8 Rekomendasi Tempat Makan Malam 24 Jam di Gandaria yang Buka Nonstop Sampai Subuh 2026

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta Jarum jam menunjuk pukul dua dini hari, lampu ruko di sepanjang Radio Dalam dan Gandaria Tengah masih menyala, dan aroma sate yang dibakar di atas bara menyelinap ke udara malam Kebayoran Baru. Di saat sebagian kota terlelap, sudut ini justru baru menghangat. Buat kamu yang sedang berburu rekomendasi tempat makan malam 24 jam di Gandaria, kabar baiknya jelas: lapar tengah malam bukan lagi masalah di sini. Dari semangkuk bubur berempah, tusukan sate kambing yang juicy, sampai kopi hitam penahan kantuk, semuanya tetap tersaji ketika warung lain sudah menutup rolling door.

Gandaria punya karakter kuliner yang jarang dimiliki kawasan lain di Jakarta Selatan. Ia berdiri di persimpangan gaya hidup: dikelilingi permukiman padat Gandaria Utara dan Kramat Pela, dilewati komuter yang keluar-masuk lewat Stasiun MRT Haji Nawi dan Fatmawati, sekaligus bertetangga dengan pusat belanja sekelas Gandaria City. Perpaduan itu melahirkan ekosistem makan malam yang berlapis - warung tenda legendaris berbagi trotoar dengan kedai kopi kekinian, dan penjual bubur gerobakan bisa seramai restoran ber-AC. Baca juga: surga kuliner malam Jakarta yang wajib dijajal.

Sebagai catatan sebelum meluncur: informasi harga, jam operasional, dan fasilitas bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu. Ada baiknya kamu memverifikasi lewat Google Maps atau akun media sosial resmi masing-masing tempat sebelum berangkat, terutama untuk kunjungan lewat tengah malam.

Kategori Rekomendasi Tempat Makan Malam di Gandaria

Supaya lebih mudah menyesuaikan dengan mood dan kebutuhan perutmu, sepuluh rekomendasi ini dibagi menjadi tiga kelompok yang berbeda karakter:

  • Warung dan rumah makan 24 jam - andalan untuk perut lapar berat di jam tak lazim, mulai bubur, sate, ayam bakar, hingga nasi campur.
  • Kedai dan warkop 24 jam - cocok buat nongkrong, WFC dini hari, atau sekadar ngopi menunggu macet reda.
  • Ikon kuliner malam Gandaria yang buka sampai larut - legendaris dan wajib coba, meski jam bukanya berakhir menjelang atau lewat tengah malam, bukan 24 jam penuh.

Warung dan Rumah Makan 24 Jam untuk Lapar Berat Tengah Malam

1. Warung Sate Mase (WSM Haji Nawi) - Sate Kambing Juicy Sepanjang Waktu

Di Gandaria Utara, tepatnya di Jalan H. Nawi Raya, Warung Sate Mase sudah lama menjadi jujukan pemburu daging kambing di jam-jam yang tidak biasa. Bara arang yang tak pernah benar-benar padam mengepulkan aroma sate yang menggoda, dan bumbu kacangnya kental menyelimuti tiap tusukan. Yang membuatnya ramai diburu bukan cuma sate ayam dan kambing, tetapi juga sate maranggi serta sate klatak yang dagingnya empuk dan terasa royal rempah. Buat perut yang butuh kuah hangat, ada tengkleng, tongseng, dan sup iga yang siap menenangkan malam. Sebagaimana disampaikan melalui akun resmi Warung Sate Mase, kedai ini melayani pelanggan 24 jam dari Senin hingga Minggu. Tempat ini pas untuk rombongan yang selesai lembur, keluarga yang ingin makan malam berat, atau siapa pun yang berburu lauk sahur saat Ramadan.

Menu Andalan

  • Sate kambing bumbu kacang - porsi mengenyangkan
  • Sate maranggi dan sate klatak - daging empuk, rempah meresap
  • Tongseng, tengkleng, dan sup iga kambing

Info Penting

  • Alamat: Jl. H. Nawi Raya No.42, RT.10/RW.2, Gandaria Utara, Jakarta Selatan
  • Jam buka: 24 jam setiap hari
  • Harga: sekitar Rp 40.000 - Rp 75.000 per orang
  • Parkir: tersedia lahan parkir
  • Kontak/IG: @warungsatemase

Tips Insider

  • Kalau tak suka aroma prengus, minta bagian daging pilihan dan pesan sate klatak yang dibakar lebih matang; sempurna dipadu nasi hangat di dini hari.

