerupai biji petai, menjadi ciri khasnya. Ukuran yang kecil ini memiliki filosofi agar penikmatnya dapat menikmati kue satu per satu, menghargai proses pembuatannya yang membutuhkan waktu dan ketelitian, serta menimbulkan sensasi ketagihan.
Kue Kipo terbagi menjadi dua komponen utama: kulit dan isian. Kulitnya terbuat dari adonan tepung ketan yang berwarna hijau. Warna hijau ini umumnya didapatkan dari pewarna alami seperti sari daun suji atau ekstrak daun pandan, yang juga memberikan aroma harum khas. Penggunaan bahan alami ini juga mencerminkan filosofi bahwa Kipo adalah makanan yang berasal dari alam, sebagai respons terhadap tren penggunaan bahan instan dan pengawet.
Isian Kue Kipo, yang dikenal dengan sebutan "enten-enten" atau "unti kelapa", terbuat dari parutan kelapa muda yang dicampur dengan gula merah atau gula Jawa. Perpaduan kulit yang kenyal dengan isian kelapa gula Jawa yang lembut dan lumer di mulut menghasilkan cita rasa manis, gurih, dan legit yang menjadi ciri khas kuliner Jawa, khususnya Yogyakarta.
Meracik Resep Tradisional: Bahan-bahan Pilihan untuk Kue Kipo Sempurna
Kelezatan Kue Kipo yang otentik berasal dari pemilihan bahan-bahan alami dan proses pengolahan tradisional. Bahan-bahan ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu untuk kulit dan untuk isian.
Bahan Kulit
- Tepung Ketan Putih: Sebagai bahan dasar utama, tepung ketan memberikan tekstur kenyal yang menjadi ciri khas Kipo. Kualitas tepung ketan sangat memengaruhi keempukan dan mencegah kue menjadi keras.
- Santan Kelapa: Santan ditambahkan untuk memberikan kelembutan dan rasa gurih pada kulit. Santan hangat sering digunakan saat menguleni adonan agar lebih mudah dibentuk.
- Air Daun Suji atau Ekstrak/Pasta Pandan: Berfungsi sebagai pewarna alami hijau sekaligus pemberi aroma harum yang khas pada kulit Kipo.
- Garam: Sejumput garam ditambahkan untuk menyeimbangkan rasa dan memperkuat cita rasa gurih pada kulit.
- Air Kapur Sirih (opsional): Beberapa resep menyertakan sedikit air kapur sirih untuk membantu menghasilkan tekstur kulit yang lebih kenyal.
- Daun Pisang: Digunakan sebagai alas saat memanggang dan juga untuk membungkus, memberikan aroma sedap khas.
Bahan Isian (Enten-enten)
- Kelapa Muda Parut: Bahan utama isian yang memberikan tekstur dan rasa khas kelapa. Disarankan menggunakan kelapa yang agak muda.
- Gula Merah/Gula Jawa: Memberikan rasa manis legit dan warna kecoklatan pada isian. Gula merah biasanya disisir halus agar mudah larut saat dimasak.
- Daun Pandan: Ditambahkan saat memasak isian untuk memberikan aroma harum yang menggugah selera.
- Air: Digunakan untuk melarutkan gula merah dan membantu proses pemasakan isian hingga mengering.
- Garam: Sejumput garam ditambahkan untuk menyeimbangkan rasa manis dan memberikan sentuhan gurih pada isian.
- Vanili Bubuk (opsional): Beberapa resep menambahkan vanili untuk aroma yang lebih kaya.
Panduan Lengkap Membuat Kue Kipo: Dari Isian Hingga Pemanggangan
Membuat Kue Kipo yang kenyal dan legit membutuhkan perhatian pada setiap langkahnya. Berikut adalah panduan detail untuk menghasilkan kudapan tradisional yang sempurna.
1. Membuat Isian (Enten-enten)
- Campurkan kelapa parut, gula merah sisir, air, garam, dan daun pandan dalam sebuah wajan.
- Masak campuran tersebut dengan api sedang sambil terus diaduk hingga gula larut, air menyusut, dan adonan kelapa mengering serta menggumpal. Penting untuk memastikan isian benar-benar tanak dan kering agar tidak cepat basi.
- Angkat dan sisihkan isian, lalu biarkan dingin sebelum digunakan.
2. Membuat Adonan Kulit
- Dalam wadah besar, campurkan tepung ketan putih dan garam hingga merata.
- Tambahkan air daun suji atau ekstrak pandan. Jika menggunakan, masukkan juga air kapur sirih.
- Tuangkan santan hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan menjadi kalis, elastis, dan tidak lengket di tangan. Setelah diuleni, pastikan adonan tertutup rapat dengan plastik agar tidak kering dan mengeras.
3. Membentuk Kue Kipo
- Ambil sekitar 1 sendok teh atau 25 gram adonan kulit, bulatkan, lalu pipihkan.
- Letakkan isian enten-enten secukupnya di bagian tengah adonan kulit yang sudah dipipihkan.
- Lipat pinggiran adonan kulit dan rapatkan hingga isian tertutup sempurna. Bentuk adonan menjadi lonjong pipih, mirip biji petai, atau sesuai selera.
- Letakkan adonan Kue Kipo yang sudah dibentuk di atas potongan daun pisang yang sudah disiapkan.
4. Memanggang Kue Kipo
- Panaskan cobek gerabah atau teflon dengan api kecil.
- Letakkan potongan daun pisang yang berisi adonan Kipo di atas alat pemanggang.