Baca juga: rekomendasi tempat makan bubur ayam enak di Jakarta.

2. Ayam Bakar Kambal - Juara Teman Begadang dengan Harga Bersahabat

Ada alasan kenapa Ayam Bakar Kambal di Jalan Gandaria I begitu diandalkan warga sekitar: rasanya konsisten, harganya ramah, dan pintunya tak pernah tutup. Ayam bakarnya dibalur bumbu kecap yang sedikit kemerahan, dagingnya juicy dengan bumbu yang meresap sampai ke dalam, lalu ditemani sambal terasi yang bikin nasi cepat habis. Paket komplitnya termasuk tahu, tempe, otak-otak goreng, dan lalapan - kombinasi sederhana yang justru terasa memuaskan tengah malam. Menu kangkung hot plate-nya juga wajib coba, gurih dengan sentuhan tauco. Warungnya sederhana tetapi lumayan luas, dengan WiFi dan area parkir, membuatnya nyaman untuk makan santai atau menunggu pesanan antar.

Menu Andalan

  • Paket Ayam Bakar Komplit - sekitar Rp23.500
  • Kangkung Hot Plate - mulai Rp 14.000-an
  • Otak-otak Goreng - sekitar Rp 12.000

Info Penting

  • Alamat: Jl. Gandaria I No.1, RT.1/RW.9, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Jam buka: 24 jam setiap hari
  • Harga: di bawah Rp 50.000 per orang
  • Parkir: tersedia
  • Fasilitas: WiFi, area indoor, layanan pesan-antar daring

Tips Insider

  • Pesan Paket Ayam Bakar Komplit plus kangkung hot plate untuk kombinasi paling hemat sekaligus paling mengenyangkan; sambal terasinya minta agak banyak.

Baca juga: rekomendasi tempat sahur di Jakarta yang buka 24 jam.

3. Nasi Campur Kacamata - Char Siu Madu untuk Perut Dini Hari (Non-Halal)

Buat pengunjung non-Muslim yang mencari sajian Tionghoa otentik selepas tengah malam, Nasi Campur Kacamata di Grand Wijaya Center adalah nama yang sering disebut. Interiornya sederhana dan berkesan jadul, tetapi justru di situlah keakrabannya terasa; yang jadi bintang tentu saja porsi lauknya yang royal. Char siu madunya punya kulit krispi dengan bagian dalam yang juicy dan rasa manis gurih khas oriental, sementara babi panggang samcan-nya renyah menggigit. Semua lauk dimasak dari bahan segar tanpa frozen. Penting dicatat: menu di sini mengandung babi dan tidak halal, jadi sesuaikan dengan preferensimu.

Menu Andalan

  • Nasi Campur dengan aneka potongan daging
  • Char siu madu (honey-glazed) - menu paling dicari
  • Bubur chasiu telur pitan

Info Penting

  • Alamat: Grand Wijaya Center, Blok C, Jl. Wijaya II / Ruko Jl. Darmawangsa III No.4 Blok C, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Jam buka: 24 jam (disarankan verifikasi terlebih dahulu)
  • Fasilitas: parkir, toilet, dine-in dan pesan-antar
  • Kontak/IG: @nasicampurkacamata
  • Catatan: non-halal (mengandung babi)

Tips Insider

  • Pesan char siu madu sebagai bintang, padukan dengan nasi hainam; datang lewat pukul 00.00 saat antrean lebih pendek.

Baca juga: tempat makan malam yang buka 24 jam di Jakarta.

Kedai dan Warkop 24 Jam untuk Nongkrong Sampai Subuh

4. Kedai Sudut Selatan - Kopi, Mie Aceh, dan Vibe Nongkrong Tanpa Batas Waktu

Kedai Sudut Selatan di Kramat Pela membuktikan bahwa tempat 24 jam tak melulu soal warung tenda. Kedai bercita rasa khas Aceh ini menawarkan atmosfer hangat dan estetik yang bikin betah berlama-lama, dari sore hingga langit kembali terang. Menunya berlapis: kopi dan teh, mie aceh, nasi goreng aceh, indomie aceh, sampai roti canai yang renyah di pinggir dan empuk di tengah. Karena buka nonstop, tempat ini menjadi favorit lokal untuk WFC dini hari, mengerjakan tugas, atau sekadar mengobrol panjang. Suasana makin hidup ketika ada agenda nonton bareng dan live music, terutama saat musim pertandingan besar. Buat solo visitor maupun rombongan kecil, kedai ini terasa aman dan ramah kantong.

Menu Andalan

  • Mie Aceh dan nasi goreng aceh
  • Roti canai - mulai Rp 8.000-an
  • Aneka kopi dan minuman - mulai Rp 3.000

Info Penting

  • Alamat: Jl. KH. Ahmad Dahlan No.19, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Jam buka: 24 jam setiap hari
  • Harga: mulai Rp 25.000 per orang
  • Fasilitas: area nongkrong, kerap ada live music dan nonton bareng

Tips Insider

  • Pilih jam larut untuk suasana paling tenang saat WFC; pesan roti canai plus kopi Aceh sebagai kombinasi ngemil hemat.

Baca juga: kafe di Jaksel yang cocok untuk nongkrong sampai pagi. Baca juga: rekomendasi cafe hits di Blok M.

5. Warkop Kebagian Pangpol - Nongkrong 24 Jam ala Anak Jaksel

Masih dalam koridor Panglima Polim yang menyatu dengan denyut Gandaria, Warkop Kebagian menjadi contoh warung kopi modern yang membuka pintunya tanpa batasan waktu. Konsepnya santai dan merakyat, dengan menu yang berputar di seputar aneka olahan mie, nasi, dan gorengan seperti pisang goreng - jenis makanan cepat yang pas dinikmati sambil ngobrol ngalor-ngidul. Suasananya ramai dan hidup, cocok untuk nongkrong bareng teman, menuntaskan tugas, atau menunggu kemacetan mereda sebelum melanjutkan perjalanan. Harga yang bersahabat menjadikannya pilihan favorit para pelajar dan pekerja muda yang butuh tempat singgah kapan saja tanpa bikin kantong bolong.

Menu Andalan

  • Aneka olahan mie dan nasi - mulai Rp 20.000-an
  • Pisang goreng dan camilan gurih
  • Kopi dan minuman ringan

Info Penting

  • Alamat: kawasan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (berdekatan dengan Gandaria)
  • Jam buka: 24 jam
  • Harga: mulai Rp 20.000-an per orang

Tips Insider

  • Datang tengah malam saat suasana paling hidup; ideal untuk nongkrong panjang sambil berbagi camilan bareng rombongan.

Baca juga: rekomendasi tempat makan murah di Jakarta Selatan.

Ikon Kuliner Malam Gandaria yang Buka Sampai Larut

Tiga tempat berikut bukan beroperasi 24 jam penuh, tetapi rasanya keliru membahas makan malam di Gandaria tanpa menyebut mereka. Semuanya buka pada petang hingga tengah malam atau dini hari, dan menjadi ritual wajib bagi warga Jaksel. Anggap ini pelengkap yang sempurna untuk sesi makan sebelum warung 24 jam mengambil alih giliran lewat tengah malam.

6. Bubur Ayam Barito - Bubur Malam Legendaris yang Bikin Rela Antre

Tersembunyi di area Gandaria Tengah, Bubur Ayam Barito justru menjadikan lokasi yang tersamar sebagai daya tariknya sendiri. Ini bukan bubur encer pinggir jalan: teksturnya kental dan gurih, disajikan tanpa kuah kuning, lalu dilengkapi cakwe renyah, suwiran ayam berbumbu, kacang goreng, dan pembeda utamanya - cheese stick yang memberi kontras tekstur unik, ditambah tongchay yang memperdalam rasa. Sebagaimana dihimpun redaksi dari berbagai kanal kuliner, buburnya diracik dari tiga jenis beras pilihan sehingga menghasilkan tekstur yang khas. Rasa yang konsisten inilah yang membuat pelanggan lama tetap kembali. Warung ini baru buka menjelang sore, jadi jangan harap bisa mampir saat makan siang; ia justru paling hidup sebagai penutup malam yang menghangatkan.