- Panggang Kue Kipo sambil sesekali dibolak-balik hingga kedua sisinya matang, kulitnya sedikit kecoklatan, dan adonan terlepas dari daun pisang. Proses pemanggangan ini umumnya memakan waktu sekitar 2-3 menit.
- Setelah matang, angkat Kue Kipo dan sajikan selagi hangat untuk menikmati tekstur kenyal dan rasa legitnya yang optimal.
Pertanyaan Seputar Resep Kue Kipo Kotagede yang Kenyal dan Legit
1. Apa itu Kue Kipo?
Kue Kipo adalah jajanan tradisional khas Kotagede, Yogyakarta, yang terbuat dari tepung ketan berwarna hijau dengan isian kelapa parut dan gula merah. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang legit.
2. Dari mana asal nama 'Kipo'?
Nama 'Kipo' berasal dari akronim pertanyaan dalam bahasa Jawa, "Iki opo?" yang berarti "Ini apa?". Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh pembeli yang penasaran saat melihat kue tersebut untuk pertama kalinya.
3. Siapa yang mempopulerkan kembali Kue Kipo?
Kue Kipo dipopulerkan kembali pada tahun 1946 oleh Mbah Mangun Irono, seorang warga Kecamatan Kotagede. Usahanya kemudian diteruskan oleh anak dan cucunya, menjadikan Kue Kipo Bu Djito sebagai ikon kuliner legendaris.
4. Apa saja bahan utama Kue Kipo?
Bahan utama untuk kulit Kue Kipo meliputi tepung ketan putih, santan kelapa, air daun suji atau ekstrak pandan, dan garam. Untuk isiannya, yang disebut enten-enten, terbuat dari kelapa muda parut, gula merah/gula Jawa, daun pandan, air, dan garam.
5. Bagaimana cara tradisional memasak Kue Kipo?
Secara tradisional, Kue Kipo dipanggang di atas cobek gerabah yang dialasi daun pisang. Proses pemanggangan dilakukan sambil dibolak-balik hingga matang dan sedikit kecoklatan, serta adonan terlepas dari daun.


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9289252/original/095920800_1783395853-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_09.45.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290190/original/084827200_1783430895-000_B9DB3NQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289322/original/065421600_1783400523-anomali_kafe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8940453/original/003179100_1782965608-9cQUvoOo06j1rWS75lUm6xMQ9BqtjR93xURQFacJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8940522/original/045850000_1782965626-hdk14rIVVDJ2VKqpd7RGOHrxjRCFL8fHuPuBOUuI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4061561/original/008390000_1655956602-000_8YJ3UY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289451/original/034786600_1783405068-Wajik_Kletik_khas_Blitar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8940557/original/067819500_1782965639-ch6NJUvw85je66WS9Hi9NLKrnhCt7yj5Vp4Glshe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9290114/original/086573800_1783426180-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_17.24.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4916394/original/064924100_1723510592-Dua_piring_sate_maranggi.__Liputan6.comWikimedia_CommonsGunwan_Kartapranata_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289621/original/049286200_1783410876-collage-1783409417747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8944063/original/001721300_1782967256-rEVUKjKpXLfmUlHVrV6yyQ0h1CWqSzWBCQF9p0c5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289510/original/018386700_1783407286-pexels-jamaludin-muh-137935755-10393670__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8940531/original/064843600_1782965628-axgv0bAsUofGGBnaV571Av6qU1Yad3ACeGaFIHnQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289384/original/026519500_1783403557-fb4eab44-65e4-451a-8370-ce1cdd1a3dd5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288277/original/089011100_1783309566-3._Core_Memory_Tak_Datang_Sendiri__Ini_5_Travel_Essential_yang_Wajib_Masuk_Koper_Sebelum_Liburan._Doc__pexels.com.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/8256120/original/001240900_1781148084-WhatsApp_Image_2026-06-11_at_09.25.23__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9289707/original/074233900_1783413074-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_12.12.21__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481182/original/089877800_1769080624-Cucur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8938760/original/060844300_1782964921-XZYNS7gQsRQdZCRSw5kovOIIXrrPbwuzidI6kxEc.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526523/original/079569800_1773124602-181773-2__Dok._Destination_New_South_Wales___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535189/original/057591700_1773942599-Depositphotos_271642688_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530503/original/013584800_1773455795-Tepung_Terigu_Matang_Disangrai.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533047/original/026098100_1773720855-ginjal__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527653/original/046595100_1773209806-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_11.24.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527628/original/088045100_1773208952-taruna_idul_fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521606/original/011968200_1772694581-unnamed_-_2026-03-05T135903.240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517728/original/058219800_1772438128-ruam_campak_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4799575/original/075150300_1712765385-Screenshot__658_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529807/original/042591200_1773381736-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529202/original/015343700_1773311512-3.Penyerahan_Donasi_oleh_Panasonic_Gobel_Group_ke_Palang_Merah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535182/original/016607700_1773941635-Depositphotos_771715034_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166073/original/084669500_1663746850-Liverpool_-_Ilustrasi_Logo_Liverpool_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4028933/original/005013400_1653055495-front-close-view-white-flour-with-wooden-spoon-inside-outside-brown-bowl-gray-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533083/original/008363000_1773722541-1_bpom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526334/original/029252900_1773117493-Gemini_Generated_Image_4si3s44si3s44si3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530850/original/081965700_1773493612-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_19.26.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528703/original/030063300_1773291934-ATK_BOLA_UFC_FIGHT_NIGHT_EMMETT_VS_VALLEJOS.jpg)