Menu Andalan

  • Bubur ayam spesial dengan cheese stick - mulai Rp 20.000
  • Bubur ayam komplit dengan cakwe dan tongchay

Info Penting

  • Alamat: Jl. Gandaria Tengah III, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Jam buka: sore (sekitar pukul 16.30) hingga tengah malam - bukan 24 jam; verifikasi bila ada cabang yang buka lebih lama
  • Harga: sekitar Rp 18.000 - Rp 22.000 per porsi

Tips Insider

  • Datang tepat saat buka untuk menghindari antrean yang bisa mengular hingga satu jam di akhir pekan; minta tambahan kecap dan sambal untuk rasa yang lebih kaya.

Baca juga: kuliner legendaris Jaksel yang tak lekang waktu. Baca juga: kuliner Jakarta populer dan legendaris.

7. Angkringan Fatmawati - Nasi Kucing dan Sate Murah Meriah

Buat malam yang santai dan super hemat, Angkringan Fatmawati di Gandaria Utara menghadirkan kehangatan khas angkringan Jogja di jantung Jaksel. Nasi kucing dengan aneka isian - nasi teri, oseng tempe, sampai nasi bandeng - berjejer menggoda, dan kamu tinggal memilih sate favorit untuk menemani. Ayam bakarnya juga banyak digemari karena bumbunya yang khas. Suasananya membumi, cocok untuk nongkrong lesehan bareng teman sambil menikmati udara malam. Dengan harga yang dimulai dari angka receh, tempat ini menjadi favorit lokal para mahasiswa dan pekerja muda yang ingin kenyang tanpa menguras dompet.

Menu Andalan

  • Nasi kucing (teri, oseng tempe, bandeng) - mulai Rp 5.000
  • Aneka sate-satean
  • Ayam bakar bumbu khas

Info Penting

  • Alamat: Jl. RS Fatmawati Raya No.57, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Jam buka: sekitar pukul 19.00 - 00.00 WIB
  • Harga: mulai Rp 5.000 per item

Tips Insider

  • Ambil beberapa nasi kucing dengan isian berbeda plus beberapa tusuk sate; total belanjanya tetap ringan tapi kamu bisa mencicipi banyak rasa.

8. Bubur Ayam H. Furoda - Bubur Oriental Hangat Buat Penghangat Malam

Masih di jalur bubur, Bubur Ayam H. Furoda di Jalan Gandaria III adalah hidden gem yang buka khusus di malam hari. Semangkuk bubur ayam oriental di sini terasa gurih dengan topping standar berupa cakwe, suwiran ayam, bawang goreng, dan daun bawang. Yang membuatnya spesial adalah deretan pelengkap: sate ati, sate usus, kulit ayam basah, sampai pangsit goreng yang bisa kamu tambahkan sesuka hati. Semakin nikmat ketika buburnya disiram chili oil yang memberi sengatan hangat. Porsinya bisa dipilih setengah untuk yang ingin ngemil ringan, menjadikannya cocok untuk penutup malam yang tidak terlalu berat sebelum pulang.

Menu Andalan

  • Bubur ayam oriental (porsi 1/2) - Rp 15.000
  • Sate ati, sate usus, dan kulit ayam basah sebagai pelengkap
  • Pangsit goreng dan chili oil

Info Penting

  • Alamat: Jl. Gandaria III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Jam buka: mulai sekitar pukul 18.30 hingga malam
  • Harga: mulai Rp 15.000 per porsi

Tips Insider

  • Tambahkan chili oil dan beberapa tusuk sate ati-usus untuk pengalaman bubur malam yang lebih kaya rasa dan mengenyangkan.

Baca juga: cara membuat bubur ayam enak dan gurih.

Kisaran Harga dan Value Kuliner Malam di Gandaria

Salah satu daya tarik utama makan malam di Gandaria adalah rentang harganya yang merangkul semua kantong. Di kelas warung tenda dan angkringan, budget Rp 10.000 - Rp 25.000 per orang sudah cukup untuk kenyang - pikirkan nasi kucing, bubur ayam, atau paket ayam bakar. Naik satu tingkat, kedai dan rumah makan seperti Warung Sate Mase atau Kedai Sudut Selatan berada di kisaran Rp 25.000 - Rp 75.000 per orang, dengan porsi dan variasi menu yang lebih lengkap. Untuk sajian daging premium atau nasi campur dengan lauk royal, siapkan sekitar Rp 50.000 ke atas.

Perbedaan value antar kategori cukup jelas. Warung kaki lima menang di kecepatan, kehangatan, dan harga; kedai 24 jam menang di kenyamanan tempat, WiFi, dan durasi nongkrong. Menu yang paling banyak dicari pada jam malam pun punya pola: makanan berkuah dan berempah seperti bubur, tongseng, dan mie aceh menjadi primadona karena menenangkan, sedangkan olahan bakar dan goreng dipilih mereka yang butuh energi cepat. Secara umum, angka Rp 30.000 adalah patokan aman untuk makan enak dan kenyang di kawasan ini tanpa merasa boros. Baca juga: rekomendasi tempat makan keluarga di sekitar Blok M.

Lokasi, Fasilitas, dan Akses Menuju Kuliner Malam Gandaria

Titik paling ramai untuk berburu makan malam di Gandaria terkonsentrasi di tiga koridor: Radio Dalam dan Jalan H. Nawi di Gandaria Utara, Gandaria Tengah hingga Kramat Pela yang berbatasan dengan Blok M, serta jalur Panglima Polim yang menyatu dengan denyut Kebayoran Baru. Aksesnya memang salah satu yang termudah: MRT Jakarta punya Stasiun Haji Nawi dan Fatmawati yang mengapit kawasan ini, sementara TransJakarta dan ojek daring melengkapi mobilitas hingga larut.

Soal parkir, warung yang berbentuk kedai permanen seperti Ayam Bakar Kambal dan Warung Sate Mase umumnya menyediakan lahan yang memadai, sedangkan spot gerobakan dan angkringan mengandalkan bahu jalan sehingga lebih ramah bagi pengendara motor. Untuk kenyamanan berbeda kebutuhan: solo visitor dan pekerja remote akan betah di Kedai Sudut Selatan atau Warkop Kebagian yang ramah WFC; rombongan dan keluarga lebih pas di rumah makan dengan area duduk lega; sementara pasangan bisa memilih sudut tenang di bubur legendaris untuk obrolan malam yang intim. Reservasi umumnya tidak diperlukan untuk warung, tetapi datang di luar jam puncak (biasanya pukul 19.00 - 21.00 dan lonjakan akhir pekan) membuat pengalaman lebih santai. Baca juga: rekomendasi hidden gem cafe di Jakarta Selatan. Baca juga: kedai kopi specialty di Blok M.

Makan Malam Praktis: Gaya Hidup Urban yang Tak Pernah Tidur

Fenomena tempat makan 24 jam di Gandaria bukan sekadar soal lapar tengah malam - ia cerminan ritme kota yang terus bergerak. Merujuk pantauan tren pencarian daring, minat masyarakat terhadap kedai kopi dan tempat makan yang buka nonstop melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir, seiring bertambahnya pekerja shift, freelancer, dan komuter dengan jam kerja lentur. Warung malam pun berevolusi menjadi ruang serbaguna: tempat makan, tempat kerja, sekaligus tempat bersosialisasi.

Dari sisi gizi, makan larut tetap bisa diseimbangkan. Pilihan berkuah hangat dan berempah seperti bubur, tongseng, atau sup iga cenderung lebih ringan di lambung dibanding gorengan bertubi-tubi, sementara menambahkan sayur seperti kangkung hot plate atau lalapan segar membantu menyeimbangkan porsi. Kuncinya ada pada porsi yang wajar dan tidak berlebihan pada santan atau minyak menjelang tidur. Bagi keluarga muda, pekerja, dan komuter, keberadaan warung lokal yang buka sepanjang waktu ini bukan cuma soal kenyamanan, tetapi juga jaring pengaman kecil di kota yang seolah tak pernah benar-benar tidur. Baca juga: tempat makan malam 24 jam di Tebet. Baca juga: kuliner Jakarta Pusat malam hari terpopuler.

Tips dan Panduan Berburu Kuliner Malam di Gandaria

Agar petualangan makan malammu makin mulus, simak panduan praktis berikut ini:

  • Sesuaikan dengan momen. Untuk makan berat setelah lembur, pilih Warung Sate Mase atau Bebek Kepahiang Babase. Untuk nongkrong santai dan produktif, Kedai Sudut Selatan dan Warkop Kebagian lebih pas. Untuk penutup malam ringan, semangkuk bubur adalah jawaban.
  • Trik hemat. Mulai dari kaki lima untuk pembuka (nasi kucing atau bubur), lalu pindah ke warung untuk menu utama. Dengan strategi ini, budget Rp 50.000 - Rp 70.000 sudah cukup untuk pengalaman kulineran satu malam yang lengkap.
  • Jam terbaik datang. Hindari puncak keramaian pukul 19.00 - 21.00 dan lonjakan akhir pekan. Lewat tengah malam biasanya lebih lengang, dan untuk warung populer seperti Bubur Ayam Barito, datang tepat saat buka memastikan stok masih lengkap.
  • Manfaatkan transportasi publik. Naik MRT dan turun di Stasiun Haji Nawi atau Fatmawati jauh lebih praktis ketimbang memutar mencari parkir; lanjutkan dengan ojek daring untuk spot yang masuk gang.
  • Untuk keluarga dan rombongan, prioritaskan rumah makan dengan area indoor yang lega. Untuk pasangan, sudut tenang di kedai bubur atau kopi menawarkan suasana yang lebih intim.
  • Itinerary singkat satu malam: mulai pukul 20.00 dengan bubur di Gandaria Tengah, lanjut sate kambing di H. Nawi sekitar pukul 22.00, lalu tutup malam dengan kopi dan roti canai di kedai 24 jam menjelang dini hari.

Baca juga: rekomendasi tempat sarapan akhir pekan di Jakarta Selatan. Baca juga: spot foto aesthetic di Blok M paling instagramable. Baca juga: rekomendasi tempat makan viral di Blok M.

Seperti yang diberitakan sejumlah kanal gaya hidup, kawasan Gandaria dan sekitarnya menjadi titik temu warung legendaris dan kedai kekinian yang sama-sama ramai diburu. Beberapa referensi tambahan yang bisa memperkaya rencana kulineranmu: rekomendasi tempat makan viral di Jakarta Selatan, tempat makan enak di Jakarta Selatan yang masih eksis, tempat makan nasi ulam khas Betawi di Jakarta, tempat makan buka 24 jam dekat Stasiun Pasar Senen, tempat makan hits anak muda di Tebet, bar dan tempat nongkrong di Blok M, sarapan bubur ayam legendaris di Jakarta, serta tempat makan viral di Tebet.

Pada akhirnya, keindahan makan malam di Gandaria terletak pada pilihannya yang tak pernah habis - dari bubur berempah yang menenangkan, sate yang mengepul di atas bara, hingga secangkir kopi yang menemani obrolan sampai subuh. Selama perutmu memanggil di jam berapa pun, kawasan ini selalu punya kursi kosong dan sepiring hangat yang siap menyambut. Selamat berburu, dan jangan lupa cek kembali jam buka favoritmu sebelum meluncur.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tempat Makan Malam 24 Jam di Gandaria

Apakah ada tempat makan 24 jam yang halal di Gandaria?

Ada banyak. Mayoritas warung Nusantara dan jajanan malam di Gandaria, seperti Warung Sate Mase, Ayam Bakar Kambal, Aneka Bubur 786, dan Kedai Sudut Selatan, menyajikan menu tanpa unsur babi sehingga aman untuk kebanyakan pengunjung Muslim. Pengecualiannya adalah Nasi Campur Kacamata yang secara jelas non-halal karena berbasis olahan babi. Untuk kepastian sertifikasi, sebaiknya konfirmasi langsung ke pihak warung.

Berapa budget makan malam rata-rata di kawasan Gandaria?

Sangat fleksibel tergantung pilihanmu. Di warung tenda dan angkringan, Rp 10.000 - Rp 25.000 per orang sudah cukup mengenyangkan. Di kedai dan rumah makan 24 jam, siapkan sekitar Rp 25.000 - Rp 75.000 per orang untuk porsi dan variasi menu yang lebih lengkap. Secara umum, budget Rp 30.000 adalah angka aman untuk makan enak tanpa merasa boros.

Tempat makan malam 24 jam di Gandaria mana yang cocok untuk nongkrong?

Untuk nongkrong santai, WFC, atau mengerjakan tugas hingga dini hari, Kedai Sudut Selatan di Kramat Pela dan Warkop Kebagian di kawasan Panglima Polim adalah pilihan paling nyaman. Keduanya buka 24 jam, menyajikan menu ringan hingga berat dengan harga bersahabat, dan punya suasana yang mendukung obrolan panjang bersama teman.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |